Thursday, January 9, 2020

Udang Galah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Udang Galah adalah salah satu komoditas air tawar yang cukup bagus masa depannya karena selain harga jualnya lebih tinggi dibanding ikan air tawar lainnya juga dapat dipasarkan untuk kebutuhan dalam dan luar negeri, hal ini ditandaidengan permintaan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa. dengan kata lain udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi memperoleh keuntungan jika dikembangkan.

KLASIFIKASI UDANG GALAH
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Malacostraca
Order : Decapoda
Family : Palaemonoidea
Genus : Macrobrachium
Specific name : rosenbergii
Scientific name : Macrobrachium rosenbergii 

MORFOLOGI UDANG GALAH
Badan udang galah terdiri ruas-ruas yang ditutup dengan kulit keras, tak elastis dan terdiri dari zat chitin. Badan udang galah terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kepala dada (Cephalothiorax), badan (abdomen) dan ekor (uropoda). Bagian cephalothorax dibungkus oleh kulit keras yang disebut carapace. Pada bagaian depan terdapat tonjolan yang bergerigi disebut rostrum. Secara taksonomi rostrum mempunyai fungsi sebagai penunjuk jenis (species). Ciri khusus udang galah yang membedakan dengan jenis udang lainnya adalah bentuk rostrum yang panjang dan melengkung seperti pedang dengan jumlah gigi bagian atas 11-13 buah dan gigi bawah 8-14 buah. Pada bagian dada terdapat lima pasang kaki jalan (periopoda). Pada udang galah jantan dewasa pasangan kaki jalan ke-2 tumbuh sangat panjang dan besar, panjangnya dapat mencapai 1,5 kali panjang badannya (Hadie dan Supriyatna, 1988). Sedangkan pada udang galah betina pertumbuhan kaki jalan ke-2 tidak begitu menyolok. Bagian abdomen terdiri dari lima ruas, tiap ruas dilengkapi sepasang kaki renang (pleiopoda). Pada udang galah betina bagian ini agak melebar, membentuk semacam ruangan untuk mengerami telurnya (broadchamber). Bagian uropoda merupakan ruas terakhir dari ruas badan, yang kaki renangnya berfungsi sebagai pengayuh atau yang biasa disebut ekor kipas. Uropoda terdiri dari bagian luar ( exopoda) dan bagian dalam (endopoda) serta bagian ujungnya meruncing disebut telson.


HABITAT UDANG GALAH
Apabila diperhatikan tingkah laku dan kebiasaan hidupnya fase dewasa udang galah sebagian besar dijalani di dasar perairan tawar dan fase larva bersifat planktonik yang sangat memerlukan air payau. Udang galah mempunyai habiat perairan umum, misalnya rawa, danau, dan sungai yang berhubungan dengan laut sebagai hewan yang bersifat Eurohaline. Mempunyai sifat toleransi tinggi terhadap salinitas yaitu antara 0 – 20 ppt, Hal ini berhubungan erat dengan siklus hidupnya. Dialam udang galah dapat berpijah didaerah tawar pada jarak lebih dari 100 km dari muara sungai/laut dan membiarkan larvanya ikut terbawa aliran sungai mencapai perairan payau dengan resiko kematian yang tinggi. Secara alami penyebaran udang galah meliputi daratan Indopasifik mulai dari bagian timur benua Afrika sampai dengan kepulauan Malaysia termasuk Indonesia, Diperairan Indonesia sendiri udang galah tersebar luas mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan sampai dengan ke Papua (Wuwungan 2009).

TINGKAH LAKU UDANG GALAH
Udang galah senang mencari makanan pada malam hari,sedangkan pada siang hari berbenam diri dalam lumpur dan di balik batu karena udang galah kurang menyukai sinar matahari (Murtidjo2008). Namun apabila siang hari tidak terlalu terik, udang galah akan aktif mencari makan.

REPRODUKSI UDANG GALAH
Udang galah memijah sepanjang tahun, tidak mengenal masa kawin. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari, meskipun dapat berpijah pada siang hari. Udang galah yang siap pijah dapat dilihat dari gonadnya dengan warna merah orange yang menyebar keseluruh bagian gonad sampai cephalotorax. Sebelum memijah udang betina terlebih dahulu berganti kulit (premating moult). Pada saat berganti kulit ini kondisi udang lemah. Setelah pulih kembali terjadi pemijahan.  Spermatozoa dari udang galah jantan akan tertampung, Spermatheca menunggu saatnya telur keluar melalui melalui organ tersebut. Pada saat perjalanan telur ke ovarium ketempat pengeraman inilah terjadi pembuahan. Setelah dilakukan pemijahan dipilih induk dengan telur berwarna abu-abu.

PERTUMBUHAN UDANG GALAH
Frekuensi pergantian kulit pada udang galah berbeda-beda tergantung pada umur, jumlah dan kualitas pakan serta lingkungan hidupnya. Udang galah muda pertumbuhannya lebih pesat, sehingga proses pergantian kulitnya juga lebih cepat dibanding udang dewasa (Suhendra dan Paryono 2004).

PENULIS
Nabilla Permata Sari
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://media.unpad.ac.id/thesis/230110/2009/230110090021_2_9510.pdf
http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/08/sistem-reproduksi-udang-galah.html

No comments:

Post a Comment