Wednesday, January 1, 2020

Kerang Dara Atau Kerang Darah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Kerang Dara atau Kerang Darah (Anadara granosa) adalah sejenis kerang yang biasa dimakan oleh warga Asia Timur dan Asia Tenggara. Anggota suku Arcidae ini disebut kerang darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya. Budidaya kerang darah sudah dilakukan dan ia memiliki nilai ekonomi yang baik. Meskipun biasanya direbus atau dikukus, kerang ini dapat pula digoreng atau dijadikan satai dan makanan kering ringan. Ada pula yang memakannya mentah. Menurut Moeljanto dan Heruwati (1975) diacu dalam Kasry (2003), kerang darah merupakan salah satu jenis kerang yang mempunyai nilai ekonomis penting dan disukai masyarakat. Selanjutnya Ismail (1971) diacu dalam Kasry (2003) mengatakan kerang darah mempunyai rasa yang guring karena mengandung lemak dan kadar protein yang tinggi. Komposisi kimia kerang dara (Anadara sp.) adalah air 83%, lemak 0.91%, protein 10.33% dan kadar abu 1.84% (Moeljanto dan Heruwati 1975 diacu dalam Kasry 2003). Kerang darah yang telah dewasa yang berukuran diameter 4 cm dapat memberikan sumbangan energi sebesar 59 kalori serat mengandung 8 gram protein, 1.1 gram lemak, 3.6 gram karbohidrat, 133 mg kalsium, 170 mg phosfor, 300 SI vitamin A dan 0.01 mg vitamin B1 (Karnadi 1991 diacu dalam Kasry 2003). Kerang merupakan mahkluk “filter feeder” yang mengakumulasi bahan-bahan yang tersaring di dalam insangnya. Dalam prosesnya bakteri dan mikroorganisme lain yang ada di sekelilingnya dapat terakumulasi dan mencapai jumlah yang membahayakan untuk dikonsumsi (Leslie dan lee 1984 diacu dalam Kasry 2003). Budiman (1975) diacu dalam Kasry (2003) menyatakan bahwa tercatat 20 jenis kerang dari famili Acidae, sedangkan yang dimanfaatkan untuk di ambil dagingnya masih terbatas pada kerang dara (Anadara granosa), kerang bulu (Anadora inflata) dan kerang gelatik (Anadora antiquata).

KLASIFIKASI KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Kerang dara (Anadara sp.) termasuk hewan lunak yang hidup pada perairan yang berlumpur. Menurut Boom (1985) diacu dalam Kasry (2003) klasifikasi kerang darah adalah sebagai berikut :
Kindom : Animalia
Fillum : Moluska
Kelas : Bivalva
Subkelas : Pteriomorphia
Ordo : Arcoida
Famili : Arcidae
Subfamili : Anadarinae
Genus : Anadara
Spesies : Anadara granosa

MORFOLOGI KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Seperti kerang pada umumnya, kerang darah merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan penghubung kedua valve tersebut. Kerang darah mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas 3 lapisan, yaitu periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi sebagai pelindung. lapisan prismatic tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma, lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel. Puncak cangkang disebut umbo dan merupakan bagian cangkang yang paling tua. Garis-garis melingkar sekitar umbo menunjukan pertumbuhan cangkang. Mantel pada pelecypoda berbentuk jaringan yang tipis dan lebar, menutup seluruh tubuh dan terletak di bawah cangkang. Beberapa kerang ada yang memiliki banyak mata pada tepi mantelnya. Banyak diantaranya mempunyai banyak insang. Umumnya memilikikelamin yang terpisah, tetapi diantaranya ada yang hermaprodit dan dapat berubah kelamin. Kakinya berbentuk seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan keluar. Kaki kerang berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kerang bernafas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Insang ini berbentuk lembaran-lembaran (lamela) yang banyak mengandung batang insang. Antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel yang merupakan jalan keluar masuknya air.

