Friday, March 27, 2020

Agama Islam Konflik Intoleransi Umat Beragama Di Indonesia


Bangunan, Masjid, Matahari Terbenam, Bayangan Hitam

KONFLIK INTOLERANSI UMAT BERAGAMA DI INDONESIA
Konflik diartikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya, Agama berarti suatu sistem, prinsip kepercayaan terhadap Tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. Dapat juga didefinsikan sebagai perangkat nilai atau norma moral spiritual kerohanian, Konflik agama adalah konflik yang bukan terjadi karena agama melaikan mengarah pada masalah politik, ekonomi, maupun sosial tapi dibungkus dengan agama.

CONTOH KONFLIK AGAMA
Tahun 1996, 5 gereja dibakar oleh 10.000 massa di situbondo karena adanya kesalahpahaman, Bentrok antara mahasiswa SETIA (Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar) dengan masyarakat setempat, Perbedaan pendapat antar kelompok islam seperti, FPI dan Muhammadiyah, Kasus pembakaran masjid dan kios-kios kecil di Tolikara Papua saat idul fitri 2015.

FAKTOR YANG MENYEBABKAN KONFLIK AGAMA
Perbedaan Pendapat dan Sikap Mental, Perbedaan Suku dan Ras Pemeluk Agama, Perbedaan Tingkat Kebudayaan, Masalah Mayoritas dan Minoritas Golongan Agama.

DAMPAK DARI KONFLIK YANG TERJADI ANTAR UMAT BERAGAMA

SECARA LANGSUNG
Menyebabkan putusnya tali silaturrahmi, Perubahan kepribadian seperti rasa benci dan curiga, Hancurnya harta benda dan korban jiwa, Lumpuhnya roda perekonomian, Pendidikan formal dan informal terhambat.

DAMPAK TIDAK LANGSUNG
Menimbulkan efek secara tidak langsung oleh pihak yang tidak terlibat konflik, Menyebabkan ketakukan atau trauma saat ada dilingkungan luar.

CONTOH KONFLIK DI TOLIKARA PAPUA 2015
Terjadi tanggal 17 juli 2015 bertepatan dengan idul fitri di kabupaten Tolikara, Papua yang menyebabkan satu orang meninggal dan belasan terluka karena tembakan aparat, serta puluhan kios dan sebuah musholla di dekatnya dibakar. 

SOLUSI UNTUK MENYELESAIKAN KONFLIK AGAMA
Sikap saling menahan diri terhadap ajaran yang mungkin berlawanan dengan ajaran golongan agama lain, Sikap saling menghormati hak orang lain, Sikap saling mempercayai, Usaha untuk memahami ajaran dan keyakinan agama orang lain, Mengemukakan keyakinan agama sendiri dengan bijaksana agar tak menyinggung agama lain, Saling membantu dalam kegiatan sosial, Perintah ajaran islam untuk menjaga kerukunan bagi setiap manusia

DALIL LAINNYA YAITU SURAH AL- HUJARAT : 10-12
"Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat." "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolokolokkan) wanita lain, (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk, sesudah iman, dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang."(Al-Hujurat :10-12).

PENULIS
Tutut Ma’rufah
Zulfatun Nadlifah
Arizal Indra
M. Noorhadiansyah
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment