Thursday, January 9, 2020

Lili Laut; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll


Lili Laut beberapa jenis memiliki stalk atau tangkai yang berasal dari daerah aboral dari calyx. Alat ini (tangkai) sebagai alat melekat pada dasar laut, seolah-olah sebagai batang dengan akar. Sebagian besar dari mereka hidup di laut yang sedang jeluknya, beberapa jenis berupa hewan laut jeluk dan beberapa jenis lagi mendiami laut dangkal, antaranya di terumbu karang. Ukurannya tidak lebih dari 40 cm panjangnya dan berwarna mencolok. Tubuhnya terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan bermula dari cakram ini setiap lengan bercabang dua atau lebih. Setiap casbang mempunyai ranting-ranting melintang yang disebut pinul (pinnulae). Cabang-cabang ini membuat hewan berbulu-bulu. Cakram sentral bentuknya seperti mangkuk dengan mulut terletak di dasar (di bawah).

KLASIFIKASI LILI LAUT
Filum : Echinodermata
Kelas : Crinoidea
Subkelas : Euchinoidea
Ordo : Comatulida
Famili : Antedonidae

Genus : Antedon
Spesies : Antedon mediterranea
Nama Daerah : Lilia Laut

MORFOLOGI LILI LAUT
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Habitatnya pada garis pantai sampai kedalaman 12000 kaki. Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis. Beberapa crinodea ada yang sesil dan ada yang berenang bebas. Sampai saat ini di perkirakan terdapat 630 spesies crinoidea yang telah diketahui. Sebagian crinoidea bersifat dioecious, tetapi ada yang monoecious. Crinoidea mengeluarkan larva yang disebut doliolaria. Crinoidea dapat beregenerasi. Tangannya di namakan pinula yang di tutupi oleh zat yang lengket untuk membantu menangkap makanan. Jumlah tangnan (pinula) antara 5-200, memiliki susunan tubuh bersimetri lima (pentaradial simetri) tubuh berbentuk cakram (disk) di dalamnya terdapat sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem saluran air, sistem respirasi,dan sistem syaraf. Tubuh dilindungi oleh lempeng kapur berbentuk perisai (ossicles). Mulut dan anus terletak di sisi yang sama yaitu di sisi oral. Pada umumnya mulut terletak di pertengahan dari disk atau disebut sebagai kondisi “endocyclic” tetapi pada beberapa anggota suku Comasteridae mulut terletak pada posisi tepi dari disk. Dari disk tumbuh lima tangan atau lebih. Percabangan tangan bisa berupa percabangan ganda atau semi ganda, atau berupa percabangan tak beraturan. Sehingga pada kenyataanya lili laut memiliki lebih dari 10 tangan, biasanya sekitar 10-200 tangan. Disepanjang tangan terdapat sistem reproduksi dan sistem pembuluh air.Pada dasar disk terdapat kaki cengkram atau cirrus, berfungsi sebagai pemegang pada substrat keras sewaktu lili laut tersebut bertengger di atas koloni karang atau pada substrat keras lainya. Kaki cengkram atau cirrus dapat sangat panjang (5cm-10cm). pada jenis yang teradaptasi di lumpur, atau berukuran sedang (1cm-4cm) untuk jenis yang hidup di terumbu karang namun untuk jenis – jenis tertentu yang hidup berlindung didalam koloni karang batu kaki cengkram ini bisa sangat tereduksi atau hilang sama sekali . kaki cengkram ini biasannya berjumlah 5-30.


HABITAT LILI LAUT
Lili laut tinggal di laut dan membutuhkan air laut dengan salinitasa agak tinggi dengan toleransi pada air laut normal samapai sedikit salinitas. Lili laut dapat hidup diadaerah perairan laut lepas , terutama yang bersubstat keras dan berarus relative kuat. Hasil pembuahan tumbuh menjadi larva muda yang belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari larva akan lepas dari pinula dan menempel di dasar laut lalu mengalami pertumbuhan menjadi kaliks dengan lengan. Jika kaliks hilang akan segera di perbaharui. Karena daya regenerasi yang tinggi.

TINGKAH LAKU LILI LAUT
Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan ciri (akar) pada bebatuan didasar laut . ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain.

CARA BERKEMBANG BIAK LILI LAUT
Echinodermata berkembang biak melalui reproduksi seksual. Reproduksi seksual pada anggota filum ini umumnya melibatkan hewan jantan dan betina yang terpisah (dioecious) dan pembebasan gamet dilakukan di air. Hewan dewasa yang radial berkembang dari larva bilateral melalui proses metamorfosis.

Reproduksi terjadi secara seksual dan bersifat gonokoris. Pembuahan terjadi secara eksternal dan telur dilekatkan pada pinula (cabang-cabang kecil pada lengan). Telur menetas menjadi larva vitellaria yang tidak makan dan berenang bebas. Selanjutnya, larva melekat pada substrat, bermetamorfosis menjadi larva pentakrinoid yang bertangkai, dan tumbuh hingga dewasa.

FISIOLOGI LILI LAUT
Sekilas mirip tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili. Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut. Mulut dan anus terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit. Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan ciri (akar) pada bebatuan di dasar laut. Ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain.

PERAN LILI LAUT DIDALAM PERAIRAN
Bagaimana jadinya jika di laut tidak ada hewan Echinodermata. Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk. Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinodermata. Salah satunya lili laut Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut

PENULIS
Muhammad Gilang R
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan Tahun 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan Tahun 2015

DAFTAR PUSTAKA
Pembelajaran biologi.2013 http://blogpembelajaranbiologi.blogspot.co.id/2013/04/crinoidea.html diakses pada 26 oktober 2015
Safitri, Dian Rachma.2010.Aktivitas dan Komponen Lili Laut http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/62503, diakses pada 27 oktober 2015.
Setowati, Tetty.2007.Biologi Interaktif. https://books.google.co.id/books?id=YeYAR_CL8aYC&pg=PA149&dq=lili+laut&hl=en&sa=X&ved=0CBoQ6AEwAGoVChMI6N_C65P4yAIVYxumCh2dQQ-E#v=onepage&q=lili%20laut&f=false diakses pada 26 oktober 2015.

No comments:

Post a Comment