Thursday, January 16, 2020

Ikan Kerapu Tikus Atau Kerapu Bebek; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Kerapu tikus atau kerapu bebek (Chromileptes altivelis) adalah jenis ikan dari keluarga Serranidae yang ditemukan di Australia, Cina, Guam, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Kenya, Malaysia, Kaledonia Baru, Kepulauan Mariana Utara, Papua Niugini, Filipina, Pulau Pitcairn, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam dan mungkin di Mozambique dan di Vanuatu. Habitat alaminya adalah karang laguna pantai. Jenis ini terancam kehilangan habitatnya.

KLASIFIKASI IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK

Phylum
: Chordata
Subphylum
: Vertebrata
Class
: Osteichtyes
Sub class
: Actinopterigi
Ordo
: Percomorphi
Sub ordo
: Percoidea
Family
: Serranidae
Genus
: Cromileptes
Species
Cromileptes altivelis

MORFOLOGI DAN CIRI-CIRI IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK
Ikan kerapu tikus mempunyai ciri-ciri morfologi sirip punggung dengan 10 duri keras dan 18-19 duri lunak, sirip perut dengan 2 duri keras dan 10 duri lunak, sirip ekor dengan 1 duri keras dan 70 duri lunak. Panjang total 3,3 - 3,8 kali tingginya, panjang kepala satu perempat dari panjang total, leher bagian atas cekung dan semakin tua semakin cekung, mata satu per enam kepala, sirip punggung semakin melebar ke belakang, warna putih kadang kecokelatan dengan totol hitam pada badan, kepala dan sirip (Evalawati et al., 2001).


Bentuk badan ikan kerapu tikus memanjang gepeng atau agak membulat, luasan antar pusat (kepala) cenderung cekung. Kepala ikan dewasa terdapat lekukan mata yang cekung sampai sirip punggung. Ketebalan tubuh sekitar 6,6-7,6 cm dari panjang spesifik. Panjang maksimal tubuhnya mencapai 70 cm. Ikan ini tidak mempunyai gigi canine (gigi pada geraham ikan). Lubang hidung besar berbentuk bulan sabit vertikal. Seluruh permukaan tubuh kerapu bebek berwarna putih (terang) hijau keabuan, berbintik bulat hitam dilengkapi sirip renang berbentuk melebar serta moncong kepala lancip menyerupai bebek atau tikus. Kerapu tikus muda, bintik hitamnya lebih besar dengan jumlah sedikit (Akbar & Sudaryanto, 2002).


HABITAT IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK
Ikan kerapu tikus banyak dijumpai di perairan batu karang, atau didaerah karang berlumpur,  hidup pada kedalaman 40 meter sampai kedalaman 60 meter.  Dalam siklus hidupnya ikan kerapu tikus muda hidup di perairan karang dengan kedalaman 0,5 – 3 meter, selanjutnya menginjak dewasa menuju ke perairan yang lebih dalam, dan biasanya perpindahan ini berlangsung pada siang dan senja hari. Telur dan larva kerapu tikus bersifat pelagis, sedangkan kerapu muda hingga dewasa bersifat demersal. Ikan kerapu termasuk kelompok ikan stenohaline (Breet dan Groves, 1979), oleh karena itu jenis ikan ikan mampu beradaptasi pada lingkungan perairan yang berkadar garam rendah.  Ikan kerapu merupakan organisme yang bersifat nocturnal, dimana pada siang hari lebih banyak bersembunyi di liang-liang karang dan pada malam hari aktif bergerak di kolom air untuk mencari makan. Parameter-parameter ekologis yang cocok untuk pertumbuhan ikan kerapu, yaitu Temperatur berkisar 24 – 31 °C, salinitas berkisar 30 – 33 ppt, kandungan oksigen terlarut lebih dari 3,5 ppm dan pH antara 7,8 – 8,0.  Perairan dengan kondisi tersebut pada umumnya terdapat pada perairan terumbu karang.


REPRODUKSI IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK
Pemijahan dilakukan dengan dua cara, yakni memanipulasi lingkungan dan dengan system rangsangan hormonal. Biasanya berlangsung antara tanggal 25 hingga tanggal 5 bulan berikutnya. Untuk merangsang ikan kerapu memijah secara alami, maka kondisi lingkungan dalam bak pemijahan dimanipulasi pasut dan suhunya (Evalawati et al., 2001). Setiap hari setelah diberi pakan pagi hari, air dalam bak pemijahan diturunkan s/d + 50 cm diatas sirip punggung. Kondisi ini dibiarkan sampai sore sekitar jam 16.00. Setelah 3 – 6 bulan, biasanya ikan kerapu akan memijah secara alami. Ketika musim pemijahan, biasanya ikan kerapu akan berkurang nafsu makannya dan khusus untuk ikan kerapu macan jantan akan berubah warna tubuhnya menjadi lebih terang diperutnya dan lebih aktif bergerak. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari antara jam 19.00 s/d jam 02.00 dini hari.


TINGKAH LAKU IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK
Kerapu tikus adalah hewan karnivora, pemakan ikan-ikan kecil, kepiting, dan udang-udangan. Ikan ini juga tanggap terhadap pakan buatan asalkan dilatih terlebih dahulu. Kerapu tikus juga mempunyai kecenderungan bersifat kanibal, namun sifat kanibal ikan kerapu tikus tidak seperti jenis kerapu lainnya dikarenakan lebar bukaan mulut kerapu tikus lebih kecil (Evalawati et al., 2001).


Sebagaimana jenis – jenis kerapu lainnya, kerapu tikus bersifat karnivora, terutama memangsa larva moluska, rotifer, mikrokrustasea, kopepoda, dan zooplankton untuk larva, sedangkan untuk ikan kerapu tikus dewasa memangsa ikan – ikan kecil, krustasea dan cephalopoda. Sebagai ikan karnivora, kerapu cenderung memangsa yang aktiv bergerak di dalam kolam air. Kerapu mempunyai kebiasaan makan pada siang dan malam hari dan lebih aktiv pada waktu fajar dan senja hari. Berdasarkan  perilaku makannya, ikan kerapu menempati struktur tropik teratas dalam piramida rantai makanan. Sebagai ikan karnivora kerapu memiliki sifat buruk yaitu kanibalisme. Kanibalisme merupakan salah satu penyebab kegagalan pemeliharaan dalam usaha pembenihan.


PERAN IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK DI PERAIRAN

Kerapu tikus hidup di kawasan trumbu karang , lokasi kapal tenggelam juga menjadi rumpon yang nyaman. Mereka berdiam di dalam lubang-lubang karang atau menempel pada dinding karang atau rumpon dengan aktivitas rlatif rendah. Kerapu tikus merupakan sejenis kerapu yang jarang-jarang sekali diperolehi oleh pemancing, dengan kata lain jarang menyambar umpan,seperti yang dilihat di atas berkepala kecil, membongkok tirus dan membesar di bahagian badan. Berat purata kerapu tikus yang direkodkan kurang dari 500 gram sehingga 1 kg dengan saiz purata 20cm atau 0.75 kaki sehingga 40cm atau 1.4 kaki. Kerapu ini juga disifat kan sebagai kerapu ‘pemalu’ dan saiz nya yang kecil yang mudah menjadi mangsa ikan lain. Kerapu tikus ini juga mempunyai isi ikan kerapu yang paling halus (high-fined grouper) dan yang paling sedap dalam keluarganya.sebab itu ikan ini jarang-jarang dijual di kebanyakan pasar ikan kerana jumlah penangkapannya kurang (Akbar & Sudaryanto, 2002).


MANFAAT IKAN KERAPU TIKUS ATAU KERAPU BEBEK

1. Mencerdaskan Otak Anak
Anak sangat membutuhkan banyak asupan gizi, vitamin dan nutrisi. Supaya memiliki tubuh yang sehat, dan dapat berfikir dengan mudah. Mengonsumsi ikan kerapu bebek secara rutin dan teratur akan bisa mencerdaskan otak dari pada tidak pernah memakannya sama sekali.

2. Khasiat Ikan Kerapu Bebek dapat Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi
Lemak memang diperlukan untuk tubuh, tetapi apabila berlebih atau tinggi itu tidak baik atau dapat berbahaya, dan bisa menyebabkan penyakit stroke dan jantung koroner. Untuk itu anda perlu mengonsumsi ikan kerapu bebek untuk menurunkan kolesterol tinggi.

3. Mengandung Asam Amino
Asam amino dalam ikan kerapu bebek dapat bermanfaat untuk meningkatkan energi, serta memperlambat pertumbuhan kanker dan tumor. Unuk anda yang kegiatan sehari-harinya padat sekali ini sangat cocok untuk asupan tubuh supaya sehat selalu.

4. Manfaat Ikan Kerapu Bebek ternyata Mengandung Taurin
Taurin adalah asam amino kondisional, diproduksi oleh tubuh dan sebagian besar ditemukan pada jantung dan otak. Penting dalam membantu pencernaan lemak, dan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak. Untuk itu anda perlu mengonsumsi ikan kerapu bebek.

PENULIS

Ayu Mandasari Nasution

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2012


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA

Akbar S. & Sudaryanto. 2001. Pembenihan dan Pembesaran Ikan Kerapu Bebek. Jakarta: Penebar Swadaya. hlm. 103.

Brett, J. R. dan T.D.D. Groves. 1979. Physiological energetics dalam W.S. Hoar, D.J. Randall dan J.R. Brett (Eds) : Fish physiology Vol VIII. Academic Press, New York.

Evalawati., M. Meiyana dan T.W. Aditya. 2001. Biologi Kerapu, Pembesaran Kerapu Bebek dan Kerapu Macan di Keramba Jaring Apung. Ditjenkan. BBL Lampung. Hal 3-6.

http://www.freshnjump.com/product/v/kerapu-tikus
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerapu_bebek
Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid I dan II. Bina Cipta. Bandung.

Weber, M & de Beaufort, L.F. 1940. The fishes of the Indo-Australian Archipelago. II. Malacoptergii, Myctophoidea, Ostariophysi: I. Siluroidea. Brill Ltd. Leiden. 404 hal.

No comments:

Post a Comment