Monday, May 25, 2020

Ikan Arwana Silver Atau Arwana Brazil; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Arwana Silver atau Arwana Brazil (Osteoglossum bicirrhosum), (Osteoglossum bicirrhosum) (Cuvier, 1829) merupakan ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon. Ikan arwana tersebar di beberapa sungai, yaitu: sungai Rupununi, Oyapock, dan sungai Guyana di Amerika Selatan (Moreau & Oliver 2006). Ikan ini termasuk ke dalam famili Osteoglossidae atau bony-tongue fish, karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang digunakan sebagai gigi (Kottelat et al. 1993). Ikan arwana silver termasuk ke dalam ikan karnivora yang bersifat predator dengan bentuk tubuh dan sirip yang panjang, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor yang memberi kesan menarik saat berenang (Lowry et al. 2005).

Status konservasi arwana ini belum jelas. Pada tahun 2004 sampai sekarang CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dan IUCN (International Union for the Conservation of Nature) belum memasukkan jenis arwana ini sebagai spesies yang terancam punah, namun laporan beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan populasi satwa ini di habitat aslinya akibat penangkapan yang berlebihan (Moreau & Coomes 2007). Di Brazil arwana silver dewasa ditangkap untuk dimakan, sedangkan di Kolumbia juvenil arwana silver ditangkap untuk dijual sebagai ikan hias (Duponchelle et al. 2012). Arwana silver mulai dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1970 sebagai ikan hias (Tjakrawidjaja AH 2 Juli 2014, komunikasi pribadi).

KLASIFIKASI IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Berdasarkan klasifikasi yang ditemukan oleh Weber, M dalam Apin (2004) dalam Silvia (2015), klasifikasi arwana sebagai berikut:
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Osteoglossiformes
Famili : Osteoglossidae
Genus : Osteoglossum
Spesies : Osteoglossum bicirrhosum

HABITAT IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Habitat alami arwana berupa sungai-sungai berarus lambat, rawa-rawa dan danau dangkal dengan kedalaman 2-3 meter. Habitat seperti ini dapat menyebabkan pembawaan arwana begitu tenang, meskipun tidak jarang tampak agresif. Dasar perairan tempat hidup arwana di alam umumnya berlumpur dan terdapat tanaman air. Perairan ini biasanya agak asam karena memiliki pH 4,5-5. Oleh sebab itu ikan arwana ini cukup tahan terhadap serangan penyakit. Meskipun demikian, arwana cukup sensitif terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan kadar ammonia dalam air. Arwana lebih banyak beraktifitas di malam hari (Apin, 2004 dalam Silvia, 2015).

Arwana termasuk ikan endemik Indonesia. Para hobiis dan penangkar Arwana mengenal spesies ini dengan sebutan ikan naga. Tubuh arwana umumnya memanjang dengan warna gelap pada bagian punggung. Daerah hulu sungai besar yang berair tenang dan jernih dengan derajat keasaman air (pH) lebih dari 6 merupakan habitat favorit bagi arwana. Kadang-kadang, arwana juga ditemukan di sungai yang mengalir deras. Jenis ini juga termasuk tipe mouth brooder yang melindungi telur dan juvenil-nya di dalam mulut (Sudarto, 2003 dalam Silvia, 2015).

FISIOLOGI IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Sistem pencernaan pada ikan arwana terdiri atas dua bagian, yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan tersebut terdiri atas mulut, kerongkongan,Oseofagus, lambung, usus, dan dubur. Kelenjar pencernaannyaterdiri atas hati dan kantong empedu. Ikan arwana termasuk ikanbertulang sejati atau memiliki kerangka dari bahan tulang sejati.Kulit banyak mengandung kelenjar lendir dan tertutup oleh sisik. Sirip dan ekor berbentuk simetris. Insang dilindungi oleh tutup insang. Tubuh ikan arwana dapat dibedakan menjadi 3 bagian,yakni kepala, badan dan ekor (Murtidjo,2001). Arwana termasuk ikan yang tahan terhadap serangan berbagai penyakit. Akan tetapi mereka sensitive terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan kadar ammonia, nitrit dan nitrat (Purwakusuma, 2007).
         
MORFOLOGI IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Secara morfologis (ciri-ciri fisik), badan dan kepala Arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20-24 cm. Bentuk mulutnya mengarah ke atas dan memiliki sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebih lebar dan rahangnya cukup kokoh. Giginya berjumlah 15-17. Bagian insangnya dilengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggung berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang daripada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral). Panjang arwana dewasa sangat variatif, antara 30-80 cm (Emilia, 2002 dalam Silvia, 2015).

Menurut Apin (2004) dalam Silvia (2015), morfologi ikan arwana brazil (Osteoglossum bicirrhosum) adalah sebagai berikut:
1.Badan dan kepala agak padat. Tubuh pipih dan punggung dari moncong hingga sirip punggung agak datar.
2.Letak sirip punggung berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal).
3.Sirip anus lebih panjang dibandingkan dengan sirip punggung (dorsal). Panjang sirip anus ini hampir mencapai sirip perut (ventral).
4.Moncong atau mulut mengarah ke atas dilengkapi sepasang sungut. Dua buah sungut tampak mencuat dari bawah bibir atau dagu. Sungut ini berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Para akuaris memasukkan sungut ini dalam kriteria penilaian keindahan arwarna yang bersangkutan. 
5.Mulut arwana berukuran lebar dengan rahang yang cukup kokoh.
6.Gigi arwana berjumlah 15-17 buah.
7.Garis lateral atau gurat sisi disamping kanan dan kiri tubuh arwana panjangnya 20-24 cm.
8.Panjang tubuh arwana mencapai 30-80 cm.
9.Sisik arwana berbentuk bulat, berukuran besar, dan permukaannya mengilap.
10.Warna sisiknya sangat bervariasi. Biasanya warna sisik ini dijadikan patokan untuk memberi nama suatu jenis arwana. Warna sisik arwana ini antara lain hijau, perak, merah, hingga merah keemasan.

CIRI-CIRI IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Sebagai ikan purbakala, arwana memiliki bentuk dan penampilan cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream line”, sedangkan gerakan renangnya sangat anggun. Arwana di alam memiliki warna bervariasi dari hijau, perak, sampai merah. Dua buah sungut tampak mencuat dari bibir bawahnya. Sungut ini berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air (Purwakusuma, 2007). Arwana merupakan ikan perenang atas, bentuk mulutnya sangat jelas menunjukkan hal ini. arwana di alam biasanya berenang di dekat permukaan dan berburu mangsanya berupa serangga. Tidak seperti ikan pada umumnya, Arwana hanya bernapas dengan cara langsung mengambil oksigen dari udara/permukaan air (obligate air breather). Ciri unik lainnya dari arwana adalah adanya semacam pelat tulang yang ditumbuhi gigi dan terletak di lantai bawah mulut. Pelat tulang ini berbentuk seperti lidah, sehingga arwana seringkali disebut sebagai ikan berlidah tulang (bonytongue fish) (Yunita, 2015).

REPRODUKSI IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL 
Tingkah laku Arwana sangat unik selama masa pengenalan lawan jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar arwana betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).

Cole (2008) dalam Silvia (2015), berpendapat bahwa ikan ini berkembang biak sekali dalam setahun yaitu pada Juni hingga Agustus di habitat asalnya. Arwana matang akan berkembang biak apabila mencapai unur empat setengah atau lima tahun dengan berat di antara satu hingga dua kg. Semasa proses kawin, induk jantan dan betina akan berpasangan dan berenang beriringan selama beberapa minggu namun proses kawin hanya akan berlaku apabila keadaan sesuai. Induk jantan akan melengkungkan badannya dan menghimpit badan induk betina dan pada peringkat ini, telur dari induk betina akan keluar dan dibuahi oleh induk jantan. Telur akan dierami ikan jantan selama dua bulan sehingga anak yang dihasilkan akan beranang bebas dan berukuran kira-kira 6-7 cm. Ikan arwana akan berkembang biak di dalam kolam secara alami tanpa memerlukan suntikan hormon.

Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh saling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, jantan membuahi telur kemudian mengumpulkan telur di mulutnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm (Hardjosoemitro, 2005 dalam Silvia, 2015).

PERAN IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL DI PERAIRAN
Arwana merupakan ikan karnivora, di perairan mereka memakan serangga, ikan, udang, cacing dan beberapa jenis amfibi kecil seperti katak (Purwakusuma, 2007). Sebagai predator khusus permukaan air, keluarga ikan Arwana sangat pandai melompat ke udara untuk mengejar mangsa yang terdiri dari serangga, reptil dan burung. Arwana juga memiliki kemampuan yang baik dalam memperhitungkan posisi mangsa yang terletak di atas permukaan air (Yunita, 2015).

TINGKAH LAKU IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Spesies ikan telah berevolusi sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pakannya yang sesuai, oleh karena itu berbagai perilaku dalam mencari makan bisa bervariasi dari yang disebut normal seperti memakan tumbuhan, invetebrata akuatik atau memakan ikan lain, sampai yang mungkin tergolong aneh seperti memakan sirip atau sisik, memakan buah-buahan, kotoran atau lumpur. Mereka juga telah berevolusi dalam tatacara mengamankan pakan mereka (Purwakusuma, 2007).

MANFAAT IKAN ARWANA SILVER ATAU ARWANA BRAZIL
Arwana silver Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Saat ini ikan arwana silver di Indonesia telah berhasil dibudidayakan, namun masih mengalami banyak kendala terutama penanganan pada fase larva. Larva arwana silver yang baru menetas dibekali cadangan makanan berupa kuning telur yang menempel pada bagian perutnya. Kuning telur ini memiliki diameter 8,0-10,5 mm dan akan habis terserap dalam waktu yang cukup lama antara 5- 6 minggu (Jaroszewska & Konrad 2009). Hasil wawancara dengan beberapa pembudidaya arwana, penanganan fase larva yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan. Rendahnya tingkat kelangsungan hidup disebabkan belum optimalnya lingkungan pemeliharaan yang mendukung kehidupannya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gisbert & Williot (1997) bahwa kematian ikan cukup tinggi biasanya terjadi pada fase awal kehidupan, yaitu fase perkembangan larva yang disebut sebagai fase kritis. Kematian larva pada fase tersebut dikarenakan terjadi kesenjangan pemanfaatan energi dari kuning telur (endogenous feeding) ke pemanfaatan pakan dari luar (exogenous feeding) (Kamler 1992).

PENULIS
Wafa Uliningrum
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
https://books.google.co.id
https://en.aqua-fish.net/fish/silver-arowana
https://zaldibiaksambas.files.wordpress.com/2010/06/pembesaran-ikan-patin-dalam-keramba-jaring-apung.pdf
Kreasi-hermanoceaniz.blogspot.co.id/2011/04/teknik-pembenihan-ikan-patin-siam.html
Mulyani, Y. W., D. D. Solihin., Dan R. Affandi. 2015. Efisiensi Penyerapan Kuning Telur Dan Morfogenesis Pralarva Ikan Arwana Silver Osteoglossum Bicirrhosum (Cuvier, 1829) Pada Berbagai Interaksi Suhu Dan Salinitas [Yolk Absorption Efficiency And Morphogenesis Of The Silver Arawana. Jurnal Iktiologi Indonesia 15(3): 179-191
Repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/46501/4/Chapter%20II.pdf
Silvia.2015.Teknik Pembenihan Ikan Arwana Brazil (Osteoglossum bicirrhosum).pkl.FPIK.UB
www.scribd.com/doc/22710678/laporan-kp-arwana#scribd

No comments:

Post a Comment