Monday, October 28, 2019

Pemindangan (Penanganan Hasil Perikanan)



Pemindangan

      Proses pengolahan ikan secara tradisional dengan cara kombinasi perebusan dan penggaraman.

      Pindang mempunyai penampakan, cita rasa, tekstur, dan keawetan yang khas dan bervariasi sesuai jenis ikan, kadar garam dan cara perebusan.

      Ikan yang diolah biasanya merupakan ikan pelagis

 

Masalah yang dihadapi industri tradisional

      Kualitas bahan baku yang rendah

      Ketersediaan bahan baku yang rendah

      Tidak ada infrastuktur yang mendukung

      Rendahnya pengeluaran untuk peningkatan mutu dan proses produksi.

      Rendahnya pengetahuan dalam proses produksi

      Rendahnya informasi dan standar keamanan produk

 

Tujuan pengolahan ikan

      Mencegah proses pembusukan pada ikan, terutama pada saat produksi melimpah

      Meningkatkan jangkauan pemasaran ikan

      Melaksanakan diversifikasi pengolahan produk-produk perikanan

      Meningkatkan pendapatan

 

Kendala pembuatan ikan pindang

      Daya awet ikan pindang relatif rendah, terutama bila dibandingkan dengan  produk ikan asin, karena kadar cairan didalam tubuh ikan pindang masih terlalu tinggi, sehingga bakteri pembusuk dan mikroorganisme lain masih dapat tumbuh dengan baik.

      Ikan pindang umumnya masih dihasilkan oleh industri rumah tangga yang sebagian besar berupa skala usaha kecil dengan tingkat ketrampilan yang hanya diperoleh secara turun temurun.

 

Cont’d

      Dalam pembuatan ikan pindang kurang memperhatikan faktor sanitasi maupun higienis, sehingga mutu dan daya awet ikan pindang yang dihasilkan akan berpengaruh.

 

Syarat-syarat pemindangan yang baik

      Ikan harus segar

      Mutu garam harus baik

      Kondisi lingkungan harus sehat



Ikan segar

      Mata: pupil hitam menonjol dengan kornea jernih, bola mata cembung dan cemerlang atau cerah.

      Insang: warna merah cemerlang atau merah tua tanpoa adanya lendir; tidak tercium bau yang menyimpang.

      Tekstur daging: elastis dan jika ditekan tidak ada bekas jari, serta padat atau kompak.

      Keadaan kulit dan lendir: warnanya sesuai dengan aslinya dan baunya segar sesuai khas menurut jenisnya.

      Keadaan perut dan sayatan daging: perut tidak pecah masih utuh dan sayatan ikan jika dibelah daging melekat kuat pada tulang terutama rusuknya.

      Bau: spesifik menurut jenisnya dan segar seperti bau rumput laut.

 

Proses Pemindangan

      Penyiangan dan pencucian

      Penyusunan ikan

      Penyiapan wadah

      Penggaraman ikan

      Perebusan ikan

      Penyimpanan

 


Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment