Monday, October 28, 2019

El Nino dan La Nina (Oseanografi Atau Oceanografi)



ELNINO DAN LA NINA

Pengertian:

Suatu peristiwa / gejala alam global yang menyimpang dari kebiasaan dan merupakan hasil interaksi antara kondisi permukaan samudra dan atmosfer di kawasan Pasifik sekitar garis katulistiwa (tropis).

 

ELNINO DAN LA NINA

1.  El Nino:

 

      Merupakan suatu peristiwa alam yang menunjukkan adanya proses pemanasan permukaan air laut di kawasan ekuator di samudra Pasifik sebelah Timur.

      Sebutan “El Nino” berasal dari orang-orang Peru (sekitar 200 tahun silam), yang muncul (tidak selalu) setiap menjelang akhir tahun di Equador dan Peru.

 

-  Proses terjadinya “El Nino”

      El Nino terjadi karena adanya interaksi antara atmosfer dan permukaan samudra di kawasan Pasifik sekitar garis katulistiwa.

      Interaksi itu menghasilkan tekanan tinggi di Pasifik bagian Timur  yang  menimbulkan  aliran  udara  berhembus  ke    Barat ---- > mendorong air di depannya ----- > permukaan air sekitar Indonesia dan Austalia terangkat kira-kira setengah meter lebih tinggi dari pada air dilepas pantai Peru

 

Lanjutan:

      Ketika tekanan turun dan pertukaran angin berkurang , air bergerak kembali menuju ke Timur ----- > aliran ke timur ini merupakan pusat kegiatan fisik yang mengendalikan El Nino.

      Pengadukan oleh aliran ke timur ini mendorong terbentuknya gelombang sepanjang samudra Pasifik dan mendesak lapisan thermocline ke arah bawah.

      Ketika lapisan thermocline ini masuk lebih dalam, suhu permukaan air laut meningkat ----- > El Nino berlangsung.

 

Indonesia mulai terasa mendapat dampak dari Iklim El Nino

      1982, El Nino membuat tingkat curah hujan musim kemarau di seluruh Indonesia berada dibawah normal

      1987, sebanyak 89 persen pulau Jawa, dan 91 persen daerah luar Jawa mengalami curah hujan musim kemarau di bawah normal

      1991, diseluruh Indonesia tingkat curah hujan musim kemarau dibawah normal

 

Lanjutan:

      1994, di seluruh Indonesia pada saat musim kemarau, tingkat curah hujannya juga berada dibawah normal.

      1997 hingga awal 1998, merupakan yang terhebat dan terbesar di abat ini (150 tahun terakhir). El Nino tahun 1997-1998 ini dianggap sebagai biang keladi terjadinya “kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan”. ???

 

Perbedaan El Nino tahun 1997 – 1998 dengan tahun-tahun sebelumnya:

      El Nino 1997 – 1998 lebih panas

      El Nino 1997 – 1998 sudah muncul pertengahan bulan Mei

      Peningkatan kegiatan El Nino sangat cepat dari normalnya.

 

Teori tentang “El Nino”

      Sejauh ini faktor-faktor penyebab terjadinya El Nino belum diketahui dengan pasti.

      Beberapa teori telah dicoba, tapi semuanya bisa dibilang masih prematur dan dalam taraf meraba-raba.

 

Lanjutan:

      Salah satu teori dari penelitian bersama yang melibatkan sejumlah peneliti dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB, Pusat  Penelitian Energi (PPE)  ITB, Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonsia dan Pelangi Indonesia merumuskan bahwa ada kaitan antara meningkatnya konsentrasi gas CO2 atmosfer dengan kejadian El Nino.

      Pendapat ini diperkuat oleh penelitian dari proyek ALGAS ( Asian Least Cost Abatement Strategy) melihat adanya indikasi apabila konsentrasi CO2 meningkat dua kali, maka frekuensi terjadinya El Nino kemungkinan meningkat dan sering.  

 

2. La Nina

Kondisi alam yang ditandai dengan menurunnya temperatur permukaan laut di wilayah Pasifik Ekuator atau tropis hingga dibawah normal yang diikuti dengan munculnya tiupan angin Pasat yang kencang di kawasan itu.

La Nina memiliki sifat berlawanan dengan El Nino,  yang sama-sama terjadi di wilayah  Pasifik ekuator dan mereka tampil secara bergantian.

 

Proses terjadinya La Nina

      Ketika gelombang pengendali El Nino pertama menghantam pantai Amerika Selatan, sebagian memantul kembali.

      Ketika gelombang yang dipantulkan itu mendekati Asia, mereka memantul lagi, akan tetapi pantulan ganda ini memberi pengaruh terbalik, tak mampu menekan thermocline, gelombang yang dipantulkan kedua kali ini sekarang naik.

      Air dingin menggantikan cairan yang lebih hangat dipermukaannya, menyebabkan temperatur turun di pasifik sebelah Timur dan penurunan ini diketahui sebagai La Nina.

 

Dampak La Nina

      Di bebeapa wilayah termasuk Indonesia curah hujannya berlebihan, hingga menimbulkan banjir, tanah longsor bahkan hujan badai

      Di Amerika kekeringan.

 




KESIMPULAN

BMKG

q    Prediksi Elnino/La Nina BMKG dan Institusi Internasional :

q    Indeks Nino34 diprediksi berada pada kondisi La Nina moderate pada bulan September 2010. Menurut NCEP,Jamstec (Japan), dan BMKG memprediksi indeks Nino34 bulan September hingga Pebruari 2011 menunjukkan kondisi La Nina moderate hingga Kuat.

q    Dampak El Nino/La Nina di Indonesia :

q    Dampak El Ñino/La Nina sangat dipengaruhi oleh suhu perairan Indonesia. September-Oktober 2010  : Kondisi anomali suhu muka laut di Nino34 yang diprediksi  berharga negatif (menyatakan  kondisi La Nina moderate hingga kuat), sementara kondisi suhu perairan Indonesia masih cukup hangat, memberikan indikasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan relatif banyak hujan memasuki Musim Hujan 2010/2011.

 

Kemungkinan lain proses dan waktu terjadinya El Nino dan La Nina

      Adanya kegiatan di Bumi. Sampai sekarang belum ada pengamatan kemungkinan ada gerakan vulkanik dan tektonik di sini (Pasifik ekuator)

      Karena energi sinar matahari tidak selalu konstan, maka skenario terjadinya El Nino dan La Nina juga tidak pernah sama, baik intensitas, dampak, maupun waktunya.

 

Hal – hal yang perlu dikaji lebih jauh:

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Pemanasan global permukaan bumi yang berlangsung makin cepat dalam 20 tahun terakhir.


 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment