Thursday, January 2, 2020

Cacing Kremi; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll


Gambar Cacing Kremi Sumber repository.unimus.ac.id

Cacing Kremi (Enterobius vermicularis) adalah cacing yang dapat masuk ke tubuh melalui makanan, pakaian, bantal, sprai serta inhalasi debu yang mengandung telur yang kemudian akan bersarang di usus dan akan dihancurkan oleh enzim usus, telur yang lolos akan berkembang menjadi larva dewasa. Nama umum yang dipakai untuk cacing ini ada banyak, seperti Enterobius vermicularis, Pinworm, Buttworm, Seatworm, Threadworm, dan dalam bahasa indonesia disebut Cacing Kremi. Kemudian penyakit yang ditimbulkannya disebut Oxyuriasis atau Enterobiasis

KLASIFIKASI CACING KREMI
Kerajaan : Animalia
Filum : Nematoda
Kelas : Secernentea
Upakelas : Spiruria
Ordo : Oxyurida
Famili : Oxyuridae
Genus : Enterobius
Species : Enterobius vermicularis
Nama Lokal : Cacing kremi

MORFOLOGI CACING KREMI
Nemathelminthes memiliki tubuh berbentuk bulat panjang seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing. Cacing ini memiliki rongga tubuh semu, sehingga disebut sebagai hewan pseudoselomata. Nemathelminthes umumnya memiliki ukuran tubuh yang mikroskopis, namun ada pula yang mencapai panjang 1 meter. Individu betina berukuran lebih besar daripada individu jantan.

Ukuran jantan : 2-5 mm x 0,1-0,2 mm, betina : 8-13 mm x 0,3-0,5 mm, Mulut simple 3 bibir yang mengelilinginya, Ujung anterior dan posterior runcing, Pada ujung posterior jantan : melingkar tajam ke ventral, Pada betina ujung posteriornya berbentuk sebagai ekor, lurus, dan runcing.

Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi kutikula untuk melindungi diri dari enzim pencernaan yang berasal dari inangnya. Kutikula ini akan semakin menguat apabila cacing ini hidup parasit pada usus inang daripada hidup bebas. Sistem pencernaan cacing ini telah lengkap, terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus. Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada ujung posterior. Beberapa jenis ada yang memiliki kait pada mulutnya. Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi. Cairan pseudoselom yang akan mengalirkan makanan ke seluruh tubuh dan pernapasan akan berlangsung secara difusi melalui permukaan tubuh.

Cacing ini terdapat di seluruh dunia, tetapi paling prevalen di daerah iklim sedang dan tropis. Namun, dengan makin banyaknya dijual bebas obat cacing, maka prevalensinya mulai menurun. Di negara yang berkembang seperti di Amerika dan Eropa, cacing ini dianggap paling prevalen dibandingkan dengan prevalensi cacing-cacing lain, sebab pada musim dingin kebanyakan orang berpakaian tebal yang menyebabkan suhu dalam pakaian sangat ideal bagi kehidupan cacing ini.


Cacing ini sebagian besar menginfeksi anak-anak, meski tak sedikit orang dewasa terinfeksi cacing tersebut. Meskipun penyakit ini banyak ditemukan pada golongan ekonomi lemah, pasien rumah sakit jiwa, anak panti asuhan, tak jarang mereka dari golongan ekonomi yang lebih mapan juga terinfeksi.

CIRI-CIRI CACING KREMI
Cacing betina berukuran panjang 8 – 13 mm, lebar 0,3 – 0,5 mm dan
mempunyai ekor yang meruncing. Bentuk jantan lebih kecil dan berukuran panjang 2-5 mm, lebar 0,1 – 0,2 mm dan mempunyai ujung kaudal yang melengkung.

MANFAAT CACING KREMI
Cacing kremi bersifat parasit pada manusia sehingga tidak memiliki manfaat berikut merupakan penyebab cacing kremi; Rasa gatal hebat di sekitar anus, Rewel (karena rasa gatal dan tidurnya pada malam hari terganggu), Kurang tidur (biasanya karena rasa gatal yang timbul pada malam hari ketika cacing betina dewasa bergerak ke daerah anus dan menyimpan telurnya di sana), Nafsu makan berkurang, berat badan menurun (jarang terjadi, tetapi bisa terjadi pada infeksi yang berat), Rasa gatal atau iritasi vagina (pada anak perempuan, jika cacing dewasa masuk ke dalam vagina), Kulit di sekitar anus menjadi lecet, kasar, atau terjadi infeksi (akibat penggarukan).

HABITAT CACING KREMI
Cacing ini terdapat di seluruh dunia, tetapi paling prevalen di daerah iklim sedang dan tropis. Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut Hidupnya ada yang bebas dan ada pula yang bersifat parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan lain. Nemathelminthes yang hidup secara bebas berperan sebagai pengurai sampah organik, sedangkan yang hidup secara parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya.  Nematoda banyak hidup bebas di alam dan memiliki daerah penyebaran yang sangat luas, mulai dari daerah kutub yang dingin hingga daerah tropis yang panas, dari padang pasir hingga laut yang dalam. Nematoda dapat ditemukan di laut, air payau, air tawar, maupun tanah. Nematoda yang hidup bebas memakan sampah organik, kotoran hewan, bangkai, tanaman yang membusuk, jamur, ganggang, dan hewan kecil lainnya. Namun banyak pula yang hidup parasit pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Nematoda yang hidup parasit pada manusia dapat ditemukan di berbagai organ, misalnya usus halus, anus, pembuluh limfa, pembuluh darah, paru-paru, jantung, dan mata.

REPRODUKSI CACING KREMI
Nemathelminthes umumnya bereproduksi secara seksual karena sistem reproduksinya bersifat gonokoris, yaitu alat kelamin jantan dan betinanya terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi dilakukan secara internal. Hasil fertilisasi dapat mencapai lebih dari 100.000 telur per hari. Saat berada di lingkungan yang tidak menguntungkan, maka telur dapat membentuk kista untuk perlindungan dirinya. Cacing betina yang gravid mengandung 11.000 – 15.000 butir telur, bermigrasi kedaerah perianal untuk bertelur dengan cara kontraksi uterus dan vaginanya. Telur-telur jarang dikeluarkan diusus, sehingga jarang ditemukan di dalam tinja. Telur menjadi matang dalam waktu kira-kira 6 jam setelah dikeluarkan, pada suhu badan. Telur resisten terhadap desinfektan dan udara dingin. Dalam keadaan lembab telur dapat hidup sampai 13 hari.  Kopulasi cacing jantan dan betina mungkin terjadi di sekum. Cacing jantan mati setelah kopulasi dan cacing betina mati setelah bertelur. Infeksi cacing kremi terjadi bila menelan telur matang, atau bila larva dari telur yang menetas didaerah perianal bermigrasi kembali keusus besar.