CIRI-CIRI KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Hewan berkaki pipih, cangkok berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) terdapat dibagian posterior (punggung). Cangkol tersusun dari zat kapur dan terdiri dari tiga lapisan, yaitu : Periostrakum (luar), Prismatik (tengah, tebal), Nakreas (dalam, disebut pula sebagai lapisan mutiara). Alat pernapasan kerang berupa insang dan bagian mantel. Insang kerang berbentuk W dengan banyak lamella yang mengandung banyak batang insang. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada insang dan sebagian mantel. Mantel terdapat di bagian dorsal meliputi seluruh permukaan dari cangkang dan bagian tepi. Antara mantel dan cangkang terdapat rongga yang di dalamnya terdapat dua pasang keping insang, alat dalam dan kaki. Alat peredaran darah sudah agak lengkap dengan pembuluh darah terbuka. System pencernaan dari mulut sampai anus.

System saraf kerang terdiri dari 3 pasang ganglion yang saling berhubungan: ganglion anterior terdapat di sebelah ventral lambung, ganglion pedal terdapat pada kaki, ganglion posterior terdapat disebelah ventral otot aduktor posterior.

Kerang berkulit ganda secara menyamping dimampatkan conchiferans tertutup dengan suatu kulit/kerang yang terdiri atas dua klep bersendi secara di belakang oleh suatu ikatan sendi. Rongga mantel melingkupi tubuh berisi suatu pasang ctenidia yang diperbesar, dan mantel pantat sering diperluas ke dalam pipa pemindah. Mereka bersifat bentos, sering kali geronggang, atau mungkin epifit dan mereka menduduki suatu  angkatan laut yang luas dan tempat kediaman air tawa(Pratt, 1923)

Anadara granosa dan Anadara antiquata hubungannya sangat erat, karena itu banyak kesamaan pada spesies ini. Pada Anadara granosa bentuknya lebih besar, garis tubuhnya lebar, dan warnanya cokelat dan putih, memilki gerigi. Sedangkan pada Anadara antiquata bentuknya lebih kecil, garis tubuhnya kecil, warnanya cokelat kehitaman, dan sekujur tubuhnya berbulu. struktur tubuh memiliki cangkok yang terdiri dari 2 bagian, kedua cangkok tersebut disatukan oleh suatu hinge (terletak di permukaan dorsal). memilki 3 lapisan pada cangkok, yaitu periostrakum, prismatik dan nakreas. Bagian dari cangkok yang membesar atau menggelembung dekat sendi disebut umbo. Di sekitar umbo terdapat garis konsentris yang menunjukkan garis interval pertumbuhan. Sel epitel bagian luar dari mantel menghasilkan zat pembuatan cangkok.

FISIOLOGI KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Cangkang adalah  rangka luar pada kerang. Cangkang ini dibentuk oleh sel-sel cangkang (epitel mantel) yang mengeluarkan secreta . Cangkang terdiri dari 3 lapisan dari luar kedalam, adalah : (a) Periostracum yang berwarna hitam terbuat dari bahan tanduk yang disebut cocchiolin, (b) Prismatic yang tersusun dari kristal-kristal kalsium karbonat (zat kapur yang berbentuk prisma ), (c) Lapisan nacreas (mutiara) ,juga terdiri dari kristal-kristal kalsium karbonat (zat kapur yang berbentuk prisma tetapi susunannya lebih rapat, (d) Engsel cangkang dibentuk oleh jaringan ikat yang disebut ligamentum. Kedua cangkang dapat membuka dan menutup , karena adanya dua otot adductor ,satu terletak di bagian anterior dan satunya lagi terdapat di bagian posterior.

Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dalam kadar yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan batu gamping, cangkang telur, keramik, atau bahan lainnya. Hal ini terlihat dari tingkat kekerasan cangkang kerang. Semakin keras cangkang, maka semakin tinggi kandungan kalsium karbonat (CaCO3) nya. Maka jika direaksikan dengan asam kuat seperti HCl dan ion logam yang terlarut dalam air dapat mengendapkan kandungan logam.

Sistem pencernaan makanan terdiri dari mulut, esophagus pendek, lambung, intestin, rektum dan anus. Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah dan sinus. Jantung terdiri dari ventrikel dan aurikel dan terletak pada perikardium.

