Tuesday, May 12, 2020

Ikan Severum; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan severum Cichlasoma severum adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Serikat bagian Utara (S. Arhazone). Tubuhnya pendek, gemuk dan gepeng dengan warna dasar tubuh bervariasi yaitu coklat kekuningan, atau hitam kecoklatan. Jenis ikan ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan Severum dapat dipelihara didalam aquarium atau bak semen kwalitas air yang diperlukan untuk pemeliharaan ikan severum yaitu: PH: 5,5 – 7, temperatur air 21 – 25°C. ikan Severum sudah dapat dipijahkan setelah berukuran 12 – 15 cm. Induk jantan dari betina dapat dibedakan dari warna dan ukuran induk jantan berwarna lebih cerah dengan induk yang lebih besar dari betina. Makanan yang dapat diberikan jenis ikan ini antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.

KLASIFIKASI IKAN SEVERUM
Klasifikasi ikan Severum (C. Severum) menurut Pinus dan Heru (2001) dalam Ratnawigati (2015), adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Percomorphoidei
Subordo : Percoidea
Famili : Cichlidae
Genus : Cichlisoma
Spesies : Ciclhasoma Severum

Menurut Zipcodezoo (2015), klasifikasi ikan Severum adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Superphylum : Deuterostomia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Gnathostomata
Class : Actinopterygii
Subclass : Neopterygii
Infraclass : Teleostei
Superordo : Acanthopterygii
Ordo : Perciformes
Subordo : Labroidei
Family : Cichlidae
Genus : Cichlasoma
Series : Percomorpha
Species : C. Severum

MORFOLOGI IKAN SEVERUM
Bentuk tubuh ikan Severum (C. Severum) pendek gemuk dan gepeng dengan wajah dari depan seperti ikan Mujair. Warna dasar tubuhnya sangat bervariasi antara coklat kekuningan, kuning kehijauan bahkan sangat cerah dan hitam kecoklatan. Bentuk badan dan siripnya agak membulat, sirip punggung dan sirip perut betina lebih panjang dan runcing disbanding jantan (Lesmana dan Iwan, 2001 dalam Ratnawigati, 2015). Meristiknya adalah sirip dorsal berjari-jari keras sebanyak 11-13 buah dan sirip berjari-jari lemah sebanyak 23-27 buah, sirip analnya berjari-jari keras sebanyak 5-7 buah dan berjari-jari lemah sebanyak 24-29 buah  (Axelrrod, 1983 dalam Ratnawigati, 2015). Spesies ini cukup besar, dapat mencapai 15 cm. Tubuhnya berwarna kuning kehijauan dan sangat cerah. Ikan muda sangat cantik, mirip diskus, karena bentuk badan dan siripnya agak membulat. Sirip punggung dan sirip perut betina lebih panjang dan runcing dibanding jantan (Darti dan Iwan, 2006).

FISIOLOGI IKAN SEVERUM
Tanda ikan Severum matang kelamin ialah betina menunjukan warna yang lebih cerah selama masa birahinya. Badan dan siripnya menjadi keemasan dan berwarna bitnik-bintik merah, kuning dan biru. Pada perut, sirip dada menjadi kuning emas, sedangkan jantan berwarna lebih gelap dan tujuh garis pada badannya terlihat lebih nyata (Pinus dan Heru, 2001 dalam Ratnawigati, 2015).

HABITAT IKAN SEVERUM
Ikan Severum (C. Severum) berasal dari Gunaya, Rio Negro, Sungai Amazon. Suhu optimum untuk pemeliharaan ikan ini sekitar 27˚-30˚ C sementara air yang baik untuk pertumbuhannya memiliki pH optimal sekitar 6,5-7,0 dan kesadahan sekitar 3˚ dH (Lesmana dan Iwan, 2001 dalam Ratnawigati, 2015). Ikan yang diperlukan ikan Severum adalah air jernih yang sumbernya berasal dari sumur, air PAM yang sudah diendapkan sebelumnya selama paling tidak 24 jam di tempat terbuka. Keasaman airnya sedikit asam sampai normal (pH 5,5-7) dengan suhu 21˚-25˚C dan tidak boleh dibawah 21˚C (Pinus dan Heru, 2001 dalam Ratnawigati, 2015). Suhu optimal untuk pemeliharaan ikan ini sekitar 27-30° C. Sementara air yang baik untuk pertumbuhannya memiliki pH optimal sekitar 6,5-7,0 dan kesadahan sekitar 3° dH (Darti dan Iwan, 2006).

CIRI-CIRI IKAN SEVERUM
Ketika masih muda, ikan Severum mirip dengan anak-anak ikan Discus. Bentuk badan mereka memang sama. Pipih kesamping (Compressed), Warna dasar Severum merupakan kombinasi antara kuning dan coklat dengan bagian perut agak cerah. Tetapi kadang-kadang terlihat bervariasi tergantung dari lingkungan (Said, 1994 dalam Ratnawigati, 2015). Severum muda tubuhnya berwarna coklat muda, dengan sedikit garis vertikal. Setelah dewasa, terutama yang jantan, warnanya menjadi sedikit kehijau-hijauan. Sepanjang panggulnya berbintik-bintik merah kecoklatan. Seluruh tubuhnya berwarna kuning keemasan dengan mata berwarna merah jambu. Baik yang albino maupun bukan, mereka bernama Cichlasoma (Heros) Severum. Severum dapat mencapai panjang sekitar 20 cm. Air sebagai media hidupnya adalah bersih (jernih) dan sedikit basa dengan temperatur 22˚-27˚ C (Aprilina dan Gunawan, 1994 dalam Ratnawigati, 2015).

REPRODUKSI IKAN SEVERUM
Ikan Severum sudah dapat dipijahkan setelah berukuran 12-15 cm, sekitar berumur 1 tahun. Induk jantan dari betina dapat dibedakan dari warna dan ukuran. Induk jantan berwarna lebih pucat dengan induk yang lebih besar dari betina (DPP, 1996 dalam Ratnawigati, 2015). Tanda ikan Severum matang kelamin ialah betina menunjukan warna yang lebih cerah selama masa birahinya. Badan dan siripnya menjadi keemasan dan berwarna bitnik-bintik merah, kuning dan biru. Pada perut, sirip dada menjadi kuning emas, sedangkan jantan berwarna lebih gelap dan tujuh garis pada badannya terlihat lebih nyata (Pinus dan Heru, 2001 dalam Ratnawigati, 2015). Sarang telurnya terbuat dari batu datar, potongan keramik, atau potongan paralon besar. Induk jantan maupun betina akan membersihkan sarang sebelum memijah. Setelah berpijah, telur bersama sarangnya diambil untuk ditetaskan dalam akuarium atau kolam kecil. Penetasan akan berlangsung selama 2-3 hari dan larvanya akan berenang empat hari kemudian. Ukuran larva cukup besar sehingga dapat langsung diberi kutu air atau cacing sutera (Darti dan Iwan, 2006).

TINGKAH LAKU IKAN SEVERUM
Musim pemijahan menjadi salah satu factor dalam ikan melakukan pemijahan, salah satunya ikan Severum yang merupakan ikan hias air tawar. Banyak ikan air tawar melakukan pemijahan selama musim semi, ketika sungai dan danau banjir. Ikan tropis dan sub tropis memijah ketika memasuki musim hujan lebat. Anak-anak ikan harus mampu bertahan hidup di dalam aliran air keruh yang deras (Rustidja, 2004 dalam Ratnawigati, 2015).

PERAN IKAN SEVERUM DI PERAIRAN
Ikan ini bersifat pendamai, senang hidup berdampingan sesamanya. Tapi setelah dewasa, ia tidak mau didekati temannya, sukanya sendirian, seperti pesakitan. Kalau ada yang berani dekat, maunya berantem saja. Lebih-lebih menjelang kawin, sifatnya sangat agresif. Kalau disekitar lingkungannya ada tanaman air, semua dibuat berantakan. Sifat lain yang tergolong ekstrem dari Severum adalah teritorialis. Maksudnya ia mempunyai sifat ingin menguasai suatu wilayah dengan radius tertentu dilingkungan hidupnya. Batas teritorial itu tidak boleh dilanggar oleh ikan lain. Karena itu severum kurang tepat bila dalam pemeliharaan dicampur dengan jenis ikan hias lain. (Aquarium, 2011). 

MANFAAT IKAN SEVERUM
Pasar dunia ikan hias amat besar dan luas. Permintaan akan komoditas ini terus meningkat baik dari jumlah maupun jenisnya terutama pasar ekspor. Jenis baru baik yang asli maupun silangan terus bermunculan dari berbagai pelosok dunia. Indonesia termasuk negara yang kaya akan sumberdaya ikan hias setelah Amerika Selatan. Jumlah spesies ikan hias yang lebih dari 300 jenis sebanyak 34%-nya berada di Indonesia.(Sakurai et al., 1995 dalam Aquarium of the World). Ikan Severum adalah ikan hias yang diminati para penghobi karena warnanya yang cerah dan menarik di pandangan mata.

PENULIS
Rosi Aryandini
FPIK Universitas Brawijaya  Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya  Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Aquarium, Nirwana. 2011. Severum Punya Daerah Kekuasaan. http://nirwanaaquarium.blogspot.co.id/2011/03/severum-punya-daerah-kekuasaan.html diakses pada tanggal 30 Desember 2015 pukul 09.26 WIB
Darti S.L dan Iwan D. 2006. Budidaya Ikan Hias: Severum (Cichlasoma Severum). Jakarta: Penebar Swadaya
https://www.fishfish.fr/poisson/heros-severus
Ratnawigati, Indah. 2015. Teknik Pembenihan Ikan Severum (Cichiosoma Severum) Di Taman Akuarium Dunia Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, DKI Jakarta. PKL. FPIK. UB
Satyani, D., dan I. W. Subamia. 2009. Ikan Hias Air Tawar Ekspor Indonesia. Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1. 17 Halaman
Zipcodezoo. 2015. Klasifikasi Ikan.http://zipcodezoo.com

No comments:

Post a Comment