Sunday, January 5, 2020

Cacing Palolo, Wawo, Atau Laor; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Cacing Palolo, Wawo, Atau Laor termasuk anggota kelas polychaeta dikenal dengan sebutan umum cacing laut, cacing sikat, cacing ruas. Umumnya hidup di air.Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Alat ini pun berperan sebagai alat pernafasan. Polychaeta memiliki kelamin terpisah. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora. Setae berupa berkas, biasanya ada dua berkas: notosetae (di bagian dorsal) dan neurosetae (di bagian ventral); parapodia menonjol, tipenya bernacam-macam (biramus, uniramus), kadang-kadang tereduksi; prostomium pada umumnya berkembang baik, mempunyai mata dan tentakel, dan sangat termodifikasi pada hewan sedentaria; organ reproduksi pada umumnya diosius; habitat lautan, ada juga yang hidup di lingkungan estuary, beberapa hidup di air tawar atau bahkan terrestrial (di wilayah tropic).

KLASIFIKASI CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Class : Polychaeta
Order : Eunicida
Family : Eunicidae
Genus : Palola
Species : Pala viridis

MORFOLOGI CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Cacing palolo identik dengan dua moncong, tiga antena dan kepala berbentuk sekop serta tidak adanya mulut pengait.Cacing dewasa berukuran sekitar 40 cm dan terbagi menjadi segmen-segmen yang setiap segmenya memiliki kaki semu serupa rambut.Terdapat juga beberapa tentakel sensor yang tumbuh di bagian kepala. Palolo jantan berwarna merah kecoklatan sedangkan yang betina biru kehijauan.

HABITAT CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Cacing-cacing yang termasuk dalam Filum ini, hidup di dalam tanah yang lembab, dalam laut, dan dalam air. Cacing ini hidup di pantai Pasifik bagian selatan. Cacing ini hidup di bebatuan karang dan untuk berkembangbiak, mereka menumbuhkan ekor khusus yang memuat sperma ataupun sel telur. Selama masa perkembangbiakan, ekor khusus cacing ini pecah dan muncul ke permukaan air laut lalu melepaskan telur atau sperma berupa cairan kental.

CIRI-CIRI CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Merupakan Annelida berambut banyak, Merupakan annelida Polychaeta memiliki parapodia. Parapodia adalah sepasang struktur yang menyerupai dayung, berfungsi sebagai alat gerak dan insang, sebagian besar hidup di laut, tubuh dibedakan menjadi prostomium (kepala) dan peristomium (segmen pertama).

REPRODUKSI CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Polychaeta memiliki kelamin terpisah perkembangbiakannya dilakukan secara seksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh dan terutama di dalam air. Telur yang telahdibuahi akan menjadi larva yang disebut trakofora. Beberapa spesies mengembangkan segmen khusus yang berisi gamet dan melakukan epitoksi.Segmen itu dilepaskan dan gamet meledak lalu membentuk individu baru.Pada  reproduksi  aseksual, tubuh melakukan epitoksi (pembentukan individu reproduktif) dan hewan menjadi tampak 2 bagian yang akhirnya akan membentuk individu baru.

FISIOLOGI CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya.Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.Contoh spesies Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah. Kebanyakan Polychaeta hidup di laut serta memiliki parapodia dan setae.  

PERAN CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR DI PERAIRAN
Pada umumnya Annelida hidup bebas, ada yang hidup dalam liang, beberapa bersifat komensal pada hewan-hewan aquatis, dan ada juga yang bersifat parasit pada Vertebrata. selain itu cacing palola sebagai pakan induk beberapa spesies udang dan ikan laut. Berdasarkan hasil penelitian-penelitian menunjukkan cacing palola berperan penting dalam proses bioreproduksi induk udang maupun ikan.

TINGKAH LAKU CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap. Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

MANFAAT CACING PALOLO, WAWO, ATAU LAOR
Di beberapa tempat di indonesia cacing palolo memiliki manfaat dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari.

PENULIS
Dyan Faridha M
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSAKA
http://alvyanto.blogspot.com/2012/11/phylum-annelida.html#ixzz3qa2PTtY4 Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
http://ariefnugrahaha.blogspot.co.id/p/biologi.html
http://biologi-sma-rahul.blogspot.co.id/2012/04/phylum-echinodermata-hewan-berkulit.html
http://creationwiki.org/Cushion_star
http://gluwes13.blogspot.co.id/2014/05/echinodermata.html
http://mulaidengankanan.blogspot.co.id/2012/04/tugas-pendahuluan-avertebrata-tentang.html
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/filum-echinodermata-siklus-hidup-ciri-ciri-klasifikasi-reproduksi-contoh.html
http://taufanweb.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-annelida.html
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:bpf6OOrNoBkJ:ejournal.undip.ac.id/index.php/ijms/article/download/2280/2020+&cd=2&hl=en&ct=clnk&gl=id
https://en.wikipedia.org/wiki/Culcita_novaeguineae

No comments:

Post a Comment