Monday, January 13, 2020

Kerang Simping, Scallop, Atau Scallops; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Kerang simping (Placuna placenta) adalah moluska bivalvia dari famili Pectinidae yang hidup di perairan laut, kosmopolitan (dapat ditemui di semua perairan bumi), dan bernilai ekonomi sebagai sumber makanan dan bahan kerajinan. Simping dianggap kerang yang paling aman untuk dimakan mentah. Beberapa simping yang warna cangkangnya terang dijadikan bahan baku kerajinan dari kerang.Racun, bakteri, dan virus cenderung terakumulasi di tubuhnya dalam proses penyaringan air laut oleh kerang-kerangan, tetapi pada simping bagian penyaring ini biasanya tidak dijumpai atau tereduksi .

KLASIFIKASI KERANG SIMPING
Filum
: Mollusca
Kelas
: Pelecypoda
Subkelas
: Pteriomorphia
Ordo
: Ostreoida
Famili
: Placunidae
Genus
: Placuna
Species
: Placuna Placenta
Nama umum
: Window pane shells, Window pane oyster

MORFOLOGI KERANG SIMPING
Placuna Placentamerupakan biota avertebrata dengan cangkang yang simetris (dikenal juga kelompok bivalvia). Panjang maksimum kerang simping mencapai sekitar 140 mm, dengan kedua cangkangnya datar dan bentuk cangkang hampir bundar. Kerang yang berumur muda bercangkang tipis dan transparan, sedangkan kerang yang berumur tua bercangkang tebal dan bewarna seperti pelangi. Ligamen internal memiliki struktur bentuk V yang terletak diatas dekat umbo. Bentuk V membentuk sudut 40-600. Warnanya memudar, tetapi kerang yang berumur muda agak ungu pada bagian valve paling atas (Swennen, 2001). Valve di bagian luar berwarna keputih-putihan, sedangkan bagian dalam berwarna ungu, dengan dua bagian yang sempit, memiliki bermacam-macam gigi (hinge) seperti huruf V terbalik yang terletak pada bagian atas sebelah kanan. Mereka mepunyai kaki yang digunakan untuk mencegah lumpur masuk ke insang dan organ lain dibandingkan untuk pergerakan (Allan, 1962).

CIRI-CIRI KERANG SIMPING
Ciri-ciri dijabarkan sebagai berikut
Cangkang sebelah kanan melebihi dari cangkang bagian kiri dan selalu lewati batas bagian ujung sebelah kanannya.
Cangkang kanan lebih putih, kekuningan, atau kecoklatan. Sering dengan bercak atau titik seperti pigment hitam.  Cangkang kiri berwarna merah muda terang atau mengarah ke warna coklat kemerah-merahan.
Tinggi cangkang dapat mencapai diatas 15 cm dengan alur sesuai dengan alur cangkang.
Cangkang bagian kiri relative datar, sedangkan bagian kanan relative cembung.
Hewan ini juga memiliki mata.

REPRODUKSI KERANG SIMPING
Kerang simping memiliki jenis kelamin terpisah (dioecious) dimana jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat warna dari gona. gonad betina yang matang kelamin berwarna oranye dan gonad jantan yang matang kelamin berwarna putih. Pemijahan terjadi secara alami dengan melepaskan telurnya keluar, kemudian fertilisasi terjadi secara alami di luar tubuh (fertilisasi eksternal).Simping Jantan (Placuna Placenta) Simping Betina (Placuna Placenta).

Kebanyakan bivalvia mengalami kematangan seksual tergantung pada ukuran dan umur, selain itu ukuran kematangan seksual tergantung dari spesies dan distribusi geografi. Kerang simping akan mencapai dewasa ketika berukuran 70-100 mm. Pemijahan sangat dipengaruhi oleh faktor fisika dan kimia perairan terutama temperatur. Beberapa spesies didaerah tropis melakukan pemijahan sepanjang tahun (Helm dan Bourn, 2004).

HABITAT KERANG SIMPING
Placuna sp. merupakan jenis bivalvia yang menggali lubang pada substrat dengan menggunakan kaki yang sangat panjang.Placuna sp. merupakan hewan infauna yaitu hewan yang hidupnya dengan cara menggali lubang pada substrat yang lunak dan halus butirannya. Kerang simping mendiami zona litoral, hidup di atas lumpur atau dasar lumpur berpasir di teluk perairan dangkal. Ukuran yang besar terdapat di air yang paling dalam terkubur dalam lumpur Kerang ini dapat tumbuuh secara optimal pada suhu24,5-30 °C, salinitas 18-38 ppt, PH 6,4-7,7 dan oksigen terlarut 2,5-5ppm. Mereka hidup di perairan dangkal dengan kedalaman maksimum 80 meter, tetapi ada juga yang hidup pada kedalaman 50 meter. Di daerah estuaria ada juga yang ditemukan pada kedalaman 1-2 meter pada saat air pasang atau air surut terendah (Swennen, 2001). Placuna sp.Seringkali  ditemukan  lokasi penyebaran  simping  pada perairan  dangkal  di  pantai  yang  masih  memiliki  hutan  mangrove (Swennen, 2001).

PERAN KERANG SIMPING DI PERAIRAN
Kerang simping merupakan hewan invertebrata yang kosmoploit. Simping termasuk kelompok biota invertebrate dengan cangkang yang  simetris yang dikenal juga kelompok bivalvia (memiliki dua  cangkang). Terdapat 4 jenis simping lainnya yang tersebar di perairan dunia. Kerang Simping merupakan hewan  filter feeder dengan makanan utama plankton dan detritus organik. Kerang simping akan sedikit membuka cangkangnya untuk melakukan makan dan respirasi kemudian arus air akan mengalir melalui cangkang dan partikel makanan di saring dengan menggunakan insangnya yang besar. Kerang simping memiliki jenis kelamin terpisah (dioecious) dimana jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat warna dari gonad. Kerang simping mendiami zona litoral, hidup di atas lumpur atau dasar lumpur berpasir, Seringkali ditemukan lokasi penyebaran simping  pada perairan dangkal di pantai yang masih memiliki hutan mangrove.

TINGKAH LAKU KERANG SIMPING
Tingkah laku kerang terutama kerang simping menetap di dasar perairan dengan cara membenamkan diri di dalam lumpur, pasir dan patahan terumbu karang yang sudah mati. Beberapa jenis kerang juga mempunyai cara hidup dengan menempel pada substrat keras yaitu pada bebatuan dan ada yang dapat berenang aktif di dasar perairan dengan cara mengepakkan cangkangnya (Campbell et al., 2003; Gosling, 2004).

MANFAAT KERANG SIMPING
Kerang yang bersifat stasioner dapat di pakai sebagai bioindikator lingkungan. Bioindikator lingkungan dapat didefinisikan sebagai organisme penanda yang kehadiranya atau perilakunya di alam berkorelasi dengan kondisi atau perubahan komponen lingkungan. Pencemaran merupakan dampak negatif atau pengaruh yang membahayakan terhadap kehidupan organisme dan kekayaan ekosistem serta kesehatan manusia (Wiley, 1990). Kondisi perairan tercemar dapat diteliti melalui pengukuran berbagai jenis kontaminan yang terakumulasi dalam organisme laut misalnya kerang. Kawasan perairan yang tercemar logam berat dalam jangka panjang akan mengakibatkan akumulasi pada insang kerang yang berfungsi menyaring partikel organik dan pada hepatopankreas yang bertugas dalam detoksifikasi tubuh (Beldi et al., 2006). Menurut kriteria yang digunakan Fitriyah (2007) bahwa pemilihan hewan kerang dapat dijadikan sebagai indikator biologis antara lain karena mobilitas dari hewan kerang yang terbatas sehingga kerang relatif menetap di suatu kawasan secara terus menerus, mudah diidentifikasi karena ukuran tubuhnya relatif besar, mempunyai distribusi yang luas, termasuk hewan yang menetap didalam sedimen dan dapat mengakumulasi logam berat, serta perubahan lingkungan yang tidak sesuai dengan habitat hewan kerang akan mempengaruhi keanekaragaman jenis dan sebarannya. Perubahan lingkungan perairan yang tercemar akan mempengaruhi kelangsungan hidup hewan kerang karena hewan ini mempunyai mobilitas yang terbatas dan mudah terpengaruhi oleh adanya bahan pencemar, baik bahan  pencemar fisik (suhu, pH, tekstur sedimen salinitas, dan kandungan bahan organik di sedimen), serta kimia (pH, O2, CO2) (Indriana et al., 2011). Menurut Riniatsih dan Widianingsih (2007) dengan mempelajari komposisi jenis pada suatu perairan dapat menggambarkan kondisi perairannya telah tercemar atau belum tercemar. Keanekaragaman organisme perairan terutama kerang dapat menunjukkan kondisi perairan. Bila kualitas air dalam suatu perairan rendah atau tidak baik akan menyebabkan penurunan akan keanekaragaman jenis, sebaliknya perairan dengan kualitas air yang masih baik dapat mendukung keanekaragaman jenis yang menempati lingkungan tersebut. Di kawasan perairan yang belum tercemar akan menunjukkan jumlah individu yang seimbang dari hampir jumlah jenis yang ada, sebaliknya bila perairan tercemar penyebaran jumlah individu tidak merata dan cenderung ada jenis yang mendominansi (Iswanti et al., 2012). Kerang simping juga memiliki manfaat lain yaitu:

