Sunday, April 12, 2020

Ikan Mas; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Mas mempunyai tubuh memanjang dan agak padat, memiliki dua sungut di sudut mulut. Variabel dua warna pada ikan mas, hijau kecoklatan dibagian belakang dan samping atas, kuning keemasan dibagian perut, serta sirip yang kehitaman. Ikan mas dibiakkan sebagai ikan hias ( Alikhuni, 2006). Ikan adalah hewan berdarah dingin. Ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang, insang, dan sirip, dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak bergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin (Burhanuddin, 2014).

KLASIFIKASI IKAN MAS
Menurut Santoso (2012), klasifikasi ikan mas berdasarkan ilmu taksonomi hewan (sistem pengelompokkan hewan berdasarkan bentuk tubuh dan sifat-sifatnya) sebagai berikut :
Phyllum
: chordata
Subphyllum
: vertebrata
Superclass
: pisces
Class        
: osteichthyes
Subclass
: actinopterygii
Ordo
: cypriniformes
Subordo
: cyprinoidea
Famili
: cyprinidae
Subfamili
: cyprinus
Species
: cyprinus carpio,L

Sedangkan menurut Supriyatna (2013) berdasarkan bentuk tubuh dan sifat-sifatnya, penggolongan atau klasifikasi ikan mas yakni sebagai berikut :
Phyllum
: chordata
Subphyllum
: vertebrata
Superclass
: pisces
Class
: osteichthyes
Subclass
: actinopterygii
Ordo
: cypriniformes
Subordo
: cyprinoidea
Famili
: cyprinidae
Subfamili
: cyprinae
Genus
: cyprinus
Species
: cyprinus carpio,L

MORFOLOGI IKAN MAS
Menurut Bachtiar (2012), dilihat dari morfologi atau bentuk tubuhnya, ikan mas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Bentuk badan memanjang dan sedikit pipih kesamping
- Mulut terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (protakstil) serta dihiasi dua pasang sungut, selain itu di dalam mulut terdapat gigi kerongkongan
- Dua pasang sungut ikan mas terletak dibibir bagian atas, tetapi kadang-kadang satu pasang sungut rudimeter atau tidak berfungsi
- Gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) terdiri dari tiga baris yang berbentuk geraham
- Memiliki sirip punggung, sirip perut, sirip dubur, dan sirip ekor
- Sirip punggung (dorsal) berbentuk memanjang dan terletak di bagian permukaan, bersebrangan dengan permukaan sirip perut (ventral). Bagian belakang sirip punggung memiliki jari-jari keras, sedangkan dibagian akhir berbentuk gerigi
- Sirip dubur (anal) bagian belakang juga memiliki jari-jari keras, sedangkan bagian akhir berbentuk gerigi
- Sirip ekor berbentuk cagak dan berukuran simetris, memanjang sampai kebelakang tutup insang
- Sisik ikan mas berukuran cukup besar dengan tipe sisik berbentuk lingkaran (cycloid) yang terletak beraturan
- Gurat sisi atau garis rusuk (linea lateralis) ikan mas berada di pertengahan badan dengan posisi melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.

Tubuh ikan mas terdiri dari tiga bagian, yaitu badan, kepala, dan ekor. Bentuk tubuhnya agak memanjang dan memipih tegak, perbandingan antara panjang total dengan panjang badan sekitar 3:1. Bila dipotong dibagian tengah badan, perbandingan antara tinggi dan lebar badan sekitar 3:2, tergantung varietas ikan mas (Supriatna, 2013)

SISTEM PENCERNAAN IKAN MAS
Sistem pencernaan pada ikan mas terdiri dari rongga mulut, lidah yang tidak dapat digerakkan, rahang dengan gigi, faring, esophagus, lambung, dan lubang urogenitalis. Kelenjar pencernaan terdiri atas hati yang berperan dalam menghasilkan empedu dan pankreas yang menghasilkan enzim pencernaan. Ikan bergerak menggunakan otot segmental yang didukung oleh tulang belakang dan sirip ( Karmana 2007)

Salah satu contoh ikan adalah ikan mas (cyprinus carpio). Saluran pencernaan ikan mas terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Di dalam rongga mulut ikan terdapat gigi-gigi dan lidah ikan mas tidak memiliki kelenjar lidah, tetapi memiliki kelenjar lendir yang berguna untuk membantu menelan makanan. Pada proses pencernaan, makanan dari rongga mulut  masuk ke kerongkongan dan selanjutnya ke lambung. Dari lambung, makanan masuk ke usu. Di usus bermuara cairan empedu yang membantu proses pencernaan. Di usus halus sari-sari makanan diserap dan selanjutnya diedarkan oleh darah keseluruh bagian tubuh. Ssisa-sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus ( Abdullah, 2007)

SISTEM PERNAFASAN IKAN MAS
Organ utama untuk pernafasan dari dalam media air pada ikan adalah insang. Udara pernafasan diambil melalui mulut dan keluar melalui dubur. Insang terdapat di dalam rongga insang yang berasal dari kantong insang. Pada waktu embrio, kantong merupakan sepasang penonjolan ke arah luar dari lapisan endodermal di daerah anterior saluran pencernaan embrio (Rahardjo,2015).

Sistem pernafasan dalam lingkungan air mempunyai lingkup masalah yang berbeda dibandingkan dengan respirasi udara. Kebanyakan vertebrata darat memiliki paru paru internal yang berventilasi melalui dua arah (pasang surut) timbul pergerakan udara untuk memasok oksigen pada pertukaran gas. Sebaliknya , sebagian besar ikan memiliki insang eksternal yang berventilasi oleh aliran searah air, yang digunakan baik dari pompa branchial atau hanya dengan membuka mulut dan operculi saat berenang maju, tidak diharuskan bererak di air dan tentu saja menghemat energi yang berharga bagi ikan. Struktur saringan halus dari insang memungkinkan mereka untuk mengambil oksigen yang sangat efisien dari air (Moyle, 2008)

SISTEM SARAF IKAN MAS
Sistem saraf pada ikan bertulang terdiri dari dua bagian utama, yaitu sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang) dan sistem saraf tepi (saraf yang mengubungkan otak dan tulang belakang dengan bagian lain dari tubuh ). Otak pada ikan mas dewasa terdiri dari lima bagian utama, yaitu telensephalon, diencephalon, mensencephalon, metenchepalon, dan myelensephalon. Sistem saraf pusat terdiri dari telencephalon : lobus olfactorius dan hemisphere. Diencephalon terdiri atas thalamus, hypotalamus, dan pineal pituitary. Mesencephalon terdiri dari lobus optik. Metenchepalon terdiri dari cerebellum dan myenchepalon terdiri dari medula oblongata (Ismawati, 2008).

Menurut Affandi (2012), membran koordinasi merupakan membran saraf (pengarturan tubuh ) supaya penghantaran impuls saraf kesusunan saraf pusat, proses penghantaran impuls saraf dan perintah untuk membran tanggapan rangsangan atau membran yang mengatur kerja semua membran organ agar dapat bekrja secara serasi. Sistem koordinasi pada hewan meliputi membran saraf beserta indera dan membran endokrin. Sistem saraf merupakan membran yang khas bagi hewan, karena membran saraf ini tidak dimiliki oleh tumbuhan. Hal ini dalam kegiatannya saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu kelompok sel saraf dan selainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menhasilkan tanggapan terhadap rangsangan, contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron).

SISTEM UROGENITAL IKAN MAS
Cara reprodksi ikan sering dicerminkan dalam perbedaan anatomi kedua jenis kelamin. Di dalam jenis kelamin ini kebanyakan ikan dapat dibedakan dengan mudah dengan memeriksa gonad, setidaknya selama musim pemijahan. Testis ikan jantan dan ovarium betina biasanya struktur yang dipasangkan dihambat oleh mesenteris diatas rongga tubuh dan berhubungan erat dengan ginjal (Moyle,2008)

Sistem urogenital dibangun oleh dua sistem yaitu sistem urinaria (sistem uropectica) dan sistem genetalisa. Sistem urinaria bisa disebut dengan sistem eksresi. Fungsinga untuk membuang bahan bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan kesehatan tubuh jika keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantara ginjal atau salurannya. Sistem genital disebut sistem reprodukdi berfungsi untuk berkembangbiak. Organ utama sistem ini adalah gonad (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium, sedangkan kelenjar kelamin jantan disebut testis (burhanuddin 2008)

SISTEM PEREDARAN DARAH IKAN MAS
Sistem peredaran darah pada ikan mas bersifat tunggal, sistem ini hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah, yakni darah dari jantung dipompa ke insang untuk melakukan pertulkaran gas kemudian ke berbagai organ tubuh. Stelah itu darah kembali ke jantung (kholish, 2008)

Sistem peredaran darah organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri seluruh tubuh sampai ke kapiler darah, kemudian dihisap melalui pembuluh darah vena dan kembali ke jantung. Sistem peredaran darah adalah peredaran tunggal (Burhanuddin, 2008)

RANGKA IKAN MAS
Hampir semua ikan bertulang keras memiliki endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang keras. Kulitnya seringkali tertutupi dengan sisik pipih bertulang yang berebeda strukturnya. Dari kelenjar pada kulit ikan bertulang keras mensekresikan mukus yang memberikan hewan ini kulitnya menjadikannya lebih licin (Ismawati, 2008)

Rangka ikan umumnya berbentuk streamline untuk memudahkan pergerkan ikan didalam air. Rangka ikan tersusun atas empat kelompok tulang, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, tulang anggota gerak, dan tulang ekor. Tulang anggota gerak berkembang menjadi sirip. Sirip digunakan untuk berenang dan memberikan keseimbangan ketika berenang. Ikan bergerak dengan cara menggoyang – goyangkan ekor dari satu sisi ke sisi yang lain. Ekor menyapu air sehingga ikan dapat bergerak maju. Adanya sirip ekor membantu ikan bergerak lebih cepat. Gerakan ekor ikan disebabkan oleh kontraksi otot yang terdapat pada kedua sisi tubuh ikan. Agar tidak terguling ketika bergerak, sirip-sirip ikan membantu tubuh ikan agar tetap stabil (mikrajuddin, 2006)

HABITAT IKAN MAS
Ikan mas liar (umumnya disebut sebagai ikan mas) hidup di tengah tengah dan bawah sungai, di daerah tergenang, dan di perairan dangkal terbatas, seperti danau dan waduk air. Ikan mas lebih banyak hidup dibawah air tetapi mencari makan di lapisan menengah dan atas dari air. Ikan mas adalah omnivora, dengan kecenderungan tinggi terhadap konsumsi makanan hewani, seperti serangga air, larva serangga, cacing, moluska, dan zooplankton. Selain itu, ikan mas mengkonsumsi batang, daun, dan biji dari air dan tanaman darat, anaman air membusuk dll. Tambak ikan mas didasarkan pada kemampuan spesien untuk menerima dan memanfaatkan sereal yang disediakan oleh petani (Alikhuni, 2006).

Tempat hidup atau habitat yang disukai iakan mas adalah perairan yang kedalamannya mencapai satu meter dengan aliran air yang pelan dan perairan subur. Perairan yang subur ditandai dengan melimpahnya makanan alami seperti rotifer, rotania, dan udang udangan renik. Larva ikan mas lebih lebih menyukai daerah perairan yang dangkal, tenang, dan tidak ternaungi pohon – pohon yang rindang atau terbuka. Sebaliknya benih ikan mas yang berukuran lebih besar daripada ukuran larvanya lebih menyukai perairan yang agak dalam, mengalir, dan terbuka (Bachtiar, 2012)

CIRI KHUSUS IKAN MAS
Ikan mas dapat hidup secara ideal ditempat yang memiliki ketinggian 150-160 meter diatas permukaan laut (dpl). Ikan mas termasuk ikan yang bersifat thermofil karena mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan yang ditempatnya dengan kisaran suhu antara 40C-100C suhu cair yang  optimum untuk pemeliharaan dan pembesaran ikan hias  sekitar 280C-300C. Meskipun tergolong jenis ikan air tawar, ikan mas dapat hidup diperairan yang mengandung kadar garam dan salinitas sebesar 25-30 %. Selain itu, ikan mas mampu menyesuaikan terhadap perubahan kandungan oksigen terlarut dalam perairan yang ditempatnya dan tahan terhadap perubahan fisik lingkkungan seperti proses adanya seleksi, penampungan, penimbunan, atau pengangkutan (Bachtiar, 2012).

Berdasarkan cara memangsa, ikan mas tergolong jenis ikan penghisap (sucker) karena mengambil makanannya dengan cara menelan bahan makanan yang dihisapnya tanpa dipilih . ikan mas tergolong jenis ikan pemakan segala renik. Makanan alami ikan mas berupa organisme perairan, baik hewan maupun tumbuhan. Hewan air yang menjadi makanan ikan mas diantaranya invvertebrata air, udang-udangan, kerang-kerangan, serangga,dan larva air. Ikan mas juga suka memakan berbagai jenis biiji-bijian tersebut sering dicmpurkan sebagai zat tambahan pada makanan buatan (artificial foods). Sumber energi metabolisme berupa protein, vitamin, lemak, dan mineral di peroleh dari organisme atau jasad renik. Seperti planton tumbuhan (phytoplankton) dan plankton hewan (zooplankton). Karena itu, ikan mas menyesuaikan diri dengan makanan yang ada atau yang diberikan (Bachtiar, 2012).

BENTUK MULUT IKAN MAS
Umunya mulut ikan terletak di ujung kepala yang dinamakan tipe terminal, pada ikan yang lain, mulut terletak pada bagian yang atas (superior), dibawah kepala (inferior) dan dekat bagian kepala (tipe subterminal) (Bagus, 2013)

Letak mulut satu sistem ikan dapat dibedakan dengan spesies yang lainnya meskipun pada umunya mulut ikan terletak pada bagian kepala. Tipe letak mulut ini dinamakan tipe terminal. Mulut terletak dibagian atas (superior), bagian bawah (inferior) ataupun subterminal (Rahardjo et al., 2011)

BENTUK EKOR DAN TIPE EKOR IKAN MAS
Menurut rahardjo et al (2011), sirip ekor dikelompokkan kedalam tiga tipe yaitu protoserkal (difersekal), berteroserkal dan homoserkal, protoserkal, ruas-ruas vertebrata menyokong sirip ekor tanpa mengalami perubahan bentuk . sirip ekor sintesis antara bagian atas dan bagian bawah heteroserkal : bentuk ekor tidak simetris antara bagian atas dan bagian ekor melengkung ke atas dan disokonng oleh beberapa jari – jari sirip ekor. Homoserkal berbentuk ekor simetris. Bagiaan atas sama dengan bagian bawah dan disokong oleh jari jari sirip ekor

Menurut omar (2007), bentuk-bentuk ekor adalah sebagai berikut:
- Rounded
- Truncate
- Pointed
- Wadge shape
- Emarginate
- Forked
- Double emaginated
- Epicercal
- Hypocercal
- Lunate

SISIK IKAN MAS
Menurut omar (2007), sisik disebut rangka dermal yang berhubungan dengan rangka luar. Sisik squama membentuk rangka luar terutama  pada ikan-ikan primitif. Misalnya ikan yang memiliki sisik yang kasar sedangkan ikan modern sisiknya sudah tereduksi menjadi sangat lentur. Sisik ikan ada beberapa jenis, yakni sisik plakoid, cosmoid, genoid, cyloid dan etanoid

Menurut rahardjo et  al (2011), berdasarkan bentuk dari bahan yang terkandung dalam sisik ikan dapat dibedakan menjadi jenis plakoid, kosmoid, ganoid, sikloid, dan stenoid
- Sisik plakoid sering disebut sebagai dentrikel dermal. Jenis ini terdapat di chondricthyses
- Sisik kosmoid terdiri atas beberapa lapisan ikan yang mempunyai tipe sisik ini adalah latimena cholumnae
- Sisik ganoid juga terdiri dari beberapa lapisan. Sisik tipee ini ditemukan  di polyterus
- Sisik skonoid dan steroid dimiliki oleh sebagian besar golongan osteochytes yang masing-masing terdapat pada ikan berjari-jari sirip lemah

FUNGSI LINEA LATERALIS IKAN MAS DAN PENGERTIAN
Menurut guinan (2006), linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga LL ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun ikan yang tidak bersisik, pada ikan yang tidak bersisik, LL terbentuk oleh pori-pori yang terdapat pada kulitnya, sedangkan pada ikan bersisik, LL terbentuk oleh sisik yang berpori. Pada umumnya ikan mempunyai satu buah garis LL, namun demikian adapula ikan yang mempunyai beberapa buah LL. LL ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan, terutama kualitas air dan juga berperan dalam osmotegulasi

Menurut omar (2012), pada tengah badan sebelah kiri ikan dan kanan, mulai dari kepala pangkal ekor terdapat suatu bangunan yang kelihatannya seperti garis memanjang. Garis tersebut disebut garis rusuk tau garis sisik (linea lateralis). Linea lateralis berfungsi berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem yang menampung sel-sel sensori

LETAK DAN BENTUK GIGI IKAN MAS
Menurut bond (2008), macam-macam bentuk gigi ikan berdasarkan bentuk dapat dibedakan menjadi cardiform, viliform, canine (mercepams, inessor, dan molariform). Didalamnya mulut terdapat gigi yang dibedakan menurut letaknya

Menurut legi et al (2009) dalam raharjo (2011), gigi cardiform berbentuk pendek, tajam, dan runcing. Gigi viliform mirip dengan gigi cardiform hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. Gigi canine seringkali menyerupai bentuk taring yang panjang dan mengerucut. Gigi incisor yang mempunyai pinggiran tajam digunakan untuk memotong. Gigi permukaannya rata digunakan untuk membuat dan menggerus makanan molariform.

INSANG IKAN MAS
Menurut raharjo et al (2011), ikan bertulang sejati memiliki insang yang ditutupi dengan penutup insang (operkaulus oppercularis) tutup insang ini terdapat disebelah kanan dan kiri bagian kepala. Bentuknya sepperti setengah membundar. Tutup insang terdiri dari operkulum dan membran branclostoga. Operkulum tersusun atas empat potong tulang.

Menurut wisdinifer (2012), ikan bertulang rawan tidak memiliki tutup insang, insang ytersebut terdapat dalam rongga dan berhubungan keluar melalui celah insang. Celah insang berjumlah 5-7 insang. Ikan ini bertulang sejati, memiliki rongga yang ditutupi oleh penutup insang. Tutup insang ini terdapat disebelah kiri dan kanan kepala

PUBLISHER
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, m. 2007. Ipa Terpadu SMP dan MTS Jilid 2A. Jakarta:erlangga
Affandi, R,D.S. Sjafei, M.F. Rahardjo, dan Sulistiono. 2012. Ikhtiologi. Suatu pedoman kerja laboratorium. Departemen pendidikan dan kebudayaan. Direktorat Jendral pendidikan tinggi. Pusat antar universitas Ilmu Hayati. Institut Pertanian Bogor
Alikhuni, K. H. 2006. Sypnosis of biological data of common carp cyprinus carpio (linealeus). 175898 (asia and far east) FAO Fisheries sypnosis NO.30.1.FAO, Rome, Italy.77PP
Bachtiar, yusuf. 2012. Pembesaran ikan mas di kolam hemat air. Jakarta selatan: agromedia pusaka
Bagus. 2013. Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan. Jakarta: Grafindo Media Pratama
Bond R. 2008., The Transport of Live Fish.A Review. EIFAC Tech. Pap.FAO
Burhanuddin, A.L. 2014. Ichtiologi, ikan, dan segala aspek kehidupannya, yogyakarta: Deepublish.
Burhanuddin, Andi Iqbal. 2008. Pengetahuan Konsepsi Sistematika & Pemahaman Sistem Organ Ikan yang Berbasis SCL pada Matakuliah Ikhtiologi. Makassar : UNHAS
Google Image. 2016. http://www.googleimage.com/. Diakses pada tanggal 25 Februari 2016
Guinan, M.F. dan Lane, C.E. 2006. Animal Geology Fifth Edition. Newyork: Harper and  Row
Ismawati.2008. Biologi. Solo : BUMI Akbar
Karmana. 2007. Cerdas belajar biologi : untuk kelas XI SMA/MA program ipa. Bandung : Grafindo media pratama
Kholis, mahyudin. 2008. Panduan Lengkap Agribisnis Lele.Jakarta: Niaga Swadaya
Mikrajuddin. 2006. IPA TERPADU SMP dan MTS 3A. Jakarta: Esir
Moyle, Peter and Joseph.2008. Fishes:An Introduction to ichtyologi. USA:Prentic hall
Omar, A. 2012. Ikhtiologi. Makasar: UNHAS.
Omar. 2007. Suplementasi Yeast Culture Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila. Skripsi. Malang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya
Rahardjo, M.F. 2015. Iktiologi sebagai pedoman kerja praktikum. Bogor:IPB
Rahardjo, MF. Burhanuddin. Affandi. Ismawati. 2011. Taksonomi, Morfologi, ichtyologi. Bogor: IPB
Raharjo, M.F. 2011. Ictiologi Sebagai Pedoman Kerja Praktikum. Bogor : IPB
Santoso, Achmad. 2012. Budidaya 23 Komoditas Laut Menguntungkan. Jakarta: Penebar Swadaya
Supriyatna, Yudi. 2013.Budidaya Ikan Mas di kolam hemat air. Jakarta: Agromedia
Wisdnifer, Kultz. 2006. Vol. (260) No. 1. Rapid Changes in Plasma Cortisol, Osmolality, and Respiration in Respone to Salinity Stress in Tilapia. Jurnal.

No comments:

Post a Comment