TINGKAH LAKU CACING KREMI

Gambar Cacing Kremi Sumber repository.unimus.ac.id

Cacing betina dewasa yang telah dibuahi akan mulai bermigrasi ke anus untuk bertelur. Telur yang dihasilkan oleh cacing betina desawa per hari sekitar 11.000 butir yang diletakkan di daerah perianal. Telur tersebut akan menjadi infeksius setelah berumur 6 jam. Telur yang infeksius ini biasanya mengandung protein yang mudah mengiritasi dan mudah lengket baik pada rambut, kulit atau pakaian. Telur akan tinggal disitu sampai 2-6 minggu. Telur yang tertelan dan masuk kedalam tubuh manusia akan menetas didalam usus (daerah sekum) dan kemudian akan berkembang menjadi cacing dewasa. Cacing betina mungkin memerlukan waktu kira-kira 1 bulan untuk menjadi matur dan mulai dengan produksi telurnya. Setelah membuahi cacing betina, cacing jantan biasanya mati dan mungkin akan keluar bersama tinja. Didalam cacing betina yang gravid, hampir seluruh tubuhnya dipenuhi oleh telur. Pada saat ini cacing betina akan turun kebagian bawah kolon dan keluar dari anus untuk meletakkan telurnya didaerah perianal, dan siklus kembali berputar lagi. Telur cacing Enterobius vermicularis yang diletakkan di perianal akan menjadi infek  menetas di dalam usus (daerah sekum) dan kemudian akan berkembang menjadi dewasa. Cacing betina mungkin memerlukan waktu kira-kira 1 bulan untuk menjadi matur dan mulai dengan produksi telurnya. Setelah membuahi cacing betina, cacing jantan akan mati dan mungkin akan keluar bersama tinja. Di dalam cacing betina yang gravid, hampir seluruh tubuhnya dipenuhi oleh telur. Pada saat ini cacing betina akan turun ke bagian kolon dan keluar melalui anus, telur-telur akan diletakkan di perianal dan di kulit perineum.

Manusia terinfeksi bila menelan telur infektif, telur akan menetas di dalam usus (daerah Sekam), dan kemudian akan berkembang menjadi dewasa. Cacing betina mungkin memerlukan waktu kira-kira satu bulan untuk menjadi matang dan mulai untuk produksi telurnya. setelah membuahi cacing betina, cacing jantan biasanya mati dan mungkin akan keluar bersama tinja. Didalam cacing betina yang gravid, hampir seluruh tubuhnya dipenuhi oleh telur. Pada saat ini bentuk betina akan turun ke bagian bawah kolon dan keluar melalui anus, telur-telur akan diletakkan diperianal di kulit perinium.

Kadang-kadang cacing betina dapat bemigrasi ke vagina. Diperkirakan juga bahaya setelah meletakkan telur-telurnya, cacing betina kembali masuk ke dalam usus; tetapi hal ini belum terbukti. Kadang-kadang apabila bolus tinja keluar dari anus, cacing dewasa dapat melekat pada tinja dan dapat ditemukan dipermukaannya. Untuk diagnosis infeksi ini, cacing dewasa dapat di ambil dengan pita perekat. Meskipun telur biasanya tidak diletakkan di dalam usus, beberapa telur dapat ditemukan di dalam tinja. Telur tersebut menjadi matang dan infektif dalam waktu beberapa jam.15 Telur cacing kremi tampak seperti bola tangan (American Football) dengan satu sisi mendatar. Bentuknya lonjong, bagian lateral tertekan, datar di satu sisi dan berukuran panjang 50-60µm, lebar 20-30µm.

PERAN CACING KREMI DI PERAIRAN
Cacing kremi merupakan makanan bagi organisme yang hidup diperairan. Hal ini dikarenakan tubuhnya yang kecil. Cacing kremi hidup pada dasar laut, ada juga yang hidup dipermukaan. Biasanya, cacing ini hidup di perairan yang berlumpur. Oleh karena itu, cacing ini dapat dijadikan sebagai indicator baik atau buruknya suatu perairan.

PENULIS
Bella Marzalika Savira
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo, M. Djambitu. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga
http://repository.unimus.ac.id/1091/3/BAB%20II.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Enterobiasis
Nontji, Anugerah. 2007. Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan
Rusyana, Adun. 2013. Zoologi Invertebrata. Jakarta: Alfabeta
Ulfah,Maria.2012.http://adelaidearsenal.blogspot.co.id/2012/12/gurita.html diakses pada 2 November 2015
Wikipedia. 2015. http://www.wikipedia.co.id/ diakses pada tanggal 2 November 2015
Zipcodezoo. 2015. http://www.zipcodezoo.com/ diakses pada tanggal 2 November 2015

No comments:

Post a Comment