Monday, July 6, 2020

Clostridium Sp Adalah; Morfologi, Klasifikasi, Habitat Dll



Clostridium adalah bakteri gram positif yang termasuk bakteri purba kelas Clostridia.

KLASIFIKASI CLOSTRIDIUM BOTULINUM
Kingdom : Bacteria
Divisi : Firmicutes
Kelas : Clostridia
Ordo : Clostridiales
Famili : Clostridiaceae
Genus : Clostridium
Species : Clostridium botulinum

MORFOLOGI CLOSTRIDIUM SP
Bersifat gram positif, berukuran 5 µ x 1 µ, tidak bersimpai, bergerak dengan flagel peririkh, membuat spora lonjong subterminal dan membengkak melebihi besar badan kuman. Bersifat pleomorfik & terlihat sendiri-sendiri/ tersusun dalam bentuk rantai. Clostridium botulinum adalah bakteri anaerobik, gram positif, membentuk spora, dan relatif besar. Sel vegetatif C. botulinum berbentuk batang dan berukuran cukup besar untuk ukuran bakteri. Panjangnya antara 3 μm hingga 7 – 8 μm. Lebarnya antara 0,4 μm hingga 1,2 μm. Pada pengecatan Gram, C. botulinum yang mengandung spora bersifat Gram positif, sedangkan C. botulinum yang tidak mengandung spora bersifat gram negatif. Namun, C. botulinum termasuk bakteri Gram positif. C. botulinum bersifat motil atau dapat bergerak dengan flagel yang berbentuk peritirik.

HABITAT CLOSTRIDIUM SP
Bakteri ini terdapat pada bagian luar tubuh manusia dan tersebar luas di tanah.

SIFAT-SIFAT UMUM CLOSTRIDIUM SP
1. Anaerob, berspora, berbentuk seperti kumparan dan sangat pleomorfik, biasanya berflagel peritrikh sehingga dapat bergerak.
2. Sporanya lebih besar dari badan kuman.
3. Meliputi kuman-kuman penyebab 3 penyakit utama pada manusia yaitu : tetanus, gangrene gas & keracunan makan.

CLOSTRIDIUM PERFRINGENS

MORFOLOGI CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
Batang gemuk garam positif, berbentuk lurus, sisinya sejajar, ujung-ujungnya membulat/bercabang & berukuran 4 – 6 µ x 1 µ, sendiri-sendiri / tersusun bentuk rantai. Bersifat pleomorfik, sering tampak bentuk-bentuk involusi dan & filament. Bersimpai dan tidak bergerak.
Sporanya sentral / subterminal.

SIFAT-SIFAT BIAKAN CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
Anaerob tumbuh cepat pada 37◦C.

REAKSI BIOKIMIA CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
Meragikan glukosa, maltose, laktosa, dan sukrosa dengan membentuk asam dan gas. Pada susu lakmus, timbul asam dan gas.

DAYA TAHAN CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
Sporanya dimatikan dengan mematikan memasak di dalam otoklaf pada suhu 121 oC selama 18 menit. Tahan terhadap antiseptic & disinfektans.

STRUKTUR ANTIGEN CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
Clostridium perfringens dibagi menjadi 6 tipe (A, B, D, E,&F)
Toksinnya bersifat antigenic, membuat lebih dari 12 toksin yang berbeda-beda, 4 jenis toksin utamanya adalah alfa, beta, epsilon & fota.

PATOGENESIS CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
Hanya tipe A dan F yang pathogen untuk manusia. Tipe A menyebabkan gangrene gas & keracunan makanan.

GANGRENE GAS CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
C perfringens tipe A merupakan penyebab utama gangrene gas. Kuman masuk ke dalam luka bersama benda asing bersama tanah, debu dll.

JENIS INFEKSI LUKA YANG ANAEROB CLOSTRIDIUM PERFRINGENS
1. Pencernaan luka biasa tanpa invasi ke dalam jaringan di bawahnya sehingga penyembuhan luka terlambat.
2. Selulitis anaerob

CLOSTRIDIUM TETANI

MORFOLOGI CLOSTRIDIUM TETANI
Kuman berbentuk panjang langsing agak membengkok, gram positif, berukuran 4,8 x 0,5 µ, sendiri-sendiri/ tersusun bentuk rantai. Panjang kuman bervariasi. Sporanya bulat terminal dan membengkak sehingga memberi kesan seperti pemukul genderang, tidak berkapsul dan bergerak aktif.

SIFAT-SIFAT BIAKAN CLOSTRIDIUM TETANI
Anaerob obligat yang hanya tumbuh tanpa adanya oksigen. Tidak mampu mempergunakan oksigen sebagai akseptor hydrogen terakhir.

REAKSI BIOKIMIA CLOSTRIDIUM TETANI
Tidak meragikan gula apapun dan sedikit proteolotik. Membentuk indol. Pencairan gelatin berlangsung lambat. Terjadinya pelunakan gumpalan serum. Tidak mengumpulkan susu.

DAYA TAHAN CLOSTRIDIUM TETANI
Spora Clostridium tetani tahan dididihkan selama 15 – 90 menit. Dapat dimatikan dengan iodium dalam beberapa menit saja.

STRUKTUR ANTIGEN CLOSTRIDIUM TETANI
Antigen flagel dapat memisahkan clostridium tetani dalam sepulu tipe tetapi toksinnya yang dibuat secara farmakologis & antigenic semuanya identik.

CLOSTRIDIUM TETANI MEMPUNYAI 3 JENIS TOKSIN
1. Hemolisin (tetanolisin)
2. Neorotoksin (tetanospasmin)
3. Neorotoksin non spasmogenik & bekerja aktif pada saraf perifer.

POTOGENESIS CLOSTRIDIUM TETANI
Spora yang masuk ke dalam luka hanya akan berkembang biak jika suasanya menunjang. Toksin yang dibuat diserap oleh ujung saraf motorik. Lalu menjalar sepanjang sumbu panjang saraf tepi sampai ke susunan saraf pusat.
Ada beberapa jenis tetanus :
1. Tetanus neonatorum
2. Tetanus pasca keguguran dan masa nifas
3. “splanchnic tetanus”
4. “cephalic tetanus”

PENULIS
Defina Andany Wulan
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Muttaqin A. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta : Salemba Medik

No comments:

Post a Comment