Menurunkan Berat Badan
Manfaat yang pertama dari meyantap kerang simping adalah bisa menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan kerang simping sangat rendah kalori tapi tinggi protein. Protein yang terdapat dalam kerang simping memang kaya. Hal ini membuatmu merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan bisa terkontrol. Selain itu, kandungan protein yang ada dalam kerang simping juga bisa meningkatkan metabolisme sehingga tubuh bisa membakar lebih banyak energi.

Meningkatkan Kesehatan Otak
Kerang simping juga punya manfaat untuk meningkatkan kesehatan otak. Hal ini dikarenakan dalam kerang simping terdapat kandungan B12, zat besi, omega 3, serta fosfor. Kandungan tersebut bisa menjaga kesehatan otak dan membantu mengembangkan fungsi kognitif otak. Selain itu, dengan runtin mengonsumsi kerang simping, resiko penyakit berbahaya alzheimer dan demensia juga bisa terhindarkan.

Menjaga Kesehatan Jantung
Manfaat selanjutnya adalah bisa menjaga kesehatan jantung. Dalam kerang simping terdapat kandungan magnesium dan potasium yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil dan normal. Dengan begitu, detak jantung juga bisa terus stabil. Dengan demikian, resiko penyakit jantung bisa kamu hindari dengan rutin mengonsumsi kerang simping.

Mengurangi Kolesterol Jahat
Tahukah kamu kalau kerang simping juga bisa mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh? Hal ini dikarenakan dalam kerang simping terdapat lemak sehat omega 3 yang bisa mengurangi kandungan kolesterol jahat berlebih pada tubuh. Jika kolesterol jahat berkurang, pastinya beberapa penyakit yang berisiko seperti serangan jantung dan stroke bisa terhindari. Selain itu, sirkulasi darah dalam tubuh juga bisa menjadi lebih baik.

Menyeimbangkan Hormon
Manfaat yang terakhir dar menyantap kerang simping adalah bisa menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Kandungan zinc dan fosfor di dalamnya bisa menjaga hormon tetap seimbang dengan menstabilkan kelenjar endokrin. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang tidak diinginkan.

PENULIS
Yuli Andriyanto
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Allan.1962. Hewan Air.London. Theyc.Y Mosby Company
Helm and Bourn.2004.Avertebrate Water. USA: W,B Sounders Company
https://id.wikipedia.org/wiki/Simping
https://pergikuliner.com/blog/suka-makan-kerang-simping-cek-manfaatnya-untuk-tubuhmu
Romimahtarto dan sri juwana. 2007. Biologi Laut. Malang: Alfabeta
Romimahtarto.2009. Biologi laut. Malang. Alfabeta
Swenmen.2001. Avertebrata dan Invertebrata Air. USA: W,B Sounders Company
Wijarni. 1984. Avertebrata Air. Universitas Brawijaya
Zipcodezoo.2015.http://www. zipcodezoo.com. diakses pada tanggal 4 November 2015

No comments:

Post a Comment