Monday, June 15, 2020

Dactylococcopsis Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll


Dactylococcopsis sp termasuk phylum Cyanophita dan tersebar di seluruh dunia sebagai massa lendir atau benang-benang halus. Hidup dalam air, bahkan ada yang dalam sumber-sumber air panas, sebagian juga dalam tanah yang basah dan pada kulit pohon-pohon. Ganggang ini merupakan perintis dan menyiapkan batu-batu atau cadas-cadas untuk tumbuh-tumbuhan lain yang lebih tinggi. Beberapa jenis ganggang ini dapat melarut batu kapur. Ada pula di antaranya yang ikut menyusun Lichenes. Hubungan kekerabatan alga biru mempunyai hubungan dengan bakteri. Kelompok yang beranggotakan 1.500 spesies ini biasanya bercirikan warna hijau kebiru-biruan, yang disebabkan suatu pigmen tambahan selain klorofil dan karotenoid.

KLASIFIKASI GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Phylum : Cyanophita
Class : Chroococcophyceae
Ordo : Chrococcales
Famili : Synechoccaceae
Genus : Dactylococcopsis
Spesies : Dactylococcopsis sp

MORFOLOGI GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau – hijauan. Umumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan sel – sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi dan dengan demikian terbentuk kelompok – kelompok atau koloni.


Kadang-kadan pigmen merah juga ada, dan variasi dalam perbandingan pigmen--pigmen ini menghasilkan kisaran yang sangat luas dalam hal warna pada tumbuhan kelas ini. Laut Merah diberi nama demikian karena kadang-kadang ganggang hijau-biru ini terdapat dalam jumlah amat besar, sehingga pigmen merah yang lebih banyak itu jadi nampak. Tubuh algae hijau-biru Di antaranya ada yang uniselular, tetapi kebanyakan membentuk koloni filamen benang diselubungi dengan suatu selubung gelatin yang dapat sangat menyolok.

Ganggang biru tergolong sel yang prokarion dan strukturnya mirip sel bakteri. Pada klasifsikasi tumbuhan sebelumnya digolongkan pada golongan yang sama yaitu Schyzomycetes. Struktur morfologi ganggang biru bermacam-macam ada yang bersel tunggal, berbentuk benang ada juga yang berkelompok membentuk kelompok sel yang prokarion. Struktur ganggang biru terdiri atas lapisan penutup yang berupa selubung gelatin, dinding sel dan membran sitoplasma. Bahan kimia pembangun dinding sel yaitu molekul lipoprotein, lipopolisakharida dan mukoprotein. Sitoplasma ganggang biru tidak mengandung endoplasmik retikulum, badan Golgi, mitokondria dan lisosom tetapi mengandung ribosom. Proses fotosintesa pada ganggang biru yaitu pada bagian lamela yang mengandung pigmen karotenoid dan klorofil dan pigmen-pigmen lainya yang terdapat pada ganggang biru yaitu phycosianin dan phycoerytrin (fikosianin dan fikoeritin).

HABITAT GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Ganggang hijau-biru tersebar luas dan tumbuh di berbagai habitat kosmopolitan Banyak di antaranya hidup dalam air; yang lain terdapat pada tanah lembab, batu-batuan basah, atau menempel pada tumbuhan atau binatang. Agaknya amat banyak dijumpai dalam kolam hangat yang kaya akan benda organik, karena mereka memerlukan banyak sekali nitrogen. Sejumlah spesies dapat bertahan dalan air tercemar dan kerap kali merupakan petunjuk adanya polusi organik. Ganggang hijau-biru terdapat dalam sumber air panas di berbagai tempat di permukaan bumi. Mereka dapat tumbuh subur pada suhu sampai 85°C, yang hampir merupakan batas atas bagi kehidupan untuk dapat ada dalam keadaan aktif.

REPRODUKSI GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Reproduksi seksual tidak diketahui pada algae hijau-biru, dan zoospora motil tidak dibentuk. Satu-satunya reproduksi yang dikenal ialah cara asek¬sual, terutama dengan pembelahan sel pada bentuk-bentuk uni¬selular, Sedangkan yang membentuk koloni benang dengan cara pembelah¬an sel dan fragmentasi. Beberapa filamen dapat juga membentuk spora istirahat, yakni spora berdinding tebal yang resisten terhadap panas dan pengeringan, dan yang mengandung bahan makanan yaitu heterosista DNA dan benda kromatin cenderung terpusat di bagian tengah sel, seperti halnya pada tumbuhan tingkat tinggi, klorofil terikat pada lamela tidak berkumpul menjadi grana. Pada kebanyakan spesies, lamela fotosintetik ini membentuk jalinan kompleks yang menyebar ke seluruh sel dan menembus sitoplasma.

Cara perkembangbiakan yang dikehui ada 3 cara yang ketiga-tiganya termasuk perkembangbiakan vegetatif/aseksual sedangkan perkembangbiakan generatif/seksualnya belum diketahui. ketiga cara tersebut adalah :

a. Pembelahan Sel
sel membelah menjadi dua bagian yang membentuk sel baru. sel-sel yang terpisah bisa tetap bergabung membentuk koloni.

b. Fragmentasi
adalah pemutusan sebagian anggota tubuh yang dapat membentuk individu baru. Terjadi pada ganggang yang berbentuk filamen/benang. Misal : Oscillatoria.

c. Spora vegetatif
spora vegetatif yang dimaksud disini adalah heterokist. Pada keadaan yang tidak menguntungkan heterokist tetap mampu bertahan karena dinding selnya tebal dan banyak mengandung bahan makanan. Setelah lingkungan kembali menguntungkan heterokist dapat membentuk filamen baru.

FISIOLOGI GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Cyanophyta bersel tunggal atau berbentuk benang dengan struktur tubuh yang masih sederhana. Bersifat autotrof dimana kromatofora dan inti tidak ditemukan. Dinding sel mengandung pektin, hemiselulosa dan selulosa yang kadang-kadang berupa lendir, di tengah-tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung asam deoksi-ribonukleat dan asam ribonukleat. Sel-sel yang telah tua tampak vakuola. Ganggang ini tidak memiliki flagela sebagai alat geraknya. Umumnya gerakan ganggang ini karena adanya kontraksi tubuh dan dibantu dengan pembentukan lendir. Setelah pembelahan sel – sel tetap bergandengan dengan perantara lendir tadi, dan dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok atau koloni. Sebagai zat makanan ditemukan glikogen dan butir-butir sianofisin (lipo-protein).

Sel ganggang hijau biru tersusun (dari luar ke dalam) sebagai berikut : dinding sel, membran sel, sitoplasma, dan asam inti

DINDING SEL GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Dinding sel mengakibatkan bentuknya tetap. Disebelah luar dinding terdapat selubang lendir yang berfungsi mencegah sel dari kekeringan. Selain itu, lendir dapt memudahkan sel bergerak karena beberapa ganggang ini dapt bergerak dengan gerakan osilasi (maju mundur). Blus dapat dipastikan apa yang menyebabkan ganggang ini bergerak.

MEMBRANE GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Membrane sel berfungsi mengatur keluarmasuknya zat dari dan kedalam sel. Terdapat pelipatan membrane sel kea rah dalam membentuk lamella fotosintetik atau membrane tilakoid. Pada membrane tilakoid terdapat klorofil. Jadi berbeda dengan sel eukariotik yang memiliki klorofil d I dalam kloroplas, ganggang hijau biru tidak memiliki kloroplas

SITOPLASMA GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Sitoplasma merupakan koloid yang tersusun atas air, protein, lemak, gula, mineral-mineral, enzim, ribosom, dan DNA. Di dalam sitoplasma berlangsung proses metabolism sel.

ASAM INTI/ ASAM NULKEAT (DNA) GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
DNA terdapat pada lokasi di dalam sitoplasma, namun tidak memiliki membrane inti. Karena itulah ganggang biru digolongkan ke dalam prokariotik.

MESOSOM DAN RIBOSOM GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Organel lain adalh ribosom. Ribosom merupakan organel untuk mensintesis protein, sedangkan mesosom merupakan penonjolan , membrane sel kearah dalam yang berperan sebagai penghasil energi.

PERAN GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) DI PERAIRAN
AIgae hijau-biru mempunyai peranan yang sangat penting di dalam ekosistem. Mereka merupakan organisme fotosintetik pertama yang mempunyai dua fotosistem dan menghasilkan oksigen sebagai hasilnya. Oengan demikian algae hijau-biru merupakan produsen primer yang dapat menghasilkan oksigen dan material organi\( di lautan, perairan air tawar dan lingkungan terrestrial, dan beberapa telah mengalami adaptasi untuk hidup berasosiasi simbiotik dengan organisme lain. Sebagai contohnya adalah algae hijau-biru Anabaena yang hidup bersimbiotik dengan cycads dan Gunnera, dan algae hijau-biru yang hidup bersimbiotik dengan jamur dan disebut lichen (misalnya Gloeocapsa, Nostoc, Scytonema) .

Sebuah penelitian mengenai keanekaragaman jenis algae hijau-biru yang hidup berasosiasi simbiotik dengan Spathoglottis plicata Blume telah dilakukan. Oari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat satu jenis alga hijau-biru yang hidup berasosiasi pada akar S. plicata. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi, yang dilakukan dengan mikroskop cahaya dan Scanning Electron Microscopy, alga hijau-biru tersebut adalah Dactylococcopsis acicularis Lemm. dan pertumbuhan rata-rata di dalam kultur in vitro adalah 0.521 sel/60 menit dan waktu bergenerasinya adalah 1.329 jam (79.74 menit).

MANFAAT GANGGANG HIJAU BIRU ATAU ALGA HIJAU BIRU (DACTYLOCOCCOPSIS SP) ADALAH
Beberapa manfaat lain ganggang hijau biru antara lain:

a. Jenis ganggang hijau biru bersel satu merupakan vegetasi perintis, hal ini karena ganggang tersebut mampu/dapat mengawali kehidupan sebelum organisme lainnya dapat hidup di suatu tempat.

b. Sejumlah ganggang hijau biru berfilamen (bentuk benang) dapat mengikat nitrogen (N2) bebas dari atmosfer dan diubah menjadi amoniak (NH3). Hal ini dilakukan juga di dalam heterokista, sehingga dapat berperan dalam proses menyuburkan tanah.

PENULIS
Chandrica Dwipa
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://biologigonz.blogspot.com/2010/04/species-ganggang-biru.html
http://bujangbelayar.blogspot.com/2011_12_01_archive.html
http://craticula.ncl.ac.uk/EADiatomKey/html/Mastogloia.html
http://fiskadiana.blogspot.com/2015/01/cyanophyta-syanobacteria.html
http://id.scribd.com/doc/99494143/80-Species-Plankton#scribd
http://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/11/ganggang-hijau-biru-cyanophyta.html
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/ganggang-hijau-biru-divisi-cyanophyta.html
http://westerndiatoms.colorado.edu/taxa/species/mastogloia_elliptica
http://www.bimbie.com/cyanobacteria.htm
https://moningkaharvey.wordpress.com/

No comments:

Post a Comment