Thursday, July 9, 2020

Artemia Sp Atau Nauplius Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Artemia sp. Atau disebut juga Nauplius sp. adalah larva tingkat pertama Nauplius memiliki tiga pasang umbai – umbai. Artemia sp. Atau disebut juga Nauplius sp. Termasuk crustacea primitif. Nauplius termasuk ke dalam meroplankton laut dan merupakan larva tingkat pertama dari copepoda. Larvanya kecil sekali dengan 3 pasang kaki. Kaki pertama tidak bercabang dan 2 pasang kaki berikutnya bercabang. Bentuk badan bulat telur dengan bagian belakang meruncing. Setitik mata tunggal menghiasi bagian badan agak ke pinggir depan. Nantinya akan tumbuh menjadi metanauplius dengan munculnya tanda – tanda maxilla ( maksila ) kesatu dan kedua serta beberapa kaki pada dada, yang akan tumbuh lagi menjadi copepodit ( Romimohtarto, K & Juwana, S, 2004 ).

KLASIFIKASI ARTEMIA
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Crustacea
Class : Branchiopoda
Order : Anostraca
Family : Artemiidae
Genus : Artemia
Species : Artemia sp. (Linnaeus, 1758)

MORFOLOGI  ARTEMIA SP ATAU NAUPLIUS SP
Crustacea ini mempunyai tubuh bersegmen dengan appendage menyatu berbentuk seperti daun. Artemia sp. Jantan dewasa berukuran 8-10 mm sedangkan betina dewasa 10-12 mm. Tubuh Artemia sp. Terbagi atas kepala,thoraks dan abdomen. Kepala Artemia sp. terbagi atas bagian 1 prostomial dan segmen metameric yang akan menimpang susunan median mata majemuk dan labrum antena pertama dan kedua,mandibula,maxilulla pertama dan kedua,serta 11 segmen yang membangun thoraks,dengan tiap segmen menyediakan sepasang thoracopodes. Abdomen Artemia sp. Tersusun atas 8 segmen. Anterior kedua pada segmen abdominal Artemia sp. Akan berfungsi sebagai genital. Segmen genital ini berfungsi sebagai penyangga genopods yang meripakan egg sac pada betina,sedangkan pada jantan akan berfungsi sebagai pasanagan penes. Artemia memiliki segmen 2-7 abdominal yang tereduksi. Artemia mempunyai cercopods/furca/telson pada ujung segmen abdominal. Tubuhnya diselimuti oleh kitin yang tipis dan fleksibel sehingga otot-otonya menempel internal. Eksoskleton Artemia akan terlepas secara periodik. Pelepasan ini ditandai tiap  awal ovulasi pada betina tetapi pada jantan terjadi dengan kolerasi antara moulting dan reproduksi.

HABITAT ARTEMIA SP ATAU NAUPLIUS SP
Di alam Artemia salina hidup pada perairan dengan kadar garam kurang dari 150 ppt. Laut yang secara alami mempunyai kepadatan biomassa Artemia tinggi adalah Laut Merah (Mesir). Di Yaman (Arab) Artemia salina diberi nama “Bahar el Dud”. Di berbagai kawasan dunia spesies zooplankton ini tidaklah sama. Di Eropa ada Artemia tunissiana, A. franciscana (Amerika), A. monica (California, USA), A. parsimilas (Argentina). Spesies lain yang dikenal adalah Artemia NYOS, A. sinica, A. tibetiana dan A. urmiana. Di alam, mereka tinggal di perairan (danau, muara/rawa) yang berkadar garam tinggi.

FISIOLOGI ARTEMIA SP ATAU NAUPLIUS SP
Hewan ini mendapatkan makanan dengan memanfaatkan gerakan kaki renang dan umbai – umbai mulutnya yang menghasilkan pusaran air dan arus yang membawa partikel makanannya ke saringan maksila yang selanjutnya akan diteruskan ke mulutnya untuk ditelan dan dicerna (Nontji, 2008).

REPRODUKSI ARTEMIA SP ATAU NAUPLIUS SP
Udang genus Artemia dapat bereproduksi secara 2 mode. Nauplius merupakan hasil reproduksi ovoviviparous. Sedangkan cysts adalah hasil reproduksi oviparous. Kedua reproduksi dilakukan beradasarkan kondisi lingkungan. Perkembangbiakan ovoviviparity dilakukan saat kondisi sekitar menguntungkan sehingga telur dibuahi. Sedangkan saat kondisi tak menguntukan dihasilkan cysts yang merupakan hasil partenogenesis betina yang akan menghasilkan larva nauplii. Kondisi yang tak menguntungkan bagi pembuahan telur berupa salinitas yang terlalu tinggi,level oksigen yang terlalu rendah,tekanan suhu,dan makanan yang kurang memadahi. Dengan kondisi yang tak menguntungkan seperti itu maka embrio hanya berkembang sampai tahap gastrula dan dikelilingi oleh chorion(kulit tipis) yang diinduksi sekresi hormon dari kelenjar kulit coklat di uterus dan terbentuklah cyst. Cysts terbagi menjadi dua lapisan,berupa korion dan kutikula embionik. Lapisan korion ini mempunyai kandungan hematin berfungsi sebagai pelindung embrio dan lipoprotein dengan lapisan peripheral dan alveolar. Sedangkan lapisan kutikula embrionik berupa lapisan bening dengan elastisitas tinggi dan terdiri atas lapisan fibrosa dan lapisan kutikuler. Cysts ini mengalami dormansi dapat sampai beberapa tahun. Cysts akan terehidrasi sehingga release larva naplius. Larva naplius ini hanya memperoleh asupan maknan dari yolk sac sebelum mengalami molting dan menuju satage metanaupliar. Stage metanaupliar berlangsung sampai berganti kulit sebanyak enam kali sebelum menuju stage postmetanauplii. Ketika berganti kulit ke-12 kali larva ini merupakan post-larva dan saat berganti kulit ke-17 kali mereka telah menjadi dewasa. Ketika perkembangan kedua instar,udang ini telah dapat memakan alga. Udang genus Artemia dapat hidup sampai 3 bulan dan memproduksi sampai 300 naupplii setiap empat hari pada kondisi optimum. Keanekaragaman Artemia dapat bervariasi bergantung pada lingkungan seperti komposisi anionik,kondisi iklim dan elevasi. Berdasarkan anion yang merata, Artemia dapat tinggal pada lingkungan air yang mengandung klorida,belerang/karbonat tapi dapat juga hidup dikondisi campuran 2-3 lebih anion.

TINGKAH LAKU ARTEMIA SP ATAU NAUPLIUS SP
Antena betina mengalami penyusutan antena dan mempunyai sepasang ovari yang ada di kedua sisi saluran pencernaan di belakang thorakopoda. Antena betina digunakan sebagai alat peraba Antena pada jantan sangat termodifikasi dan sepasang penis di belakang tubuhnya Makanan Udang ini termasuk omnivora. Artemia dapat memakan detritus,ganggang.bakteri dan ragi laut. Artemia tak dapat menyaring makananya. Perilaku Udang ini hanya berenang ke atas dan ke bawah yang bergerak selama 24 jam,tapi saat malam muncul ke permukaan. Betina hidup dibawah jantan pada kolom air.

Menurut Mujdjiman (1989), kebiasaan makan artemia salina yaitu dengan manyaring pakan (filter feeder). Artemia menelan apa saja yang ukurannya kecil, baik benda hidup, benda mati, benda keras, maupun benda lunak. Di alam, pakan artemia antara lain berupa detritus bahan organik, ganggang-ganggang renik, bakteri, dan cendawan (ragi laut). Menurut Thariq et al (2002) menyatakan bahwa artemia juga merupakan hewan yang bersifat filter feeder non selektif, oleh sebab itu faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam memilih pakan artemia adalah ukuran partikel kurang dari 50 µm sehingga mudah dicerna, mempunyai nilai gizi dan dapat larut dalam media kultur. Artemia mulai makan pada instar ketiga, yaitu setelah saluran pencernaan terbentuk. Ukuran partikel pakan untuk larva artemia adalah 20-30 µm dan untuk artemia dewasa antara 40-50 µm.

PERAN ARTEMIA SP ATAU NAUPLIUS SP DI PERAIRAN
Artemia merupakan salah satu pakan alami yang diberikan pada budi daya udang windu (Penaeus monodon) pada tahap post larva karena memiliki keunggulan antara lain: mudah dibudidayakan, mempunyai kandungan nutrisi yang cukup, mudah beradaptasi dalam berbagai lngkungan. Dalam kondisi lingkungan yang ekstrim, Artemia akan membentuk lapisan chorion bagi embrionya dan lapisan chorion dapat semakin tebal apabila kondisi lingkungan semakin ekstrim. Dengan pemberian nutrisi yang cukup bagi induk Artemia yang mencukupi kebutuhan tubuh induk dapat menyebabkan pembentukan lapisan chorion menjadi lebih tipis. Dengan lapisan chorion yang semakin tipis maka derajat penetaasan kista Artemia dapat lebih tinggi.

Artemia merupakan salah satu makanan hidup yang sampai saat ini paling banyak digunakan dalam usaha budidaya udang, khususnya dalam pengelolaan pembenihan. Sebagai makanan hidup, Artemia tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk nauplius, tetapi juga dalam bentuk dewasanya. Bahkan jika dibandingkan dengan naupliusnya, nilai nutrisi Artemia dewasa mempunyai keunggulan, yakni kandungan proteinnya meningkat dari rata-rata 47 % pada nauplius menjadi 60 % pada Artemia dewasa yang telah dikeringkan. Selain itu kualitas protein Artemia dewasa juga meningkat, karena lebih kaya akan asam-asam amino essensial. Demikian pula jika dibandingkan dengan makanan udang lainnya, keunggulan Artemia dewasa tidak hanya pada nilai nutrisinya, tetapi juga karena mempunyai kerangka luar (eksoskeleton) yang sangat tipis, sehingga dapat dicerna seluruhnya oleh hewan pemangsa.Melihat keunggulan nutrisi Artemia dewasa dibandingkan dengan naupliusnya dan juga jenis makanan lainnya, maka Artemia dewasa merupakan makanan udang yang sangat baik jika digunakan sebagai makanan hidup maupun sumber protein utama makanan buatan. Untuk itulah kultur massal Artemia memegang peranan sangat penting dan dapat dijadikan usaha industri tersendiri dalam kaitannya dengan suplai makanan hidup maupun bahan dasar utama makanan buatan.Sedangkan kelemahan dari artemia adalah cepat mati dalam waktu beberapa jam saja. Penggunaan Artemia sebagai pakan yang penting banyak dilaksanakan di unit-unit pembenihan ikan dan udang. Umumnya Artemia yang diberikan untuk larvae udang dan ikan dalam bentuk cyste atau nauplius instar I (berumur 2 jam).

PENULIS
Rizal Prabowo
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Hidayatullo Syarif Dkk .2013. Laporan Tetap Praktikum Budidaya Pakan Alami Penetasan Kista Artemia. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Palembang
http://media.unpad.ac.id/thesis/230110/2009/230110090084_2_8226.pdf
http://wicaramina.blogspot.com/2015/03/mengenalartemiasalina.html#:~:text=Di%20alam%20Artemia%20salina%20hidup,nama%20%E2%80%9CBahar%20el%20Dud%E2%80%9D.&text=Di%20alam%2C%20mereka%20tinggal%20di,rawa)%20yang%20berkadar%20garam%20tinggi.
https://www.thefishguide.com/brine-shrimps-artemia-salina-live-fish-food/
Muslikhin . 2007 . Laporan Praktikum Fisiologi Hewan Air. Fakultas Sains Dan Teknik Jurusan Perikanan Dan Kelautan. Purwokerto
Naibaho Stefanun Poberson.2011. Daphnia Sp (Klasifikasi, Morfologi, Reproduksi), Bacillus Subtilis, Bakteri Nitrifikasi, Sistem KulturZooplankton,Parameterkualitasair.Https://Pobersonaibaho.Wordpress.Com/2011/03/08/DaphniaSpKlasifikasiMorfologiReproduksi-Bacillus-Subtilis-Bakteri-Nitrifikasi-Sistem-Kultur-Zooplankton-Parameter-Kualitas-Air/. 06 April 2015.
Puspita. 2014. Artemia Sp. Dan Daphnia Sp. Http://Puspita-Nero.Blogspot.Com/2014/12/Artemia-Sp-Dan-Daphnia-Sp.Html . 07 April 2014 .
Ristianti Indah Dwi. 2012. Laporan Praktikum Planktonologi Kultur Daphnia Sp. Http://Dwiindah09.Blogspot.Com/2012/10/Laporan-Praktikum-Planktonologi-Kultur.Html. 07 April 2015.

No comments:

Post a Comment