Tuesday, March 10, 2020

Ikan Kakap Putih, Baramundi, Atau Seabass; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan kakap putih memiliki nama latin yaitu Lates calcarifer. Nama yang lebih kerennya adalah Baramundi atau bisa juga Seabass. Ikan kakap putih yang hidup di Indonesia memiliki sebutan lain yang mungkin muncul karena keragaman bahasa yang ada di Indonesia.

Selain memiliki pasar sasaran negara tujuan yang lebih luas dibandingkan beragam komoditas lainnya, Slamet Subjakto, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP menuturkan bahwa keunggulan kakap putih adalah pengolahannya tidak harus hidup, tetapi bisa berupa daging fillet dan olahan lainnya. Menurutnya, penguasaan teknologi pengembangan kakap putih juga sudah dikuasai dan pemeliharaannya juga dinilai nisbi lebih mudah.

KLASIFIKASI IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut Bloch (1990) dalam Afrisramyraj (2014) klasifikasi ikan kakap putih (lates calcarifer bloch) adalah sebagai berikut :
Phillum    
: Chordata
Sub Phillum
: Vertebrata
Klas
: Pisces
Subclas
: Teleostei
Ordo
: Percomorphi
Famili
: Centroponidae
Genus
: Lates
Species
: Lates calcarifer bloch

HABITAT IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut Mathew (2009) dalam Mariati (2014), Seabass (ikan kakap putih) adalah ikan euryhaline (ikan yang dapat beradaptasi pada kisaran salinitas yang cukup luas) dan merupakan ikan catadromous (ikan yang sebagian besar hidupnya di air tawar dan bernigrasi ke laut untuk memijah), dapat mendiami air tawar, payau, dan laut termasuk sungai, danau, muara, dan perairan pesisir. Pemijahan ikan dewasa ditemukan di muara sungai, danau atau laguna dimana salinitas dan kedalaman berkisar masing-masing antara 30-32 ppt dan 10-15 m. Larva yang baru menetes (15-20 hari atau 0,4-0,7 cm) didistribusikan di sepanjang garis muara pantai payau sedangkan larva ukuran 1 cm dapat ditemukan di air tawar misalnya danau dan lain-lain (Bhatia dan Kungvankij, 1971). Pada kondisi alam, seabass tumbuh di air tawar dan berpindah ke air dengan salinitas tinggi untuk pemijahan. Pada saat dewasa dan juveline bersifat soliter dan rentang penyebaranya luas dan mungkin teritorial. Migrasinya adalah musiman.

FISIOLOGI IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut davis (1986), secara fisiologi ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) atau baramundi adalah ikan yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi terhadap kadar garam (euryhaline) dan merupakan jenis ikan yang hidup di sungai kemudian bermigrasi ke laut atau air payau untuk memijah (katadromous). Ikan kakap putih tersebar luas di wilayah tropis dan sub tropis Pasifik Barat dan Lautan Hindia,di antara 50°E -160°W, 24°N -25°S. Secara khusus kakap putih tersebar pada bagian Utara Asia, Utara Australia, Barat hingga Timur Africa.

MORFOLOGI IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut Murtidjo (1997) dalam Mariati (2014), ikan kakap dewasa memiliki mata merah yang jelas dan bening, mulutnya lebar sebagai ciri ikan pemangsa dengan posisi sedikit serong dari geligi halus. Warna bagian punggung biru kehijauan atau keabu-abuan dengan sirip abu-abu gelap. Bagian bawah sebelum penutup insang tumbuh duri kuat dan bagian atas penutup insang terdapat cuping bergerigi. Pada punggungnya terdapat 7 buah – 9 buah sirip berjari – jari keras dan jari – jari lemah berjumlah 10 buah – 11 buah  ( D VII-IX, 10-11). Sirip dubur terdiri dari 3 jari – jari keras dan 7 – 8 jari – jari lemah (A III, 7-8). Bentuk sirip ekor bulat dan jumlah sisik pada garis rusuk antara 52 buah – 61 buat (LL 52-61), sisik transversal di atas rusuk 6 buah dab dibawahnya sekitar 6 buah – 13 buah (Ltr 6. 1.6-13).

CIRI-CIRI IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut Tarwijah (2001) dalam Mariati (2014), menyatakan ciri-ciri khusus dari ikan kakap putih adalah sebagai berikut :
·        Badan memanjang, gepeng dan batang sirip ekor lebar.
·        Pada waktu masih burayak (umur 1 ~ 3 bulan) warnanya gelap dan setelah menjadi gelondongan (umur 3 ~ 5 bulan) warnanya terang dengan bagian punggung berwarna coklat kebiru-biruan yang selanjutnya berubah menjadi keabu-abuan dengan sirip berwarna abu-abu gelap.
·        Mata berwarna merah cemerlang.
·        Mulut lebar, sedikit serong dengan geligi halus.
·        Bagian atas penutup insang terdapat lubang kuping bergerigi.
·        Sirip punggung berjari-jari keras 3 dan lemah 7 ~ 8. Sedangkan bentuk sirip.

REPRODUKSI IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut Davis (1986), menyatakan bahwa ikan kakap putih berdasarkan siklus hidupnya, merupakan hewan hemaprodit protandri, yaitu diawal fase reproduksi mempunyai kelamin jantan dan setelah mencapai umur lebih dari 6 – 8 tahun lalu berubah kelamin menjadi betina. Testis mulai terbentuk pada ukuran panjang total antara 25 – 35 cm, terdapat kecenderungan semakin mendekati garis equator, pematangan seksual jantan terjadi lebih awal dibandingkan dengan yang berada jauh dari garis aquator. Di Indonesia dan Australia Utara pematangan kelamin jantan terjadi pada umur 1 – 2 tahun (panjang total ± 29 cm), sedangkan di Quensland pada umur 3 – 5 tahun atau pada saat panjang total mencapai 53 – 60 cm Biasanya ikan Kakap Putih beruaya ke area pemijahan pada akhir musim panas dan musim pemijahan terjadi pada awal musim penghujan. Pemijahan pada musim penghujan terjadi akibat perubahan suhu dan salinitas di perairan. Salinitas dan suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi siklus pemijahan ikan Kakap Putih, musim pemijahan akan terlambat bila musim hujan datangnya terlambat.

PERAN IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS DI PERAIRAN
Menurut Mathew (2009) dalam Mariati (2014), ikan kakap putih mempunyai toleransi terhadap variasi kadar garam dan bersifat katadromous yaitu dibesarkan di air tawar dan kawin di laut. Ikan kakap merupakan spesies ikan euryhaline dan katadromous. Ikan dewasa ditemukan di muara sungai, danau atau laguna dimana salinitas dan kedalaman berkisar antara 30–32 ppt dan 10–15m Estuarine. Oleh karena itu, ikan kakap putih dapat dipelihara, baik di lingkungan air laut, payau maupun tawar. Suhu optimum bagi pertumbuhannya berkisar 27-30 derjat celcius dan pH 7-8.

TINGKAH LAKU IKAN KAKAP PUTIH, BARAMUNDI, ATAU SEABASS
Menurut michelle (2009) dalam Mariati (2014), Menyatakan bahwa ikan kakap putih pada umumnya merupakan jenis ikan karnivora, makananya terdiri dari ikan-ikan kecil, crustacea, invertebrate, makanan utama ikan kakap adalah ikan, tetapi sering didapatkan makan udang, kepiting, stomatopoda, amphipoda dan grastopoda. Namun kebiasaan makan sangat dipengaruhi oleh umur ikan (bukan mulut), sehingga dugaan kuat terhadap ikan yang mengkonsumsi plankton merupakan jenis ikan yang bukaan mulutnya masih kesil atau anakan ikan, sebelum merubah makananya menjadi karnivora.

MANFAAT IKAN KAKAP PUTIH

1. Mampu mengatasi kelumpuhan ringan
Tahukah kamu apabila konon sirip pada ikan barramundi ternyata dapat bermanfaat dalam mengatasi kelumpuhan ringan? Hal itu ternyata berdasarkan kandungan manfaat dalam sirip ikan barramundi yang mengandung kalsium dan forsfor yang mana biasa digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk pemulihan tulang.

2. Antioksidan alami
Ikan barramundi mengandung taurin dan selenium yang mana sangat bermanfaat sebagai salah satu antioksidan. Tentunya bagi kamu yang tidak mau melewatkan antioksidan alami, jangan ragu untuk mengonsumsi ikan jenis ini karena kandungan antioksidan alami didalamnya.

3. Bermanfaat bagi kecerdasan kognitif
Seperti halnya beberapa jenis ikan lain yang sangat bermanfaat untuk kecerdasan kognitif, maka ikan barramundi juga dapat menjadi salah satu pilihan. Kandungan taurin dan selenium mampu bermanfaat tidak hanya sebagai antioksidan, namun juga untuk kecerdasan kognitif sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh anak kecil.

4. Menjaga kesehatan mata
Memiliki mata yang sehat tentu saja menjadi idaman bagi semua orang. Kandungan vitamin A memiliki posisi yang utama dalam menjaga kualitas kesehatan pada mata sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A. Tidak hanya ditemukan dalam buah dan sayuran, vitamin A juga dapat ditemukan pada beberapa jenis ikan seperti barramundi.

5. Menjaga kesehatan jantung
Barramundi memiliki kandungan omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan jantung sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsinya. Perpaduan antara omega-3 dan asam lemak omega-6 tentunya sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jantung dan juga fungsi pada kardiovaskular.

PENULIS
Eka Ratna Sari
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
AFRISRAMYRAJ, R. 2014. Pengaruh Pemberian Biji Buah Keben (barringtonia asiatica) dengan Dosis Yang Berbeda Dalam Proses Anestesi Calon Ikan Kakap Putih (lates calcarifer bloch)
DAVIS. 1986.     Budidaya Ikan Kakap Putih (lates calcarifer bloch). di Karamba Jaring Apung.
MARIATI. 2014. Teknik Pembenihan Ikan Kakap Putih (lates calcarifer). di PT.Phillip Seafood, Desa Sumderkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.
http://aquaculture-mai.org/archives/2419

No comments:

Post a Comment