Thursday, March 26, 2020

Materi Protozoa Dan Alga (Mikrobiologi Dasar (Mikdas))



Bentuk tubuh

Biasanya berkisar 10-50 μm, tetapi dapat tumbuh sampai 1 mm, dan mudah dilihat di bawah mikroskop.

Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Juga ada memiliki fligel atau bersilia

 

Habitat

§  Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah

§  Spesies yang hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air.

 

Alat gerak

Protozoa dapat bergerak dengan menggunakan alat geraknya, ada beberapa alat gerak protozoa yaitu :

Pseudopodia (kaki semu)

Silia (rambut getar)

Flagela (bulu cambuk).

 

Ciri ciri protozoa

§  Organisme uniseluler (bersel satu )

§  Bersifat eukariotik (memiliki inti sel yang terbungkus oleh membran) 

§  Tidak memiliki dinding sel

§  Heterotrof (umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri)

§  Hidup dengan sendiri (soliter) atau berkelompok (koloni)

§  Hidup bebas secara parasit, bebas, dan sporofit

§  Memiliki alat gerak yang berupa silia, flagela dan pseudopodia

§  Memiliki ukuran tubuh sekitar 100-300 mikron

 

Klasifikasi protozoa

§  Cilliata

§  Rhizopoda

§  Sporozoa

§  Flagellata

 

Cilliata

jenis protozoa yang bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Contoh protozoa jenis Ciliata adalah Paramecium sp

 

Rhizopoda

jenis protozoa yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu). Contoh protozoa jenis Rhizopoda adalah Amoeba sp

 

Sporozoa

jenis protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Contoh protozoa jenis Sporozoa adalah Plasmodium sp.

 

Flagellate

jenis protozoa yang bergerak dengan flagela (bulu cambuk). Contoh jenis flagellata adalah Trypanosoma sp

 

reproduksi

Reproduksi Protozoa adalah Seksual (kawin) dan Aseksual (tidak kawin)

 

Reproduksi seksual

§  Secara seksual adalah dengan cara penyatuan gamet yang berbeda jenis sehingga dapat menghasilkan zigot atau secara konjugasi (penyatuan inti vegetatif sel).

§  Namun, ada juga Protozoa yang tidak melakukan reproduksi secara seksual, seperti Amoeba sp.

 

Reproduksi Aseksual

§  Secara aseksual pada umumnya dengan melakukan pembelahan biner. Dari satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya.

§  Pembelahan biner diawali pada pembelahan inti atau kariokinesis, dan kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

 

Algae

§  Algae adalah Protista mirip Tumbuhan

§  Alga adalah protista yang bersifat fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotositentis

§  Banyak orang awam yang menganggap alga adalah lumut

 

Ciri ciri

§  Organisme eukariotik

§  Bersifat fotoautotrof (berfotosintetis)

§  Mempunyai klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya,

§  Mempunyai pirenoid

§  Menyimpan cadangan makanan

§  Bersifat uniseluler/multiseluler

§  Memiliki dinding sel/tidak

§  Soliter/berkoloni

§  Bergerak/tidak bergerak

 

Ciri ciri

§  Bereproduksi secara aseksual yaitu membelah diri/fragmentasi/spora vegetatif, dan seksual yaitu konjugasi/singami/anisogami.

§  Metagenesis atau tidak

§  Hidup dengan bebas atau bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen

§  Tubuh Ganggang (Alga) tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tubuh berupa talus, sehingga termasuk dalam golongan thalophyta

§  Habitat di perairan baik di air tawar maupun di air laut, tempat lembab. Menempel di bebatuan (epilitik), tanah/lumpur/pasir (epipalik), menempel pada tumbuhan sebagai (epifik), dan menempel tubuh hewan (epizoik).

 

Klasifikasi algae

Alga diklasifikasikan menjadi 6 filum, yaitu :

1. Euglenoid (Euglenophyta) (Alga Hijau Terang)

2. Chrysophyta (Ganggang/Alga Keemasan atau Ganggang Pirang)

3. Pyrrophyta (Dinoflagellata atau Ganggang Api)

4. Chlorophyta (Ganggang/Alga Hijau)

5. Phaeophyta (Ganggang/Alga Cokelat)

6. Rhodophyta (Ganggang Merah/Alga Merah)

 

1. Euglenoid (Euglenophyta) (Alga Hijau Terang)

Euglenoid berasal dari bahasa Yunani dari kata eu yang berarti sejati, dan gleen yang berarti mata

 Euglenoid adalah ganggang (alga) uniseluler dengan bintik mata yang berwarna merah (stigma), dan tidak berdinding sel, memiliki flagela, dan dapat bergerak aktif seperti hewan, tetapi berklorofil dan berfotosintetis seperti tumbuhan

 

Ciri ciri Euglenoid (Euglenophyta)

§  Bersifat uniseluler 

§  Memiliki bintik mata yang berwarna merah (stigma), 

§  Tidak berdinding sel, 

§  Mempunyai flagela, 

§  Dapat bergerak aktif (motil) mirip dengan hewan

§  Memiliki klorofil a, b, dan berfotositentis mirip tumbuhan. serta pigmen karoten. 

§  Habitat di air tawar, seperti air kolam, danau, sawah dan banyak di parit-parit peternakan yang mengandung kotoran hewan. 

§  Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner membujur. 

§  Pembelahan sel terjadi dalam keadaan tertentu. 

 

2. Chrysophyta (Ganggang/Alga Keemasan atau Ganggang Pirang)

Chrysophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata Chrysos yang berarti emas.

Chrysophyta (ganggang keemasan/alga keemasan) adalah ganggang yang memiliki pigmen dominan derivat yang berupa xantofil (kuning), dan pigmen lainnya yaitu klorofil a, c, dan fukosantin (cokelat).

 

Ciri ciri chrysophyta

§  Bersifat uniseluler soliter, uniseluler koloni, dan multiseluler

§  Berflagela dan tidak berflagela 

§  Berdinding sel dan mengandung hemiselulosa pektin, atau silika. 

§  Menyimpan cadangan makanan bentuk karbohidrat atau lemak

§  Habitat di air tawar dan air laut. 

§  Hidup sebagai organisme fotoautotrof dan sebagian menyerap senyawa organik terlaruk (miksotrofik)

§  Kloroplas berukuran kecil dan berbentuk cakram atau lembaran 

 

Klasifikasi chrysophyta

§  Xanthophyceae

§  Chrysophyceae

§  Bacillariophyceae

 

Xanthophyceae

Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena mempunya pigmen klorofil dan xantofil.

Tubuhnya multiseluler, berbentuk filamen bercabang, dan senositik (sel memiliki banyak inti).

Xanthophyceae bereproduksi secara vegetatif maupun generatif

 

Chrysophyceae

Chrysophyceae berwarna cokelat keemasan mengandung pigmen klorofil dan karoten.

Cadangan makanan disimpan dengan bentuk karbohidrat dan minyak.

Tubuhnya terdiri dari satu sel dan hidup secara soliter/koloni.

 

Bacillariophyceae

Bacillariophuceae berasal dari bahasa Yunani dari kata bacillus yang artinya batang kecil sedangkan phykos adalah alga.

Bacillariophuceae adalah ganggang uniseluler, berwarna kuning kecokelatan, dan mempunyai dinding sel unik mirip gelas dari campuran bahan organik dan silika.

 

3. Pyrrophyta (Dinoflagellata atau Ganggang Api)

Pyrrophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata pyrrhos yang artinya api atau ganggang api.

Pyrrophyta adalah alga uniseluler yang menyebabkan air laut tampak bercahaya (berpendat) di malam hari karena sel-selnya mengandung fosfor

 

Ciri ciri pyrrophyta

§  Bersifat uniseluler

§  Sel-sel yang mengandung fosfor.

§  Kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh suhu, kadar garam, dan nutrisi serta kedalaman air laut.

§  Tubuh primitif yang umumnya berbentuk ovoid tapi asimietri

§  Memiliki dua flagela, satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut dengan sulcus dan memanjang ke bagian posterior. Sedangkan yang  satunya ke arah transversial yang ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) melingkari tubuh atau bentuk spiral di beberapa belokan.

§  Cadangan makanan berupa amium dalam sitoplasma

§  Pada umumnya dinding sel mengandung selulosa

 

4. Chlorophyta (Ganggang/Alga Hijau)

Chlorophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata Chloros yaitu hijau.

Chlorophyta (Ganggang hijau) adalah ganggang yang berwarna hijau dengan pigmen dominan klorofil a dan klorofil b, serta pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan) dan xantofil (kuning)

 

Ciri ciri chlorophyta

§  Berwarna hijau karena memiliki pigmen dominan klorofil a dan klorofil b serta pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan) dan xantofil (kuning).

§  Bersifat uniseluler atau berkoloni dan multiseluler.

§  Chlorophyta Uniseluler memiliki flagela yang bergerak aktif

§  Chlorophyta multiseluler berbentuk benang lembaran atau seperti tumbuhan tingkat tinggi.

§  Bereproduksi secara seksual atau aseksual. Secara seksual dengan membelah diri, menghasilkan zoospora, dan fragmentasi, sedangkan reproduksi secara seksual adalah dengan konjugasi dan peleburan gamet jantan dengan gamet betina.

§  Umumnya hidup secara fotoautotrof di air tawar.

§  Sebagian jenis hidup di laut sebagai fitoplankton.

§  Hidup di tanah yang lembab, salju, tembok basa atau menempel di tubuh tumbuhan atau hewan.

§  Hidup bersimbiosis mutualisme dengan organisme eukarotik.

 

5. Phaeophyta (Ganggang/Alga Cokelat)

Phaeophyta berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata phaios yang berarti cokelat.

Phaeophyta adalah jenis ganggang yang hidup di laut, berwarna cokelat karena mengandung pigmen dominan fukosantin (cokelat) yang menutup pigmen lainnya, yaitu klorofil a, klorofil c, dan xantofil.

 

Ciri ciri phaeophyta

§  Ukuran talus mikroskopis sampai ke makroskopis.

§  Berbentuk tegak, bercabang atau filamen tidak bercabang

§  Mempunyai kloroplas tunggal. Kloroplas berbentuk lempengan diskoid (cakram) dan ada juga yang berbentuk b enang

§  Mempunya pirenoid dalam kloroplas. Pirenoid adalah tempat menyimpan cadangan makanan.

§  Lapisan dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan lapisan luar dari gumi. Bagian antara dalam dinding sel dan bagian luar sel terdapat algin (asam alginat)

§  Memiliki jaringan transportasi air dan zat makanan analog dengan jaringan transportasi tumbuhan darat

 

6. . Rhodophyta (Ganggang Merah/Alga Merah)

Rhodophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata rhodos yang berarti merah.

Rhodophyta adalah ganggang berwarna merah dengan pigmen dominan fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (merah) dan fikosianin ((biru), serta pigmen lain yaitu klorofil a, klorofil d, dan karoten.

 

Ciri ciri rhodopytha

§  Umumnya bersifat multiseluler,

§  Berbenuk benang atau lembaran

§  Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa dan pektin dan ada juga yang mengandung zat kapur (kalsium karbonat), seperti Corralina.

§  Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk tepung florid (bahan agar-agar)

§  Reproduksi secara aseksual yaitu dengan fragmentasi dan pembentukan aplanospora (spora diam) yang tida berflagela. Sedangkan reproduksi seksual adalah pembuahan sel telur oleh spermatium di dalam karpogonium.

 

Reproduksi alga

§  A. Reproduksi Seksual

§  B. Reproduksi Aseksual

 

a. Reproduksi seksual

§  Reproduksi secara seksual melibatkan peleburan dua gamet untuk membentuk zigot dan tumbuh menjadi individu baru.

§  Terdapat dua tipe reproduksi seksual yaitu dengan isogami dan oogami.

 

Reproduksi isogami

§  Tipe isogami, gamet jantan dan gamet betina akan berukuran sama besar yang umumnya dapat bergerak.

§  Jika zigot hasil dari peleburan gamet betina dengan jantan dengan mengalami dormansi. maka disebut dengan zigospora

 

Reproduksi oogami 

§  Sedangkan untuk tipe oogami, ukuran gamet jantan berbedan dengan ukuran gamet betina.

§  Gamet betina atau telur berukuran besar dan tidak dapat bergerak, sedangkan pada gamet jantan berukuran kecil dan mampu bergerak.

§  Jika zigot yang terbentuk tidak berkecambah namun mengalami dormansi, maka hal ini disebut dengan oospora.

 

B. Reproduksi aseksual

§  Reproduksi aseksual terjadi dengan pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing mejadi individu baru. Umumnya reproduksi dengan sel terjadi pada alga bersel tunggal. Alga berbentuk koloni tanpa filamen atau yang berbentuk filamen umumnya bereproduksi secara fragmentasi. Fragmentasi adalah terpecah-pecah koloni dengan beberapa bagian.

§  Selain dengan pembelahan sel dan fragmentasi, ganggang (alga) juga bereproduksi dengan pembentukan zoospora. Zoospora adalah sel tunggal yang diselubungi oleh selaput dan bergerak atau berenang bebas dengan menggunakan satu atau lebih flagela. Setiap zoospora merupakan calon individu baru.

 

Peranan alga

§  Ganggang (alga) hijau merupakan sumber dari fitoplanton yang difungsikan sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya

§  Ganggang (alga) cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodium dengan mengandung Na, P, N dan Ca yang dimanfaatkan sebagai suplemen untuk hewan ternak. Mengandung asam alginat, sebagai pengental produk makanan, industri, dan alat-alat kecantikan (Laminaria, Macrocytis, Acophylum, dan Fucus).

§  Ganggang (alga) merah dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra), sumber makanan (Rhodymenia Palmata), pembuatan agar (Gellidium), dan penghasil karagenan (pengental es krim).

§  Dinding sel diatom mengandung zat kresik pada ganggang keemasan yang berguna untuk industri, misalnya bahan penggosok, penyaring, bahansa isolasi, dan industri kaca.

 

Penulis

Bramantyo

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment