Saturday, October 26, 2019

Faktor-Faktor Genetik (Biologi Perikanan)



Genetika (kata serapan dari bahasa Belanda: genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani: γέννω, genno yang berarti "melahirkan") adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.

Dalam kaitannya dengan genetika, DNA memiliki peran yang amat penting. DNA adalah bahan genetik mendasar yang mengontrol sifat-sifat makhluk hidup, tereskpresikan dalam bentuk polipeptida, meskipun tidak seluruhnya adalah protein (dapat diekspresikan sebagai RNA yang memiliki reaksi katalitik, seperti SNRPs). 

Faktor – Faktor Genetik
1. Kromosom : Benda Kecil Dalam Inti Sel Yang Bertanggung Jawab Untuk Transmisi / Pemindahan Keturunan
2. Kromosom Dapat Dilihat Saat Pembelahan Mitosis, Terutama Saat Metaphase.
3. Gen : Unit Terkecil Pembawa Sifat Keturunan Yg Ada Pada Kromonemata Pada Bagian Inti Kromosom. 

Pd Saat Pembuahan Akan Menyatu Material Yg Berasal Dr Induknya.
Pembelahan Sel : 1. Pembelahan Mitosis 2. Pembelahan Meiosis

Tahap Pembelahan Sel :
1. Prophase   : Dlm Inti Ada Suatu Pembentukantruktur Yg Kompleks, Bentuknya Semacam Benang. 
2. Metaphase : Kromosom Berjajar Pd Garis Katulistiwa
3. Anaphase   : Kromosom Membelah Memanjang Jd 2 Bagian
4. Telophase : Tiap Kromosom Kembali Pd Kondisi Metabolik, Terbentuk Kembali Dinding Yang Mengelilingi Inti Baru, Akhirnya 2 Sel Anak Yg Identik Dg Sel Induknya

Tiap Kromosom Mengandung Kromatid ( Dua Bentuk Yang
Identik Dan Sejajar ), Serta Tiap Kromatid Terdiri
Kromonemata Atau Genonemata Yg Mempunyai Daerah Yg
Menyerap Pewarnaan, Dinamakan Kromomer Masa Pengeraman
Telur   à  Pembuahan  à  Penetasan     - Proses Embriogenesis
“ Setelah Terjadi Pembuahan, Protoplasma Akan Mengalir Ke Tempat
Spermatozoa Masuk Kemudian Akan Membentuk Keping Protoplasma
      Yang Kemudian Akan Terjadi Pembelahan Sel”.
1. Pembelahan  Holoblastik Terjadi Pada Telur Homolecithal
    (Isolecithal)
2. Pembelahan Meroblastik Terjadi Pada Telur Telolecithal

Pada Saat Sel Membelah Dari 32 Sel Jadi 64 Sel Terbentuk Blastoderm, Pada Stadia Ini Dinamakan Fase Blastula Awal Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Fase Blastula, Gastrulasi  Kemudian Juvenil
Pada Stadium Blastula Terpetakan Lapisan :
1. Ectoderm (Epyblast)
2. Entoderm (Hypoblast)
3. Mesoderm (Mesoblast)
Gastrulasi Terjadi Segera  Setelah Stadium Blastula Selesai
Akhir Dari Proses Gastrulasi, Kuning Telur Sudah Tertutup Oleh
Lapisan Sel  Kemudian Dimulai Awal Pembentukan Organ – Organ
(Organogenesis).

Pada Fase Organogenesis Terbentuk Epidermis, Neural, Mesoderm Dan Endoderm.
- Neural : Antara Lain Terbentuk Otak, Mata
- Mesoderm : Pada Mesoderm Bagian Dorsal Akan Jadi
  Somite Semacam Ruas Pada Embrio, Dari Mesoderm
  Intermediate Akan Jadi Ginjal & Gonad, Mesoderm
  Lateral Akan Jadi Pembungkus Jamtung & Pembungkus
  Pembuluh Darah.   
- Endoderm : Terbentuk Alat Pencernaan Makanan
  Dengan Kelenjarnya (Juga Kelenjar Endocrine)

Pada Somite Terbentuk :
- Schlerotome Yang Jadi Rangka Axial
- Myotome Jadi Urat Daging Dan
- Dermatome Jadi Dermis Dg Derivatnya

Lama Masa Pengeraman Tergantung Pada :
- Spesies
- Faktor Luar ( Suhu, Cahaya, Gas Terlarut )
Kelenjar Endodermal ( Pharink )   à  Enzym Chorionase
( Pseudokeratin )   à   Mereduksi Chorion.
Kondisi Optimum Ph 7,9 – 9,6 Dan Suhu Optimum 140c  -  200c

Tabel Hubungan Pengeraman Dengan Suhu


Larva
Pro Larva :
-         Kantung Kuning Telur
-         Transparan
-         Beberapa Pigmen (Fungsi Belum Tahu)
-         Sirip Perut Tidak Nyata (Tonjolan)
-         Sirip Ekor, Dada Belum Sempurna
-         Mulut, Rahang Belum Sempurna
-         Usus Berupa Tabung Lurus
-         Sistem Pernafasan & Peredaran Darah Belum Sempurna
-         Gerakan – Gerakan Masih Sewaktu – Waktu Saja

Post Larva
- Kantung Kuning Telur Hilang
- Bentuk Hampir Seperti Induk
- Sirip Sudah Dapat Dibedakan
- Berenang Aktif
- Pigmentasi Lebat Pada Bagian Tubuh Tertentu

Fase Larva Merupakan Fase Kritis Karena Merupakan
Masa Transisi Sehingga Sangat Rentan Terhadap :
- Predator
- Penyakit
- Faktor Lingkungan

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment