Wednesday, March 18, 2020

Ikan Neon Tetra; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki peluang pasar yang bagus. Ikan ini tergolong kuat dan toleran terhadap perubahan pH maupun suhu untuk pemeliharaannya. Namun demikian, sangat sukar bagi ikan ini memijah kalau kondisi lingkungannya tidak optimal.

Ikan neon tetra termasuk ikan hias yang populer dan menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia. Ikan ini berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan, dan juga ditemukan di Peru. Ikan neon tetra memiliki ciri khas warna biru yang menyala sepanjang tubuhnya mulai dari ujung mulut hingga pangkal ekor. Di Indonesia, ikan tetra banyak dibudidayakan, khususnya di daerah Sawangan, Depok-Jawa Barat. Salah satu sentra produksi ikan tetra berada di Desa Curug, Kecamatan Bojong Sari, Depok.

KLASIFIKASI IKAN NEON TETRA
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Ordo
: Chariciformes
Famili
: Characidae
Genus
: Paracheirodon
Spesies
: Paracheirodon innesi

MORFOLOGI DAN FISIOLOGI IKAN NEON TETRA
Neon tetra yang memiliki lampu belakang biru di atas perut perak - putih. Ikan ini ditandai dengan garis warna-warni biru horisontal di sepanjang setiap sisi ikan dari hidung hingga pangkal sirip adiposa, dan garis merah warna-warni yang dimulai pada tengah tubuh dan meluas posterior ke dasar sirip ekor. Jarang, mereka mengembangkan kemilau lapisan zaitun hijau di punggung mereka. Ikan benar-benar transparan ( termasuk sirip ) kecuali untuk tanda-tanda ini.

Selama malam, biru dan merah menjadi abu-abu atau hitam seperti ikan bersandar - mengaktifkan kembali setelah menjadi aktif di pagi hari. Tumbuh sekitar 3 cm (1,2 in) panjang keseluruhan. Dimorfisme seksual adalah sedikit, dengan perempuan yang memiliki perut yang sedikit lebih besar, dan garis warna-warni membungkuk daripada stripe lurus laki-laki itu. Mereka baru-baru ini menjadi tersedia dalam berbagai sirip panjang.

Ikan ini dapat beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan namun cukup rentan apabila terjadi perubahan lingkungan secara drastis. Di alam neon tetra mendiami perairan yang sedikit asam dan kesadahan rendah dengan suhu berkisar antara 20 - 26 derajat celcius. umur ikan ini dapat mencapai 5 hingga 10 tahun.

Ikan neon tetra sangat mudah untuk dipelihara di akuarium dengan air yang memiliki pH sekitar 5,0 - 7,0 dengan suhu menyerupai suhu di alamnya yaitu antara 20 - 26 derajat celcius. Karena ukurannya yang kecil sebaiknya apabila memelihara neon tetra di dalam akuarium tidak dipelihara bersama ikan yang berukuran besar atau ikan yang agresif.

Neon tetra bersifat omnivora pemakan segalanya baik dari bahan hewani maupun nabati diantaranya seperti makanan berupa flake food, udang-udang kecil, daphnia, bloodworms atau cacng darah beku dan kering, cacing tubifek serta dapat diberi makan pellet berukuran kecil.

Ikan neon tetra jantan dan betina dapat dibedakan dengan jelas melalui ciri-ciri dari bentuk dan warna pada tubuhnya. Pada ikan jantan garis berwarna biru pada tubuhnya berbentuk lurus horizontal serta betuk tubuhnya lebih ramping, sedangkan pada ikan betina garis birunya agak melengkung serta bentuk tubuh lebih pendek, perutnya cenderung lebih besar dari jantan.

REPRODUKSI IKAN NEON TETRA
Perkembangbiakan ikan neon tetra dilakukan secara alami yaitu betina mengeluarkan telur dan diikuti jantan yang mengeluarkan sperma dan pembuahan telurpun terjadi di luar tubuh betina. Pemijahan Neon tetra berlangsung dengan suasana gelap yang umumnya kan terjadi pada malam hari.

Induk jantan dan betina dapat dibedakan dengan jelas. Pada jantan terdapat garis biru lurus, sedangkan pada betina garis biru tersebut bengkok. Pemijahan neon tetra ini dapat dilakukan secara berpasangan dalam akuarium kecil dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1.

Induk dapat dipasangkan bila sudah siap memijah. Saat dipasangkan, induk tidak diberi pakan agar air tetap bersih. Walaupun tidak dianjurkan, sebaiknya di dalam akuarium pemijahan dapat diberi tanaman air sebagai substrat. Namun, kondisi tanaman air harus bersih. Oleh karena ikan akan memakan telurnya, sebaiknya akuarium diletakkan di tempat remang atau gelap agar induk tidak dapat melihat telurnya. Biasanya pemijahan akan berlangsung malam atau sore hari. Sesudah bertelur, induk dapat diambil atau dikeluarkan dari akuarium. Setelah 24 jam, telur akan menetas. Biasanya air untuk penetasan tidak diberi aerasi agar pH nya stabil. Jika diberi, aerasinya sangat kecil. Ada pula yang memberi daun asam agar keasaman air terpenuhi.

Larvanya berwarna transparan dan agak sulit dilihat dengan mata telanjang. Larva ini tidak toleran atau tahan terhadap sinar yang kuat sehingga akan lebih baik jika dirawat di tempat gelap atau remang.

Pada saat umurnya 4 hari, larva dapat mulai diberi pakan. Pakan pertama larva berupa infusoria yang diberikan selama 3 hari. Kemudian, larva dapat diberi artemia atau kutu air saring. Pakan untuk pembesaran berupa kutu air besar. Pertumbuhan ikan ini termasuk cepat, asalkan kondisinya cocok.

HABITAT IKAN NEON TETRA
Neon Tetra (Paracheirodon innesi) merupakan ikan air tawar dari keluarga characin (keluarga Characidae) dari order Characiformes. Ikan ini adalah asli sungai blackwater atau clearwater di tenggara Kolombia, Peru timur, dan Brasil barat, termasuk anak sungai dari Solimões yang mana suhu air nya adalah antara 20 dan 26 ° C (68 ° F dan 79). Di habitat aslinya, ikan ini bersifat omnivora yang memakan apa saja asal sesuai dengan mulutnya. Ikan ini tergolong kuat dan toleran terhadap perubahan Ph maupun suhu untuk pemeliharaannya. Namun demikian, ikan ini sangat sukar memijah jika kondisi lingkungannya tidak optimal.

CIRI-CIRI DAN TINGKAH LAKU IKAN NEON TETRA
Pewarnaan cerah membuat individu ikan terlihat di gelapnya sungai blackwater dan juga merupakan alasan utama untuk popularitasnya di kalangan penggemar ikan hias air tawar tropis. Apabila diperhatikan sekilas bentuk dan warnanya sangat mirip dengan Cardinal Tetra. Perbedaan diantara keduanya adalah ikan neon tetra tidak memiliki garis merah di Bawah garis biru di sepanjang tubuhnya. Garis merah pada neon tetra hanya berada di setengan badan sampai ekor. Ikan ini Sangat cocok apabila dijadikan penghias aquascape anda karena gemerlap warnanya Dan karena ikan Yang bergerombolan akan Bergerak secara bersamaan memutari berbagai Tumbuhan di akuarium anda.

Ikan ini adalah omnivora memakan pelet Kecil Dan Cacing Beku. Suhu Yang cocok untuk ikan inisial adalah 25 - 27 derajat celcius Artikel Baru pH 5,5 -7.5. Ikan ini tumbuh menjadi sekitar 3 cm (1,2 in) panjang keseluruhan tubuhnya. perbedaan seksual adalah sedikit, dengan perempuan yang memiliki perut yang sedikit lebih besar, dan garis warna-warni membungkuk daripada garis lurus laki-laki. baru-baru ini mulai tersedia ikan neon tetra dalam bentuk sirip yang panjang (slayer).

Sementara secara komersial, ikan neon tetra yang dibesarkan di penangkaran telah beradaptasi dengan baik untuk berbagai kondisi air, di alam liar mereka hidup di air yang sangat lembut (soft), air asam dan suhu 25 ° C (77 ° F). Mereka dapat memiliki umur hingga sepuluh tahun, atau biasanya sekitar lima tahun di akuarium.

Neon tetra bisa dipelihara dalam akuarium komunitas minimal berukuran 60 cm (24 inci) panjang, Dengan pH 6,0-7,8 dan KH dari 1,0-2,0. Namun, mereka akan stress dan bisa sampai menyebabkan kematian jika trauma dengan perubahan yang dramatis pada lingkungan mereka. Mereka cenderung pemalu dan karena ukurannya yang kecil disarankan agar tidak dipelihara dengan ikan besar atau ikan yang agresif yang dapat menggertak dan berebutan makan dengan mereka. Ikan yang cocok di akuarium adalah guppy, jenis lain dari tetra, seperti rummy nose tetra, cardinal tetra, dan ikan komunitas lain yang hidup dengan baik dalam kondisi air yang ideal bagi tetra.

Neon tetra memiliki warna yang bening, terbisa garis horizontal berwama biru-hijau selama ke-2 segi ikan dimulai dari hidung sampai sisi depan ekor serta warna kemerah-merahan selama 1/2 sisi posterior bawah badan. Saat malam hari warna badannya bakal menghilang sepanjang ikan beristirahat serta bakal nampak kembali saat ikan aktif saat pagi harinya. Neon tetra dapat tumbuh sampai 4 cm. Ikan betina memiliki perut yang sedikit agak besar di banding ikan jantan.

MANFAAT IKAN NEON TETRA
Ikan neon tetra memiliki manfaat sebagai ikan peliharaan, ikan ini sangat terkenal, terutama di kalangan para pecinta ikan hias dan aquascape karena kecantikan tubuhnya. Warna tuuhnya sangat spektakuler dan bercahaya. Punggungnya hijau lembut dengan sirip biru terang di sepanjang tubuhnya. Perutnya putih dan antara pangkal ekor ke atas berwarna merah menyala. Siripnya transparan dan tidak berwarna. Habitatnya di daerah yang miskin mineral sehingga untuk hidupnya membutuhkan air yang bersih dan jernih.

PERAN IKAN NEON TETRA DI PERAIRAN
Ikan neon tetra di perairan asli tempatnya tinggal memiliki peran sebagai sumber nutrisi bagi predator di ekosistemnya, namun berbeda saat ikan neon tetra tinggal di perairan yang terkontrol oleh para hobi ikan hias atau para peternak ikan. Ikan neon tetra berperan sebagai ikan hias yang enak dipandang mata karena warnanya yang cerah sangat memanjakan mata. Di perairan terkontrol seperti akuarium ikan neon tetra tidak punya predator atau saingan sehingga hidup ikan neon tetra lebih terjamin apabila dirawat di perairan yang terkontrol, tinggal kita saja yang berhati-hati dalam merawat sehingga ikan neon tetra tidak mudah mati dan terserang penyakit.

PENULIS
Hanik Cahyaningrum
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2012

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Effendie, M. I. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta.
Lesmana, D. S. 2015. Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya Jakarta.
Lingga Pinus dan Heru Susanto, 1989, Ikan Hias Air Tawar, Penebar Swadaya Jakarta.
Marshall, N. B. 1982. Biology of Fishes. New York: Capaprinon and 
         Hall.
Ommanney, F.D. 1987. Ikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan Para Editor Pustaka Time life. Tira Pustaka, Jakarta.
Rohmy, S., dan S. Murniasih. 2013. Kapasitas Reproduksi Ikan Neon Tetra (Paracheiron innesi) dengan Sistem Pemijahan Berpasangan. Prosiding Inovasi Teknologi Akuakultur 201. Hal 325-329.
Team Agro Media Pustaka. Neon tetra. Jakarta : Agro media Pustaka, 2004.

No comments:

Post a Comment