Bernafas dengan insang yang menempel pada cangkang dan berupa lembaran yang berwarna merah (hati). Masing-masing insang dibentuk oleh 2 buah lamella, yang masing-masing bersatu pada sisi ventral. Otot adduktor pada Anadara granosa berfungsi untuk menutup dan membuka cangkang. Spesies ini memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak. Kakinya dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur.

REPRODUKSI KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Perkembangbiakan kerang secara kawin. Umumnya berumah dua dan pembuahannya internal. Telur yang dibuahi sperma akan berkembang manjadi larva glosidium yang terlindung oleh dua buah katup. Ada beberapa jenis yang dari katupnya keluar larva panjang dan hidup sebagai parasit pada hewan lain, misalnya pada ikan.

TINGKAH LAKU KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Hewan ini bersifat hermaprodit dan kebanyakan hewan ini mempunyai alat kelamin yang terpisah. Pada saat terjadi perkawinan, alat kelamin jantan akan mengeluarkan sperma ke air dan akan masuk dalam tubuh hewan betina. Melalui sifon air masuk, sehingga terjadilah pembuahan. Ovum akan tumbuh dan berkembang yang melekat pada insang dalam ruang mantel, kemudian akan menetas dan keluarlah larva yang disebut glokidium. Larva ini akan keluar dari dalam tubuh hewan betina melalui sifon air keluar, kemudian larva tersebut menempel pada insang atau sirip ikan dan larva tersebut akan dibungkus oleh lendir dari kulit ikan. Larva ini bersifat sebagai parasit kurang lebih selama 3 minggu. Setelah tumbuh dewasa, larva akan melepaskan diri dari insang atau sirip ikan dan akan hidup bebas.

HABITAT KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Kerang ini menghuni kawasan Indo-Pasifik dan tersebar dari pantai Afrika timur sampai ke Polinesia. Hewan ini gemar memendam dirinya ke dalam pasir atau lumpur dan tinggal di mintakat pasang surut. Panjang dewasanya berukuran 5 sampai 6 cm dan lebar 4 sampai 5 cm. Seperti kerang pada umumnya, kerang darah merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan penghubung kedua valve tersebut.

Kerang darah mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas 3 lapisan. Ketiga lapisan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi sebagai pelindung, (2) Lapisan prismatic tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma, (3) Lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.

Puncak cangkang disebut umbo dan merupakan bagian cangkang yang paling tua. Garis-garis melingkar sekitar umbo menunjukan pertumbuhan cangkang. Mantel pada pelecypoda berbentuk jaringan yang tipis dan lebar, menutup seluruh tubuh dan terletak di bawah cangkang. Beberapa kerang ada yang memiliki banyak mata pada tepi mantelnya. Banyak diantaranya mempunyai banyak insang. Umumnya memilikikelamin yang terpisah, tetapi diantaranya ada yang hermaprodit dan dapat berubah kelamin. - manfaat kerang darah.

Kakinya berbentuk seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan keluar. Kaki kerang berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kerang bernapas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Insang ini berbentuk lembaran-lembaran (lamela) yang banyak mengandung batang insang. Antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel yang merupakan jalan keluar masuknya air.

MANFAAT KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Kandungan yang terdapat di dalam Kerang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan biota laut lainnya, kerang merupakan salah satu sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti besi (Fe),  fosfor (P) , Flour (F), iodium (I), kalsium (Ca), Kalium (K), seng (Zn), selenium (Se) dan lain – lain. Kandungan mineral tersebut lebih mudah diserap tubuh dibandingakan dengan mineral yang berasal dari kacang – kacangan ataupun serelia. Dengan mengkonsumsi kerang secara teratur maka secara otomatis kita mendapat asupan kalsium yang memadai, sehingga kita dapat terhidar dari penyakit Osteoporosis (tulang keropos).

