Wednesday, July 8, 2020

Daphnia Sp; Morfologi, Klasifikasi, Habitat Dll



Daphnia sp Adalah hewan crustacea yang termasuk dalam filum arthropoda, class crustacea, subkelas estomostraca, ordo phyycopoda, subordo cladocera, family daphniadae, genus dapnia spesies daphnia sp.

KLASIFIKASI DAPHNIA MAGNA
Menurut Pennak (1989), klasifikasi Daphnia magna adalah sebagai berikut :
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Branchiopoda
Subkelas : Diplostraca
Ordo : Cladocera
Subordo : Eucladocera
Famili : Daphnidae
Subfamili : Daphnoidea
Genus : Daphnia
Spesies : Daphnia magna

MORFOLOGI DAPHNIA MAGNA
Dapnia mempunyai suatu badan yang terdiri dari kepala dan belali. Antena daphnia adalah alat penggerak utama . pada waktu tertentu daphnia akan berganti bulu dan mengganti kulit eksternalnya (yuwono,2011). Daphnia seringkali dikenal sebagai kutu air karena kemiripan bentuk dan cara bergeraknya yang menyerupai seekor kutu. Pada kenyataannya Daphnia termasuk dalam golongan udang-udangan dan tidak ada hubungannya dengan kutu secara taxonomi. Daphnia merupakan udang-udangan renik air tawar dari golongan Brachiopoda. Mereka boleh dikatakan masih saudara dengan Artemia. Meskipun gerakannya tampak "meloncat" seperti seekor kutu sebenarnya binatang ini berenang dengan menggunakan "kakinya" (sering disebut sebagai antena), bahkan dengan berbagai gaya yang berbeda.

HABITAT DAPHNIA
Hewan ini bisa ditemukan dalam kultur kutu air, yang merupakan salah satu penyusunya zooplankton, hidup di air tawar, misalnya danau (pankey,2009).

FISIOLOGI DAPHNIA
Daphnia sp. termasuk dalam golongan udang-udangan, namun dalam proses perkembangan belum lebih jauh. Lapisan luar mengalami molting atau ecdisis sebanyak 17 kali. Mulut Daphnia sp. terdiri dari satu labrum, satu pasang mandibula, satu buah labium (Radiopoetro, 1977). Menurut Djarijah (1995) mengatakan bahwa Daphnia sp. merupakan organisme yang termasuk keluarga besar phyllum Arthropoda, kelas Crustacea. Ciri khas organisme tersebut adalah bentuknya gepeng ke samping (memampat ke samping) dan beruas-ruas (Djarijah, 1995).

REPRODUKSI DAPHNIA
Mekanisme reproduksi Daphnia adalah dengan cara parthenogenesis. Satu atau lebih individu muda dirawat dengan menempel pada tubuh induk. Daphnia yang baru menetas harus melakukan pergantian kulit (molting) beberapa kali sebelum tumbuh jadi dewasa sekitar satu pekan setelah menetas. Siklus hidup Daphnia sp. yaitu telur, anak, remaja dan dewasa. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah telur menetas di dalam ruang pengeraman. Daphnia sp. dewasa berukuran 2,5 mm, anak pertama sebesar 0,8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. Daphniasp. mulai menghasilkan anak pertama kali pada umur 4-6 hari. Adapun umur yang dapat dicapainya 12 hari. Setiap satu atau dua hari sekali, Daphnia sp. akan beranak 29 ekor, individu yang baru menetas sudah sama secara anatomi dengan individu dewasa (Gambar 2). Proses reproduksi ini akan berlanjut jika kondisi lingkungannya mendukung pertumbuhan. Jika kondisi tidak ideal baru akan dihasilkan individu jantan agar terjadi reproduksi seksual (Waterman, 1960).

Daphnia jantan lebih kecil ukurannya dibandingkan yang betina. Pada individu jantan terdapat organ tambahan pada bagian abdominal untuk memeluk betina dari belakang dan membuka carapacae betina, kemudian spermateka masuk dan membuahi sel telur. Telur yang telah dibuahi kemudian akan dilindungi lapisan yang bernama ephipium untuk mencegah dari ancaman lingkungan sampai kondisi ideal untuk menetas (Mokoginta, 2003).

TINGKAH LAKU DAPHNIA
Daphnia hidup pada selang suhu 18-24°C Selang suhu ini merupakan selang suhu optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan Daphnia. Diluar selang tersebut, Daphnia akan cenderung dorman. Daphnia membutuhkan pH sedikit alkalin yaitu antara 6.7 sampai 9.2. Seperti halnya mahluk akuatik lainnya pH tinggi dan kandungan amonia tinggi dapat bersifat mematikan bagi Daphnia, oleh 6 karena itu tingkat amonia perlu dijaga dengan baik dalam suatu sistem budidaya mereka. Seluruh spesies Daphnia diketahui sangat sensitif terhadap ion-ion logam, seperti Mn, Zn, dan CU, dan bahan racun terlarut lain seperti pestisida, bahan pemutih, dan deterjen. Daphnia merupakan filter feeder, artinya mereka "memfilter" air untuk medapatkan pakannya berupa mahluk-mahluk bersel tunggal seperti algae, dan jenis protozoa lain serta detritus organik. Selain itu, mereka juga membutuhkan vitamin dan mineral dari dalam air. Mineral yang harus ada dalam air adalah Kalsium, unsur ini sangat dibutuhkan dalam pembentukan "cangkang"nya. Oleh karena itu, dalam wadah pembiakan akan lebih baik apabila di tambahkan potongan batu kapur, karang (koral) batu apung dan sejenisnya. Selain dapat meningkatkan pH bahan tersebut akan memberikan suplai kalsium yang cukup bagi Daphnia. Beberapa jenis kotoran hewan yang sering dijadikan "media" tumbuh Daphnia seringkali telah mengandung kalsium dalam jumlah cukup, dalam kondisi demikian kalsium tidak perlu lagi ditambahkan.

MANFAAT DAPHNIA
Daphnia merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, burayak dan juga hewan  kecil lainnya. Kandungan proteinnya bisa mencapai  lebih dari 70% kadar bahan kering.  Secara umum,  dapat dikatakan terdiri dari 95% air, 4% protein, 0.54 % lemak, 0.67 % karbohidrat dan 0.15 %  abu.   Kepopulerannya sebagai pakan ikan selain karena kandungan gizinya serta ukurannya,  adalah juga karena "kemudahannya" dibudidayakan  sehingga dapat tersedia dalam jumlah  mencukupi,  hampir setiap saat.
Kegunaan lainnya yaitu :

1. Mudah di cerna oleh benih ikan sebab mengandung enzim pencernaan yang berfungsi untuk 
2. menghancurkan diri-sendiri.
3. Pemberian Daphnia sp, yang hidup tidak menyebabkan penurunan kualitas air
4. Kandungan asam amino esensial pada Daphnia sp, hampir mirip dengan artemia sehingga nilai
5. nutrisinya tinggi.

PENULIS
Rizal Prabowo
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Hidayatullo Syarif Dkk .2013. Laporan Tetap Praktikum Budidaya Pakan Alami Penetasan Kista Artemia. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Palembang
Muslikhin . 2007 . Laporan Praktikum Fisiologi Hewan Air. Fakultas Sains Dan Teknik Jurusan Perikanan Dan Kelautan. Purwokerto
Naibaho Stefanun Poberson.2011. Daphnia Sp (Klasifikasi, Morfologi, Reproduksi), Bacillus Subtilis, Bakteri Nitrifikasi, Sistem Kultur Zooplankton,Parameterkualitasair.Https://Pobersonaibaho.Wordpress.Com/2011/03/08/Daphnia-Sp-Klasifikasi-Morfologi-Reproduksi-Bacillus-Subtilis-Bakteri-Nitrifikasi-Sistem-Kultur-Zooplankton-Parameter-Kualitas-Air/. 06 April 2015.
Puspita. 2014. Artemia Sp. Dan Daphnia Sp. Http://Puspita-Nero.Blogspot.Com/2014/12/Artemia-Sp-Dan-Daphnia-Sp.Html . 07 April 2014 .
Ristianti Indah Dwi. 2012. Laporan Praktikum Planktonologi Kultur Daphnia Sp. Http://Dwiindah09.Blogspot.Com/2012/10/Laporan-Praktikum-Planktonologi-Kultur.Html. 07 April 2015.

No comments:

Post a Comment