Thursday, November 7, 2019

Kingdom Animalia Nematoda (Avertebrata)



File Presentasi Kingdom Animalia Nematoda : Nematoda atau cacing gilig atau cacing gelang merupakan filum Nematoda. Mereka adalah filum hewan yang beragam yang menghuni rentang lingkungan yang sangat luas. Spesies nematoda bisa sulit untuk dibedakan, dan meskipun lebih dari 25.000 telah dijelaskan, lebih dari setengahnya adalah parasit, jumlah spesies nematoda telah diperkirakan sekitar 1 juta. Berbeda dengan filum Cnidaria dan Platyhelminthes (cacing pipih), nematoda memiliki sistem pencernaan tubular dengan bukaan di kedua ujungnya. Banyak bentuk parasit termasuk patogen di sebagian besar tumbuhan dan hewan (termasuk manusia). Beberapa nematoda dapat menjalani kriptobiosis. Satu kelompok jamur karnivora, jamur nematophagous, adalah predator nematoda tanah. Mereka mengatur rayuan untuk nematoda dalam bentuk laso atau struktur perekat.

Nematoda telah berhasil beradaptasi dengan hampir setiap ekosistem dari laut (air asin) sampai air tawar, tanah, dan dari daerah kutub sampai daerah tropis, serta ketinggian yang tertinggi sampai yang terendah. Mereka di mana-mana di air tawar, laut, dan lingkungan darat, di mana mereka sering melebihi hewan lain baik jumlah individu dan spesies, dan ditemukan di lokasi yang beragam seperti gunung, padang pasir dan palung samudera. Mereka ditemukan di setiap bagian dari litosfer bumi. Mereka mewakili 90% dari semua hewan di dasar laut. Dominasi numerik mereka, sering melebihi satu juta individu per meter persegi dan terhitung sekitar 80% dari semua individu binatang di bumi, keragaman daur hidup mereka, dan kehadiran mereka di berbagai tingkat tropik menunjuk pada peran penting dalam banyak ekosistem.  Nematoda bahkan telah ditemukan pada kedalaman yang besar (0,9-3,6 km) di bawah permukaan bumi di tambang emas di Afrika Selatan. Singkatnya, jika semua materi di alam semesta kecuali nematoda tersapu, dunia kita akan masih samar-samar dikenali, dan jika, sebagai roh tanpa tubuh, kita bisa kemudian menyelidiki itu, kita harus menemukan gunung, bukit, lembah-lembah, sungai, danau, dan lautan diwakili oleh film nematoda. Lokasi kota akan dipahami, karena untuk setiap pengisian massa manusia akan ada pengisian massa sesuai nematoda tertentu. Pohon masih akan berdiri di baris hantu mewakili jalan-jalan dan jalan raya kita. Lokasi berbagai tanaman dan hewan akan tetap dipahami, dan, jika kita telah memiliki pengetahuan yang cukup, dalam banyak kasus bahkan spesies mereka bisa ditentukan oleh pemeriksaan parasit nematoda dahulu mereka." 


NEMATODA
Menjelaskan morfologi, anatomi, reproduksi dan daur hidup dan klasifikasi serta arti ekonomis Filum Nematoda. Aschelminthes terbanyak; 15.000 spesies. Hidup bebas di laut, payau, air tawar, tanah. Dapat ditemukan dari wilayah kutub sampai tropis. Parasit. Tubuh langsing, silindris dan beberapa jenis pipih ke arah posterior. Mulut di anterior. 3 – 6 bibir, papila dan setae. Bentuk umum Nematoda Betina berdasarkan pada bentuk Rhabditis (Barnes dkk., 1993) Bentuk umum Nematoda Jantan berdasarkan pada bentuk  Rhabditis (Barnes dkk., 1993) Bibir Wilsonema seperti bulu burung Tubuh tertutup kutikula yang kompleks Bentuk umum potongan melintang nemtoda betina (Lee dan Atkinson dalam Ruppert dan Barnes, 1994) Sistem syaraf mengelilingi oesophagus; berhubungan dengan 6 benang syaraf anterior dan 6 benang syaraf posterior. Bentuk umum potongan melintang nemtoda betina (Lee dan Atkinson dalam Ruppert dan Barnes, 1994). Amphid invaginasi kutikula buntu dan  bercilia.  Phasmid sepasang kelenjar uniseluler yang bermuara di kedua sisi  lateral tubuh cacing di bagian posterior. Aneka bentuk bibir. A, bentuk umum ujung oral nematoda; B, bibir Wilsonema seperti bulu burung; C, bibir Trichotheristus dengan 4 setae panjang pada bibir. Sistem ekskresi berupa sistem kelenjar tanpa saluran. A, Kelenjar renette dari Rhabdias; B, Sistem ekskresi dengan saluran tipe H; C, Phasmid di ujung posterior Rhabditis (Hyman, 1951). Bersifat karnivor, phytopagus, deposit feeder; menjadi hama. Sistem pencernaan lengkap: mulut (rahang, stylet) – pharynx berotot/oesophagus – usus - rectum – anus. Rongga mulut Nematoda. A, bacteriovore, Rhabditis; B, parasit tanaman, Criconemoides; C, karnivora, Mononchus; D, parasit usus, Ancylostoma. Reproduksi seksual; Dioecious.

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment