Saturday, February 8, 2020

Ikan Manyung; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan manyung adalah ikan laut yang biasa ditangkap dan diolah sebagai ikan asin yang disebut jambal roti. Ikan ini adalah anggota bangsa ikan berkumis (Siluriformes), famili Ariidae.

KLASIFIKASI IKAN MANYUNG
Menurut Saanin (1968), ikan Manyung (Arius thalassinus) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Pisces
Subclass
: Teleostei
Ordo
: Ostariophysis
Famili
: Ariidae
Genus
: Arius
Spesies
: Arius thalassinus

MORFOLOGI IKAN MANYUNG
Ikan Manyung hidup di perairan estuari dan laut. Kebanyakan ikan ini hidup di dua habitat, yaitu mula-mula di air tawar lalu beruaya ke perairan estuari untuk memijah. Ruaya ikan Manyung ini sampai ke laut lepas. Ikan Manyung dapat dikelompokan sebagai ikan demersal besar. Bentuk badan memanjang, kepala picak (gepeng), bersungut tiga pasang (dua pasang pada rahang bawah dan satu pasang pada rahang atas). Perisai kepala beralur dan berbintik. Ciri khusus dari ikan ini adalah adanya adipose fin, yaitu sirip tambahan berupa lemak yang terletak dibelakang sirip dorsal dan tidak berhubungan. Sirip punggung, dada, dan dubur masing-masing berjari keras satu dan mengandung bisa. Sirip lengkap yaitu sirip dorsal, ventral, pektoral, anal, dan caudal. Mulut tidak dapat disembulkan dengan posisi mulut terminal. Linea literalis lengkap berada di permukaan kulit, karena tidak mempunyai sisik dan berada di atas sirip pektoral. Warna merah sawo atau merah sawo keabuan bagian atas, putih merah maya-maya bagian bawah. Sisip-siripnya (punggung, dubur) ujungnya gelap. Jenis ikan ini dapat berukuran besar. Umumnya tertangkap pada ukuran 250-700 mm dan dapat mencapai panjang 1500 mm. Berat ikan Manyung berkisar antara 190-4500 gram pada panjang 195-580 mm, dan 553-5000 gram pada panjang 280-600 mm.

HABITAT IKAN MANYUNG
Menurut Kailola (1980) dalam Moosa (1987), suku Ariidae hidup di ketiga wilayah tropis dunia, yaitu Atlantik tengah, Laut Merah, dan Samudera Hindia hingga ke Indonesia, Filipina, Taiwan, Papua Nugini dan Australia Utara. Pusat penyebaran utama suku Ariidae ini berada di bagian Utara Amerika, Selatan India, Indonesia, dan Papua Nugini. Persebaran Ikan Manyung di Dunia Penyebaran ikan Manyung di Indonesia meliputi perairan laut barat Sumatera Selatan, Jawa, Selat Malaka, Timur Sumatera, Utara Jawa, Bali-Nusa Tenggara Timur, Selatan dan Barat Kalimantan, Selatan Sulawesi, Utara sulawesi, Maluku dan Irian.

Menurut Suhendra (1991), ikan Manyung di Indonesia ini banyak ditemukan hampir di seluruh perairan pantai Indonesia terutama pada pantai yang ada muara sungainya (estuari), yaitu pada dasar perairan muara sungai menuju laut pada kedalaman 20-100 m.

Ikan Manyung (Arius Thalassinus) merupakan jenis ikan dari suku Ariidae yang mempunyai rentang salinitas yang panjang karena dapat hidup di perairan tawar, estuari, dan laut.

JENIS-JENIS IKAN MANYUNG
Terdapat sembilan jenis Ariidae yang disebut sebagai manyung (nama diberikan dengan revisinya menurut Marceniuk & Menesez 2007), yaitu


Plicofollis crossocheilos
(Bleeker, 1846) (sin. Arius crossocheilos Bleeker, 1846)
Plicofollis argyropleuron
(Kuhl & van Hasselt, 1840) (sin. Arius argyropleuron (Valenciennes (ex Kuhl & van Hasselt)))
Plicofollis nella
(Valenciennes, 1840) (sin. Arius leiotetocephalus Bleeker, 1846)
Sciades sagor
(Hamilton, 1822) ("Arius sagor")
Cryptarius truncatus
(Valenciennes, 1840) (sin. Arius truncatus)
Arius maculatus
(Thunberg, 1972)
Arius oetik
(Bleeker, 1846)
Arius microcephalus
(Bleeker, 1855)
Netuma thalassinus
(Rüppell, 1837) ("Arius thalassinus")
Arius caelatus
(Valenciennes, 1840)
Arius venosus
(Valenciennes, 1840) (sin. Arius manjong)
N. thalassinus.


Pemanfaatan manyung cukup luas, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. Selain dagingnya sebagai ikan asin, seperti disebutan sebelumnya, kepala ikan manyung digulai, dimangut, atau diasap, menjadi makanan khas pantai utara Jawa (Pantura). Kantung udara ikan ini juga diperdagangkan dan dikonsumsi. Telur manyung dapat dipepes. Kajian pengolahannya terus dilakukan. Pembuatan surimi dari manyung juga telah dilakukan.

CIRI-CIRI IKAN MANYUNG
Rumus sirip ikan Manyung yaitu: B : 5; D : I,7; A :15-18; P : I,11; V : 6. Tinggi tubuh ikan Manyung sama dengan 5,4 kali dan panjang kepala sama dengan 3,4 – lebih dari 4 kali panjang baku tubuhnya. Bentuk kelompok gigi pada rahang atas dan langit-langit ada tiga baris yaitu baris pertama terdiri dari satu kelompok menyerupai kacang tanah yang belum dikupas (tiga gelombang), baris kedua ada dua kelompok seperti jamur merang dan kelompok pada baris ketiga ada ada dua menyerupai telapak kaki. Bentuk gigi ikan ini jelas sekali berbeda dengan jenis-jenis lainnya. Jenis ikan ini dapat berukuran besar. Umumnya tertangkap pada ukuran 25 -70 cm, dan bisa mencapai panjang 150 cm. (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Osanologi- LIPI. 1987)

Ikan Manyung (Arius thalassiunus) tergolong pada famili Ariidae, mempunyai duri pada sirip dada dan sirip punggung depan. Sirip punggung belakang bentuknya kecil dan tidak berjari sirip yang dinamakan sirip lemak. Sungut ada tiga pasang yaitu dua pasang pada rahang bawah dan satu pasang pada rahang atas serta langit-langit bergigi, dan pemakan udang, moluska serta ikan kecil lainnya (Djuhanda, 1981).

MANFAAT IKAN MANYUNG
Ikan manyung banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan manyung cukup luas, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. Kajian pengolahannya terus dilakukan. Kepala ikan manyung digulai, dimangut, atau diasap, menjadi makanan khas pantai utara Jawa (Pantura). Kantung udara ikan ini juga diperdagangkan dan dikonsumsi. Telur manyung dapat dipepes. Kajian pembuatan surimi dari manyung juga telah dilakukan.

Ikan manyung (Arius thalassinus) mempunyai beragam potensi dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ikan tersebut tersebar di seluruh perairan pantai, lepas pantai Indonesia terutama di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Arafura. Bagian utara meliputi sepanjang pantai India, Thailand, dan sepanjang pantai Laut Cina Selatan serta bagian selatan pantai Australia, kecuali bagian selatan benua tersebut. Berbagai olahan berbahan dasar ikan manyung di antaranya adalah ikan asin yang disebut jambal roti, juga bagian kepala ikan ini dapat digulai, dimangut, maupun diasap yang merupakan makanan khas pantai utara Jawa (Pantura). Selain diolah, kantung udara ikan ini juga diperdagangkan untuk dikonsumsi serta telurnya pun dapat dijadikan pepes. Kajian pengolahan ikan manyung ini pun telah dikembangkan hingga pada pembuatan surimi (Anonim,2012).

Pengolahan ikan manyung biasanya dilakukan secara tradisional, karena pengolahan secara tradisional memiliki peranan sangat penting dalam mempertahankan nilai gizi dan zat berguna lainnya yang terkandung dalam ikan ini. Sebagian besar ikan yang diperoleh dari hasil tangkapan maupun budidaya, diolah secara tradisional. Dalam kebutuhan 9 (sembilan) bahan pokok, posisi olahan ikan tradisional memiliki peranan yang sangat besar untuk mengatasi masalah kekurangan gizi dan kesehatan masyarakat,disamping sumbangannya bagi devisa negara(Dirjen Perikanan,1986).

Salah satu sifat dari produk olahan tradisional ikan manyung yang beredar di pasaran sangat beragam berdasarkan tingkatan mutunya, namun pada umumnya masih relatif rendah. Hal ini disebabkan karena beragamnya mutu bahan baku yang digunakan dan kurangnya pengendalian terhadap faktor- faktor yang menyebabkan kemunduran mutu selama penanganan bahan baku, pengolahan bahan baku menjadi produk, pengemasan, penyimpanan dan distribusi produk. Ikan manyung yang salah satu hasil olahannya yang dikenal dengan istilah “jambal roti” merupakan contoh produk olahan ikan manyung secara tradisional. Istilah “jambal roti” timbul karena ikan manyung asin yang telah digoreng teksturnya rapuh seperti rapuhnya roti panggang (Burhanuddin et. al, 1987).

Potensi lain yang terdapat dalam ikan ini adalah dapat dijadikan sebagai abon dan makanan konsumsi yang berprotein tinggi untuk mencegah stroke dan penyakit jantung. Minyak dalam ikan ini memiliki kandungan Omega-3 yang sangat berguna bagi tubuh manusia. Komposisi kimia pada ikan manyung ini sangat bervariasi tergantung dari jenis ikan, jenis kelamin, kematangan seksual, umur, musim penangkapan, dan habitat. Ikan manyung juga termasuk ikan berlemak rendah dan berprotein tinggi. (Burhanuddin et.al, 1987).

Pemanfaatan ikan manyung ini cukup luas yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Manfaat yang paling besar dari ikan manyung ini adalah sebagai ikan konsumsi, bahan pangan serta bahan campuran untuk produk makanan lainnya. Kandungan protein yang tinggi dalam ikan manyung ini, memberikan manfaat yang paling besar bagi manusia untuk kesehatan dan mencegah dari penyakit seperti: jantung, stroke, dan kolesterol. Minyak dalam ikan ini merupakan lemak yang berkolesterol rendah, sehingga jika mengkonsumsi ikan ini dalam jumlah banyak tidak akan menyebabkan kelebihan kolesterol. Dalam bidang olahraga maupun rekreasi, ikan ini dapat dijadikan sebagai sport fishing, rekreasi bagi orang yang memiliki hobi memancing. Ikan manyung ini hidup didasar perairan (ikan demersal) yang dapat dimanfaatkan sebagai ikan tangkapan dengan menggunakan alat tangkap seperti: jaring, pancing, rawe, pukat, gillnet, bagan, dan serok (Burhanuddin et.al, 1987). Dalam bidang ekonomi maupun bisnis, ikan ini merupakan ikan ekonomis penting sebagai ikan konsumsi yang dapat dijadikan sebagai bahan penghasil uang dengan memperdagangkannya dalam bentuk segar (dibekukan) maupun dalam bentuk ikan asin disebut dengan ”jambal roti” yang harganya sangat mahal.

Ikan Manyung termasuk suku Ariidae dan merupakan salah satu ikan dasar (demersal) yang hidup di perairan tawar, estuari, dan laut. Ikan Manyung dapat dikelempokan sebagai ikan demersal besar. Ikan Manyung hidup di ketiga wilayah tropis dunia, yaitu Atlantik tengah, Laut Merah, dan Samudera Hindia. Ikan ini memiliki tekstur yang emput dan dapat dimanfaatkan dan diolah sebagai ikan asin atau dikenal sebagai ikan jambal roti. Selain itu, ikan Manyung pun dapat dimanfaatkan sebagai sport fishing.

Manfaat yang paling besar dari ikan manyung ini adalah sebagai ikan konsumsi, bahan pangan serta bahan campuran untuk produk makanan lainnya. Kandungan protein yang tinggi dalam ikan manyung ini, memberikan manfaat yang paling besar bagi manusia untuk kesehatan dan mencegah dari penyakit seperti: jantung, stroke, dan kolesterol. Minyak dalam ikan ini merupakan lemak yang berkolesterol rendah, sehingga jika mengkonsumsi ikan ini dalam jumlah banyak tidak akan menyebabkan kelebihan kolesterol. Dalam bidang olahraga maupun rekreasi, ikan ini dapat dijadikan sebagai sport fishing, rekreasi bagi orang yang memiliki hobi memancing.

REPRODUKSI IKAN MANYUNG
Menurut Sitanggang dan Sarwono (2002), penampilan ikan dewasa (tua) berbeda dengan yang masih muda. Perbedaan itu dapat diamati berdasarkan ukuran tubuh, warna, bentuk kepala dan dahi. Berdasarkan pengamatan selama melakukan penelitian perbedaan Ikan Manyung dewasa, dewasa-tua dan tua pada Manyung Utik dapat dilihat dari warna tubuh, warna sirip-siripnya dan bentuk kepala. Pada kelompok umur dewasa dapat dilihat bahwa warna tubuh lebih dominan putih, sirip-siripnya berwarna kemerahan dan bentuk kepala lebih lancip. Pada kelompok umur dewasa tua memiliki ukuran tubuh lebih besar dan bentuk kepala tidak selancip dibanding ikan dewasa. Warna tubuh dominan putih tetapi pada bagian tubuh tertentu terdapat warna hitam kecoklatan. Sirip-siripnya berwarna kemerahan dan pada ujung sirip berwarna kehitaman. Kelompok umur tua memiliki daging yang tidak seelastis ikan dewasa, warna tubuh putih kecoklatan (ventral) dan putih (dorsal). Sirip-siripnya berwarna kehitaman.

Berdasarkan struktur populasi Manyung Pidada tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat satu kelompok umur yaitu : kisaran panjang total 30 cm-35 cm merupakan kelompok umur remaja. Menurut Sitanggang dan Sarwono (2002), penampilan ikan dewasa (tua) berbeda dengan yang masih muda. Perbedaan itu dapat diamati berdasarkan ukuran tubuh, warna, bentuk kepala dan dahi. Berdasarkan pengamatan selama melakukan penelitian ukuran tubuh Manyung Pidada

tergolong kecil dilihat dari kisaran panjang total yaitu 30 cm-35 cm. warna tubuh lebih dominan warna putih, bentuk kepala lebih lancip dan warna sirip berwarna putih

Setiap spesies ikan memiliki ukuran mutlak yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin dan lingkungan hidupnya. Faktor lingkungan yang dimaksud adalah makanan, suhu, pH dan salinitas (Affandi et al., 1992). Yokogawa dan Tajima (1996) dalam Dewantoro (2001) menyatakan bahwa perbedaan ciri-ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu pada tubuh ikan dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti suhu perairan dan salinitas, atau karena faktor genetik yang tidak seimbang. Faktor lingkungan mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun umur ikan dari spesies yang sama, ukuran mutlaknya dapat berbeda. Oleh karena itu, standar dalam identifikasi ialah perbandingannya, seperti jarak antara panjang baku (PB) dibandingkan dengan panjang total (PT) (Affandi et al., 1992).

TINGKAH LAKU IKAN MANYUNG
Ikan manyung ditemukan hampir di seluruh perairan pantai Indonesia terutama pada pantai yang ada muara sungainya (estuari), ikan ini mencari makan dan senang berenang di dasar perairan muara sungai menuju laut pada kedalaman 20-100 m. Berdasarkan jenis makanannya, isi lambung ikan Manyung 63,79 % terdiri dari sejenis ikan,sejenis kepiting, sejenis udang, cumi, bintang laut dan sand dollar dimana organisme tersebut adalah hewan bentos, sisanya 36,20 % adalah organisme yang sudah hancur (UN). Ikan dan kepiting paling banyak dijumpai, hal ini menunjukkan pada habitatnya ikan Manyung lebih sering memangsa organisme tersebut atau ikan dan kepiting jumlahnya dominan dari pada organisme lain.

Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Ikan manyung (Arius thalassinus) dapat digolongkan sebagai ikan demersal dan bersifat omnivora yang cenderung karnivora. Komposisi isi lambung ikan manyung 23,5% terdiri dari makanan hewani (Kepiting, Cumi, Udang, Bintang Laut, Sand Dollar) sisanya 51,7% terdiri makanan yang sudah hancur (Un) dan sejenis ikan 24,7% , dimana . makanan utama ikan manyung berdasarkan Indeks Preponderancenya adalah sejenis ikan dengan nilai 28,7%, makanan pelengkap terdiri dari kepiting, udang, bintang laut, dan cumi yang memiliki indeks preponderance masing-masing 7,1% , 8,7%; 5,3%; 4,0% sedangkan sand dollar 2,0% termasuk makanan tambahan.

PERAN IKAN MANYUNG DI PERAIRAN
Ikan manyung mempuyai peran sebagai penyeimbang ekosistem di tempatnya tinggal. Sesuai dengan pernyataan Saanin, 1984; Ridwan dan Brojo (1985), manyung adalah ikan karnivora dengan pakan alaminya yaitu kepiting, crustacea, ikan kecil dan molusca, didukung pula pernyataan Burhanudin et al., (1984), dimana makanan ikan manyung biasanya terdiri dari ikan-ikan kecil dan invertebrate, secara lebih terperinci dapat dilihat pada isi perut Arius thalassinus di perairan Cilacap terdiri dari ikan, crustacean, moluska, cacing dan potongan atau bagian tubuh dari ikan dan udang. Terdapat perbedaan makanan ikan manyung dengan yang ditemukan pada penelitian komposisi isi lambung dan kondisi morfometri ikan manyung di perairan sekitar Semarang, yaitu adanya kehadiran sand dollar, dimana sand dollar adalah organisme yang tergolong echinodermata. Secara umum di daerah lain ikan manyung tidak dilaporkan memakan sand dollar namun pada perairan sekitar Semarang ikan manyung ada yang memakan sand dollar walaupun presentasenya sangat kecil yaitu dengan 4 kehadiran dari 50 sampel lambung dan nilai indeks preponderance 2,0%. Sand dollar tergolong sebagai makanan tambahan berdasarkan IP, pada lambung dimana sand dollar ditemukan biasanya dibarengi dengan makanan lain seperti cumi dan bintang laut, hal ini menunjukan ikan manyung memiliki kecenderungan bisa merubah kebiasaan makanannya. Perubahan kebiasaan makan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan habitat yang berpengaruh terhadap ketersediaan bahan makanan (Lagler, 1972).

PENULIS
Slamet
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan Tahun 2013

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan Tahun 2015

DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. 2012. Manyung [terhubung berkala].http://id.wikipedia.org/wiki. (diakses tanggal 1 Mei 2012, pukul 09.23 WIB).
Burhanudin, A.D., S. Martosewojo dan M. Hoetomo. 1987.Sumber Daya Ikan Manyung di Indonesia. LON-LIPI: Jakarta.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Ciamis. 2005. Larangan Penggunaan Bahan Kimia pada Produk Perikanan. Brosur. Dinas Kelautan dan Perikanan: Kab. Ciamis. Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armiko: Bandung.
https://id.wikipedia.org/wiki/Manyung
Marbun, A. Y., A. Ghofar dan A. Solichin. 2017. Analisis Morfometri, Jenis Dan Sebaran Tangkapan Ikan Manyung Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Journal Of Maquares. (6): 4. Hal 470-479.
Taunay, P. N., E. Wibowo K Dan S. Redjeki. 2013. Studi Komposisi Isi Lambung Dan Kondisi Morfometri Untuk Mengetahui Kebiasaan Makan Ikan Manyung (Arius Thalassinus) Yang Diperoleh Di Wilayah Semarang. Journal Of Marine Research. (2): 1 Hal 87-95.
Vivacious. 2009. Ikan Manyung (Arius thalassinus) [terhubung berkala]. http:// vivacious86.blogspot.com/2009/10/ikan-manyung-arius-thalassinus.html. (diakses tanggal 31 Oktober 2009, pukul 19.26 WIB)

2 comments: