Wednesday, July 22, 2020

Rabdolaimus Spesies Terrestris; Klasifikasi, Morfologi, Reproduksi Dll





Klasifikasi Rabdolaimus Spesies Terrestris
Phylum : Neroaioda
Class : Adenophorea
Orde : Araeolairoida
Genus : Rhabdolaimus
Species : Rabdolaimus sp

Kingdom : Animalia
Subkingdom : Eumetazoa
Phylum : Nematoda
Class : Adenophorea
Order : Plectida
Superfamily : Leptolaimoidea
Family : Rhabdolaimidae
Genus : Rhabdolaimus
Species : Terrestris

Fisiologi dan Morfologi Rabdolaimus Spesies Terrestris
Rhandolaimus dengan (L = 0.47-0.67; a = 24-29; b = 4.7-5.6; c = 3.7-4.1; c’ = 6.9-9.0; V = 39-43%), Kutikula dengan striae melintang baik. Bidang Lateral absen. Amphids kecil dan agak mencolok. Kepala datar bulat, sangat ringan offset, tanpa bibir, papila atau setae. Stoma sederhana, dilengkapi dengan 3 menit dentikel di bagian anterior dan diikuti oleh yang lama, meruncing tabung dilapisi oleh 3 batang seperti bagian tebal dan dikelilingi oleh perpanjangan depan kerongkongan. Pada saat ini hampir semuanya berbentuk silinder tapi menyempit ke tanah genting pendek dan bengkak keluar ke terminal, pyriform, bola otot yang mengandung alat katup. Ekor pada kedua jenis kelamin yang panjang dan lentik, berakhir di saluran terminal lama di mana kelenjar ekor terbuka. Vulva hampir khatulistiwa, gonad berpasangan dan menentang. Spikula gagah dan agak luas anterior. Gubenaculum ada atau diwakili oleh 2 thickenings lokal di lantai kloaka. Tidak ada papila di wilayah ekor dari kedua jenis kelamin. Pada jenis jantan jarang ditemukan.

Reproduksi Rabdolaimus Spesies Terrestris
Sistem reproduksi (alat kelamin) cacing betina berpasangan, masing-masing terdiri dari ovarium, oviduk, dan uterus. Kedua uterus bersatu membentuk organ vagina. Alat kelamin yang jantan tidak berpasangan, terdiri dari testes dan vas diferens. Di bagian kloaka terdapat dua buah spikula.

Sel telur yang dibuahi membentuk lapisan pertama berupa membran kuning, yaitu bagian yang membentuk kulit pertama. Kulit kedua dibentuk oleh dinding uterus. Bentuk telur pada umumnya seperti elips dan mudah dibedakan antara spesies satu dengan lainnya. Reproduksi Nematoda umumnya dengan cara bertelur (ovipar) dan beberapa spesies ada yang mengeluarkan larva (larvipar).

Tingkah laku Rabdolaimus Spesies Terrestris di Perairan
Meiofauna Rhabdolaimus sp mampu mengembangkan adaptasi fisiologi terhadap kondisi lingkungan bentikuntuk kelangsungan hidupnya di bawah kondisi yang kurang oksigen. Adaptasi fisiologi genus meiofauna terhadap kandungan oksigen  yang rendah adalah dengan cara:

1) mengurangi (mereduksi) aktivitasdan metabolisme
2) mengembangkan pigmen darah dengan mengikat oksigen yang sangat tinggi, dan
3) respirasi anaerobdengan menghasilkan dan mengeluarkan hasil akhir pernafasan.

Kondisi lingkungan bentik yang kurang oksigen ini berkaitan dengan  keberadaan senyawa sulfida (H2S) dalam sedimen (Wetzel et al. 2002).  Terkait dengan adaptasi meiofauna pada sedimen yang mengandung H2S dengan kondisi oksigen yang rendah, maka meiofauna mempunyai hubungan simbiotik yang berkembang sehingga dapatberadaptasi terhadap kondisi tersebut.

Meiofauna yang toleran terhadap H2S dan mampu hidup pada kadar oksigen rendah atau miskin oksigen disebut dengan thiobios Beberapa meiofauna yang mampu hidup pada kondisi yang demikian adalah Nematoda, Ciliata, Platyhelminthes, Gnathostomulida, Gastrotricha, Oligochaeta, Rhabdolaimus dan Aschelmintes (Heip et al. 1985; Giere 1993; Coull 1999).

Peranan Nematoda (Rhabdolaimus sp)
Nematoda dari segi peranannya biasanya dikelompokkan menjadi:
a) Parasit pada manusia – dengan jumlah yang sedikit (kira-kira 30 spp)  menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan juga menyebabkan kematian pada manusia misalnya Trichinella spiralis, penyebab trichinosis (parasit pada adenophoreanparasite).

b) Parasit pada mammalia lain, burung dan ikan – kira-kira 8000 spp. Contohnya Syngamus trachea – gapeworm of galliform birds, trachea partially blocked by worms (a secernentean parasite).

c) Parasit pada invertebrata (berhubungan dengan kontrol biologis, misalnya serangga) – kira-kira 3500 spesies – contoh Agamermis decaudata – parasit pada orhtoptera.

d) Parasit pada tanaman – kira-kira 4000 spp dari endo dan ektoparasit – contohnya Nacobbus, Meloidogyne,Belonolaimus,Tylenchorhynchus and Scutellonea.

e) Nematoda laut yang hidup bebas – kira-kira 4000 spp – metazoa yang paling melimpah di sedimen dasar laut – contohnya Draconema cephalatum.

f) Nematoda tanah dan air tawar yang hidup bebas – kira-kira 6500 – memakan bakteri, fungi, alga, detritus, dan juga sebagai hewan mangsa – contohnya Cervidellus spitzbergensis nematoda pemakan bakteri.

Penulis
Dwa Lanantha Praka
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

Editor
Gery Purnomo Aji Sutrisno
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

Daftar Pustaka
Google Image, 2015
http://nematode.unl.edu/rhabdomus.htm
http://revistaselectronicas.ujaen.es/index.php/jnms/article/view/84
http://www.scribd.com/doc/99494143/80-Species-Plankton#scribd

No comments:

Post a Comment