Meskipun Kerang mengandung kolesterol yang cukup tinggi, namun kadar lemak total maupun lemak jenuhnya rendah. Bahkan Kerang memiliki kandungan lemak tak jenuh ganda (Omega 3) yang tinggi, dan seperti yang telah kita ketahui Omega 3 dengan karakteristiknya yang unik manfaat kerang darah mampu mencegah dan mengurangi penumpukan kolesterol dan melekatnya bintik- bintik darah pada dinding pembuluh darah yang merupakan sebab utama serangan jantung dan Stroke yang mematikan.

Selain itu kerang juga merupakan sumber Vitamin larut lemak seperti Vitamin A, D, E dan K dan juga Vitamin larut air seperti B-1, B-2, B-6 (piridoxin), B-12 dan Niasin. Sekitar 300 gr kerang ternyata sudah mencukupi kebutuhan harian B-12 tubuh, dan mengkonsumsi Vitamin B-12 secara teratur ternyata mampu melindungi kolon dari resiko kanker.

Manfaat kerang darah juga merupakan sumber protein hewani yang tergolong dalam Complete Protein, karena kadar asam amino essensialnya yang tinggi (85% – 95%) protein yang terkandung didalam kerang jadi mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini berarti Kerang bisa dijadikan makanan diet yang tepat untuk mereka yang membutuhkan protein tinggi seperti Binaragawan.

Dalam sebuah penelitian di Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat menyebutkan bahwa daya serap kolesterol kerang-kerangan lebih rendah 25% dibandingkan kolesterol ayam dan kepiting. Dalam penelitian Marian T. Childs tersebut mereka melibatkan delapan sukarelawan normolipidemia (kadar lemak darah dalam kategori normal) selama tiga minggu. Selama tiga minggu tersebut mereka menjalani diet berdasarkan sumber kolesterolnya, seperti diet kerang (diet standar + kerang), kepiting (diet standar + kepiting), dan ayam (diet standar + dada ayam tanpa kulit).

Ternyata kerang darah dengan harga murah dan mudah diperoleh memiliki manfaat tersendiri yang sangat berguna dalam menyehatkan tubuh. Manfaat kerang darah tentunya sangat dibutuhkan bagi setiap orang. Akan tetapi tetap saja jika berlebihan juga tidak baik bagi tubuh, jadi konsumsilah seseuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan.

PERAN KERANG DARA ATAU KERANG DARAH
Kerang darah (Anadara granosa) hidup di dasar perairan dan diduga mampu mengakumulasi logam berat, oleh sebab itu perlu diujicobakan kemampuan hewan tersebut dalam mengakumulasi logam berat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh lama waktu pemaparan Anadara granosa dalam media uji terhadap kandungan logam berat Cd dalam tubuh Anadara granosa, serta mengetahui faktor konsentrasi dan faktor biokonsentrasi Cd (Siti Rudyanti)

PENULIS
Afrizal Indrawan
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Gloer, Peter & Georgiev, Dillian.2011.”Bulgania, A Hot Spot of Biodiversity (Gastropoda: Rissoidea)?.Journal of Conchologi (2011), Vol.40, No.5 Jr, Cleveland P. Hickman; et al.1982.Biology of Animals.London.The C.V. Mosby Company
https://tintacumi006.blogspot.com/2018/05/mengenal-kerang-darah-anadara-granosa.html
Radiopoetra.1983.Zoologi.Jakarta Pusat:Erlangga Soetarmi T, Siti dan Sugiri, Nawangsari.2002.Biologi.Edisi ke-5 Terj. Dari: Biology, 5th ed.oleh Kimball, John W.IPB:Erlangga
Rudyanti, S.Biokonsentrasi Kerang Darah (Anadara Granosa Linn)Terhadap Logam Berat Cadmium (Cd) Yang Terkandung Dalam Media Pemeliharaan Yang Berasal Dari Perairan Kaliwungu, Kendal.Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro 
Subekti, Sri; dkk.2011.Buku Ajar Avertebrata Air.Surabaya:Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Dwidjosupotro. 1986.Kerang laut. Jakarta : Gramedia
Syamsuri, Istamar., dkk.2007.Biologi 1B.Malang:Erlangga Rusyana, Adum. 2011. Zoologi Invertebrata. Bandung : Alfabetaa

No comments:

Post a Comment